WAHYU
ALLAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan
tentang wahyu Allah?” Profesor Duaa Anwar menjelaskannya.
1.
Nabi
Muhammad hidup selama 40 tahun sebagai warga masyarakat biasa dilanjutkan dengan 23 tahun sebagai utusan
Allah.
2.
Para
ulama menjelaskan bahwa malaikat Jibril telah
mengunjungi Nabi Adam 10 kali, Nabi Nuh 50 kali, Nabi Musa 400 kali, Nabi Isa
10 kali, dan Nabi Muhammad sedikitnya 23.000 kali.
3.
Selama
kunjungan kepada Nabi Muhammad tersebut, malaikat Jibril menyampaikan 6.236.
ayat Al-Quran.
4.
Sebelum
menjadi utusan Allah, Nabi Muhammad tidak pernah bersama para penyembah berhala
batu, karena mengikuti contoh kakeknya yang meyakini Tuhan Yang Maha Pencipta
pasti di luar lingkungan tersebut.
5.
Nabi
Muhammad menghabiskan waktu dalam lingkungan alam terbuka, dan sering kali
merenung memikirkan kondisi masyarakatnya.
6.
Sekitar
7 km di luar kota Mekah, terdapat sebuah gunung yang bernama Hira.
7.
Nabi
Muhammad sering bersunyi diri di salah satu gua di gunung Hira untuk menghindari
penyimpangan kaum Quraisy.
8.
Beliau
prihatin dengan upacara keagamaan yang dikerjakan oleh masyarakat Quraisy yang
menyembah banyak berhala yang diletakkan di sekeliling Kakbah.
9.
Nabi
Muhammad menghabiskan waktu berjam-jam bersunyi diri di gua Hira terutama pada
bulan Ramadan.
10.
Upaya
bersyunyi diri berlangsung lama, sehingga Nabi Muhammad membawa bekal makanan
dan minuman agar tidak kelaparan.
11.
Khadijah
(istri Nabi Muhammad) memberikan dukungan dengan mengirim bekal tambahan,
ketika mengira suaminya kehabisan bekal.
12.
Pada
hari ke-27 Ramadan, Nabi Muhammad (40 tahun) duduk merenung di gua Hira
sendirian.
13.
Tiba-tiba
terdengar suara yang membuat hati Nabi Muhammad terguncang, dan muncul sosok
yang mengagetkan karena sangat besarnya dan diiringi kecermelangan yang
memenuhi langit.
14.
Nabi
Muhammad seorang yang fasih karena dilatih dalam bahasa percakapan syair dalam
usia mudanya, tetapi beliau tidak pernah belajar membaca dan menulis.
15.
Ketika
sosok itu berbicara kepada Nabi Muhammad,”Bacalah!”
16.
Dengan
cemas dan penuh hormat, Nabi Muhammad menjawab,”Saya tidak dapat membaca”.
17.
Sekali
lagi sosok tadi menyuruh Nabi Muhammad untuk membaca, dan jawaban Nabi Muhammad
pun tetap sama.
18. Al-Quran
surah Al-Alaq (surah ke-96) ayat 1-5.
اقْرَأْ
بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَخَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ
وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُالَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِعَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ
يَعْلَمْ
Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal
darah. Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran
kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
19.
Kata-kata
tersebut terserap langsung ke dalam hati dan pikiran Nabi Muhammad.
20.
Sosok
yang datang itu pun pergi dan Nabi Muhammad turun dari gua Hira dengan
tergesa-gesa.
21.
Khadijah
(istri Nabi Muhammmad) yang menyusul dengan membawa perbekalan yang baru, berjumpa
dengan beliau di tengah jalan.
22.
Nabi
Muhammad lari ke arah Khadijah dan berteriak dalam keadaan kalut,”Selimutilah
aku! Selimutilah aku!”.
23.
Kemudian
Nabi Muhammad menceritakan kepada Khadijah peristiwa yang baru dialami beliau.
24.
Khadijah
berhasil menenangkan hati Nabi Muhammad, lalu membawa beliau menghadap
saudaranya yang ahli tentang kitab suci Yahudi dan Nasrani, yang bernama Waraqah.
25.
Waraqah
telah buta matanya karena usia, tetapi ingatan dan pengetahuannya masih jelas tentang
kitab-kitab suci kuno.
26.
Nabi
Muhammad dan Khadijah konsultasi kepada ahlinya dan minta pendapat tentang peristiwa
yang telah terjadi.
27.
Dengan
penuh semangat, Waraqah menjawab bahwa saatnya telah tiba datangnya utusan Allah
yang terakhir dikirim kepada umat manusia.
28.
Waraqah
menjelaskan bahwa semua nabi sebelumnya, termasuk Nabi Adam, Nuh, Musa, Ibrahim
Yusuf, dan Isa telah didatangi oleh sosok yang sama dengan yang mengunjungi Nabi
Muhammad malam itu.
29.
Sosok
itu adalah malaikat yang paling tinggi kedudukannya di langit, yaitu malaikat
Jibril.
30.
Waraqah
menjelaskan kepada pasangan suami istri yang heran tersebut, dengan mengutip ayat-ayat
dari kitab Taurat dan Injil yang menunjukkan akan datangnya seorang utusan Allah
yang memberi petunjuk kepada umat
manusia.
31.
Waraqah
mengatakan kepada Nabi Muhammad bahwa beliau adalah utusan Allah yang
dimaksudkan itu.
32.
Sambil
keheranan dengan cobaan yang sulit tersebut, Nabi Muhammad dan Khadijah pamit pulang.
33.
Ketika
Nabi Muhammad menerima wahyu pertama kali, beliau bereaksi seperti yang mungkin
dilakukan oleh siapa pun, yaitu muncul perasaan takut dan bingung.
34.
Pertemuan
dengan sosok dari dunia luar membuat beliau terguncang, tetapi Nabi Muhammad
segera pulih setelah menyadari kewajiban yang ditugaskan oleh Allah kepada
beliau.
35.
Pada
saat itu, keimanan dan keyakinan Nabi Muhammad kepada Allah semakin teguh dan
beliau siap mengemban tugas sebagai utusan Allah.
Daftar
Pustaka
1. Anwar,
Duaa. Memahami Segalanya Tentang AI-Quran The Everything Understanding Koran Book.
Karisma Publising Group, 2004.
2. Huda
Dodge, Christine. Memahami Segalanya Tentang Islam. The Everything
Understanding Islam Book. Karisma Publising Group, 2004.
3. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,
4. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment