CINTA WAJAR SAJA
Oleh: Drs. H. M. Yusron
Hadi, M.M.

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang cinta yang wajar saja?” Syekh Yusuf Qardhawi menjelaskannya.
1. Para ulama menjelaskan bahwa Islam memberikan prinsip dasar
hubungan manusia dalam pergaulan masyarakat sehari-hari, yaitu:
1) Saling melindungi persaudaraan sesama manusia dan anggota
masyarakat.
2) Saling menjaga dan menghormati hak dan kewajiban sebagai pribadi
dan sebagai anggota masyarakat.
3) Saling menjaga, merawat lingkungannya, dan tidak merusaknya.
4) Saling mengingatkan kebaikan dengan cara yang baik.
2. Para ulama menjelaskan bahwa manusia adalah bersaudara
dengan yang lain menurut tingkatannya masing-masing:
1) Saudara
seiman (jika imannya sama).
2) Saudara
sebangsa dan setanah air (jika bangsa dan tanah airnya sama).
3) Saudara
sesama manusia (tanpa melihat iman, suku, bangsa, ras, dan tanah air mereka).
4) Sesama
makhluk Allah (manusia dengan hewan, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungannya).
3. Al-Quran surah Al-Anbiya (surah ke-21) ayat 107.
وَمَا أَرْسَلْنَاكَ
إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ
Dan tidaklah Kami mengutusmu (Muhammad),
melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
4. Al-Quran surah Al-Mumtahanah (surah ke-60) ayat 7.
5. ۞ عَسَى اللَّهُ أَنْ يَجْعَلَ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَ الَّذِينَ
عَادَيْتُمْ مِنْهُمْ مَوَدَّةً ۚ وَاللَّهُ قَدِيرٌ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Mudah-mudahan Allah
menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara
mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang.
6. Rasulullah bersabda,”Bencilah
kamu terhadap musuhmu sekadarnya saja, agar suatu saat dia mencintaimu.”
7. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 52.
فَتَرَى
الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يُسَارِعُونَ فِيهِمْ يَقُولُونَ نَخْشَىٰ أَنْ تُصِيبَنَا
دَائِرَةٌ ۚ فَعَسَى اللَّهُ أَنْ يَأْتِيَ بِالْفَتْحِ أَوْ أَمْرٍ مِنْ عِنْدِهِ
فَيُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا أَسَرُّوا فِي أَنْفُسِهِمْ نَادِمِينَ
Maka kamu akan
melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik)
bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nasrani), seraya berkata: "Kami
takut akan mendapat bencana". Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan
kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka
karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam
diri mereka.
8. Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 138-139.
بَشِّرِ
الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
الَّذِينَ
يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ
أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا
Kabarkan kepada
orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi
teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka
mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan
kepunyaan Allah.
9. Allah berfirman,”Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia sangat
baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia sangat buruk
bagimu.”
10. Al-Quran surah Al-Baqarahh (surah ke-2) ayat 216.
كُتِبَ
عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ
خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ
يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atasmu berperang, padahal
berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu,
padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu,
padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
11. Rasulullah bersabda, “Cintailah
orang yang kamu cintai sewajarnya saja, mungkin ia akan menjadi orang yang
engkau benci. Dan bencilah orang yang kau benci sewajarnya saja, mungkin ia akan
menjadi orang yang engkau cintai.”
12. Rasulullah bersabda,”Cintailah
kekasihmu yang wajar saja, boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu
ketika. Dan bencilah orang yang engkau benci yang wajar saja, boleh jadi engkau
akan mengasihinya pada suatu ketika."
Daftar
Pustaka.
1. Qardhawi,
Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam Islam. Alih bahasa: H.
Mu'ammal Hamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993.
2. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.
Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment