Friday, October 25, 2019

3536. BERUSAHA TERUS BERBUAT BAIK


BERUSAHA TERUS BERBUAT BAIK
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Ketika Nabi Muhammad mendapat perintah dari Allah untuk berdakwah secara terbuka, beliau pun mendaki bukit Safa.
2.    Rasulullah menyeru dan mengumpulkan para pembesar suku Quraisy.
3.    Setelah menanyakan tentang kepercayaan mereka terhadap beliau.
4.    Rasulullah bersabda,”Aku memperingatkan kalian semua bahwa di akhirat ada siksa yang amat pedih.”
5.    Di antara orang-orang Quraisy itu terdapat Abu Lahab (paman kandung Rasulullah).
6.    Abu Lahab langsung menyahuti ajakan Rasulullah dengan makian,"Celaka engkau sepanjang hari! Apakah untuk ini engkau mengumpulkan kami?”
7.    Tetapi Rasulullah tidak membalas ejekan keras tersebut.
8.    Beberapa waktu setelah itu, Rasulullah juga dicaci-maki oleh Abu Jahal dengan ucapan yang sangat menyakitkan.

9.    Tetapi, Rasulullah tetap diam saja.
10. Yang bertindak adalah paman beliau, yaitu Hamzah bin Abdul Muthalib.
11. Pada saat itu, Hamzah bin Abdul Muthalib belum masuk lslam.
12. Setelah mendapatkan laporan tentang ejekan tersebut, Hamzah bin Abdul muthalib memukul Abu Jahal dengan panah dibawanya sepulang dari berburu.
13. Kebaikan Rasulullah sempurna, beliau mengajak manusia kepada keselamatan dan akhlak mulia.
14. Yang disampaikan Rasulullah bukan untuk kepentingan pribadi beliau, tetapi untuk kebaikan manusia.
15. Ternyata, Rasulullah tetap saja dianggap jelek oieh sebagian orang.
16. Padahal, Nabi Muhammad sudah dikenal sebagai orang yang dapat dipercaya jauh sebelum diangkat sebagai Rasulullah.
17. Jadi, sebaik apa pun yang kita kerjakan, tidak semua orang akan menganggapnya baik.
18. Sehingga dalam berbuat baik, kita jangan terpenjara oleh kelakuan dan perkataan orang lain.
19. Al-Quran surah Qaf (surah ke-50) ayat 18.
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
     Tidak ada suatu ucapan pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
20. Artinya, semua yang diucapkan oleh manusia, akan kembali kepada dirinya sendiri.
21. Kita jangan tertantang untuk membalas ucapan seseorang yang menyakitkan  terhadap diri kita.
22. Jangan membalas ucapan yang menyakitkan dengan ucapan yang menyakitkan juga.
23. Jangan membalas orang yang matanya melotot memandang kita dengan mata melotot pula.
24. Ucapak jelek dibalas dengan uacapan jelek, berarti memang sama-sama jeleknya.
25. Mata melotot dibalas dengan mata melotot, berarti kita memang jenis yang sama, yaitu sama buruknya.
26. Artinya kita akan menjadi kembarannya, sehingga tidak ada bedanya antara diri kita dengan mereka.
27. Dalam hidup ini kita harus berusaha untuk terus berbuat baik.
28. Dalam berbuat baik, jangan terikat oleh orang lain.
29. Biarlah orang lain berbuat semaunya, karena dia akan memikul tanggung jawabnya sendiri.
30. Kita hanya mau terikat oleh sesuatu yang disukai oleh Allah saja.
31. Jadi, jika ada orang memanggil kita: “monyet”, maka tidak perlu membalasnya dengan ucapan:  “kamu kebun binatang”.
32. Jika ada orang berkata,”Hei wong gendeng.”, maka tidak perlu membalasnya dengan ucapan,”Aku dilokno wong gendeng, berarti wong gendeng ngelokno aku.”
33. (Hei orang gila.)
34. (Aku diejek orang gila, berarti orang gila mengejekku.)
35. Kita hanya membalasnya dengan ucapan yang baik dan disukai oleh Allah.
36. Ketika Rasulullah akan hijrah dari Mekah ke Madinah, beliau minta Ali bin Abi Thalib untuk menempati tempat tidur beliau dan mengembalikan semua barang milik orang-orang musyrik yang dititipkan kepada Rasulullah.
37. Hal itu adalah peristiwa yang hebat luar biasa.
38. Meskipun kaum musyrik Mekah tidak beriman kepada Rasulullah, tetapi mereka masih menitipkan harta dan barangnya kepada Rasulullah.
39. Artinya kaum musyrik tetap percaya dalam urusan harta dan kekayaan dunia yang dititipkan kepada Rasulullah akan tetap aman.
40. Rasulullah tidak dendam dan tidak marah kepada kaum musyrik, meskipun mereka tidak beriman kepada beliau.
41. Rasulullah masih menerima titipan harta dan barang dari kaum musyrik Mekah yang dititipkan kepada beliau.
42. Kebaikan Rasulullah sangat sempurna.
43. Beliau yakin kepada janji Allah dan hanya terikat pada semua yang disukai oleh Allah.
44. Jika kita yakin dan terikat dengan semua hal yang disukai oleh Allah, maka energi untuk berbuat baik pun dengan sendirinya bertambah.
45. Sehingga sikap selalu ingat kepada Allah akan menjadi obat yang sangat mujarab.
46. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 155.
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
      Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar,
47. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 156.
الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ
     (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun" (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah)

Daftar Pustaka
1.    KH. Abdullah Gymnastir.
2.    Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
3.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
4.    Tafsirq.com online.



(Sumber: KH Abdullah Gymnastiar)

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment