ISLAM AGAMA PERDAMAIAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang “Islam adalah agama perdamaian?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
Kata “damai” (menurut KBBI V) bisa diartikan “tidak ada perang”, “tidak ada kerusuhan”, “aman”, “tenteram”, “tenang”, ‘keadaan tidak bermusuhan”, dan “rukun”.
Agama Islam adalah agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad yang berpedoman pada kitab suci Al-Quran yang diturunkan ke dunia melalui wahyu Allah.
Para ulama menjelaskan bahwa kata “Islam” berasal dari bahasa Arab “aslama-yuslimu-islaman” yang artinya “menyelamatkan”, misalnya teks “assalamu alaikum” yang maknanya, “Semoga keselamatan menyertai kalian semuanya”.
“Islam” atau “Islaman” adalah “masdar” (kata benda) sebagai bahasa penunjuk dari “fi'il” (kata kerja), yaitu “aslama” bermakna “telah selamat” (waktu lampau) dan “yuslimu” yang artinya “menyelamatkan” (past continous tense).
Kata triliteral semitik “S-L-M” menurunkan beberapa istilah terpenting dalam pemahaman mengenai keislaman, yaitu “Islam” dan “Muslim” , semuanya berakar dari kata “salam” yang artinya “kedamaian”.
Kata “Islam” lebih spesifik lagi didapatkan dari bahasa Arab “Aslama”, yang bermakna “untuk menerima, menyerah atau tunduk” kepada Tuhan.
Nabi menganjurkan mengucapkan salam ketika berjumpa dengan seseorang.
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ
اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ
“Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu”.
“Semoga keselamatan, dan rahmat Allah tercurah kepadamu”.
“Semoga keselamatan, tercurah kepadamu”.
Al-Quran surat An-Nur, surah ke-24 ayat 27 berisi perintah memberikan salam.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberikan salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
Al-Quran surat An-Nur, surah ke-24 ayat 61 berisi perintah memberikan salam.
لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ وَلَا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ أَنْ تَأْكُلُوا مِنْ بُيُوتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ آبَائِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أُمَّهَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ إِخْوَانِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخَوَاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَعْمَامِكُمْ أَوْ بُيُوتِ عَمَّاتِكُمْ أَوْ بُيُوتِ أَخْوَالِكُمْ أَوْ بُيُوتِ خَالَاتِكُمْ أَوْ مَا مَلَكْتُمْ مَفَاتِحَهُ أَوْ صَدِيقِكُمْ ۚ لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا ۚ فَإِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوتًا فَسَلِّمُوا عَلَىٰ أَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِنْ عِنْدِ اللَّهِ مُبَارَكَةً طَيِّبَةً ۚ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
“Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, dan tidak (pula) bagi dirimu sendiri, makan (bersama-sama mereka) di rumah kamu sendiri atau di rumah bapak-bapakmu, di rumah ibu-ibumu, di rumah saudara-saudaramu yang laki-laki, di rumah saudaramu yang perempuan, di rumah saudara bapakmu yang laki-laki di rumah saudara bapakmu yang perempuan, di rumah saudara ibumu yang laki-laki di rumah saudara ibumu yang perempuan, di rumah yang kamu miliki kuncinya atau di rumah kawan-kawanmu. Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat (Nya) bagimu, agar kamu memahaminya”.
Seseorang bertanya kepada Nabi,”Bagaimanakah Islam yang baik itu?” Nabi bersabda,”Yaitu kamu memberikan makanan, dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang belum kamu kenal”.
Nabi bersabda,”Sesungguhnya orang yang paling utama di sisi Allah adalah orang yang lebih dahulu memberikan salam.”
Cukup berdasarkan namanya saja sudah menunjukkan bahwa Islam adalah agama perdamaian, dan ajaran Islam menganjurkan untuk mengucapkan salam dalam setiap pertemuan.
Dengan ucapan “Assalamu Alaikum” yang artinya “Damai untuk Anda”, seseorang dapat menghayati bahwa kedamaian yang didambakan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk pihak lain.
Nabi bersabda, “Salah satu tanda seorang Muslim, adalah orang yang menyelamatkan orang lain dari gangguan lidah dan tangannya”.
Perdamaian adalah salah satu ciri utama agama Islam, karena Islam lahir dari ajaran tentang Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa yang menciptakan alam, manusia, dan segala sesuatu dengan baik, presisi, dan serasi, sehingga muncul kedamaian dalam seluruh ciptaan Allah.
Manusia adalah makhuk hidup yang diciptakan oleh Allah dari salah satu unsurnya adalah “thin”, yaitu tanah bercampur air, melalui ayah dan ibu, sehingga manusia harus hidup harmonis dengan sesama manusia, serta harmonis dengan makhluk yang lain, termasuk dengan alam semesta beserta isinya.
Al-Quran surah Al-Anbiya, surah ke-21 ayat 30.
أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقًا فَفَتَقْنَاهُمَا ۖ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۖ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tidak juga beriman?”
Ajaran Islam memerintahkan untuk mempersiapkan kekuatan dalam menghadapi musuh, tetapi persiapan itu untuk menakut-nakuti pihak yang ingin menimbulkan kekacauan.
Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 60.
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)”.
Ajaran Islam mengizinkan berperang hanya untuk menyingkirkan penganiayaan dalam batas tertentu, serta anak-anak, orang tua, kaum lemah, dan pepohonan harus dilindungi, dan apabila mereka cenderung kepada perdamaian, maka sambutlah kecenderungan itu, dan berserah dirilah kepada Allah.
Al-Quran surah Al-Anfal, surah ke-8 ayat 61.
وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment