MANUSIA MAKHLUK KOMPLEKS
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Kata “manusia” (menurut KBBI V) dapat
diartikan “makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain)”, dan
“insan”.
2. Kata “kompleks” dapat diartikan “himpunan
kesatuan”, “kelompok”, dan “mengandung beberapa unsur yang pelik.”
3. Para ahli menjelaskan tentang kesukaran
yang dihadapi dalam mempelajari hakikat makhluk hidup, terutama manusia.
4. Ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup, terutama
manusia belum mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai bidang ilmu
pengetahuan lainnya.
5. Manusia telah mencurahkan perhatian dan
usaha sangat besar untuk mengetahui dirinya.
6. Tetapi manusia hanya mampu mengetahui
beberapa segi tertentu saja dan tidak mengetahui manusia secara utuh.
7. Yang diketahui hanya manusia terdiri atas
bagian tertentu, dan ini pun pada hakikatnya dibagi lagi menurut tata cara kita
sendiri.
8. Pada hakikatnya, kebanyakan pertanyaan
yang diajukan oleh orang yang mempelajari manusia kepada diri mereka sendiri,
hingga kini masih tetap tanpa jawaban.
A. Penyebab keterbatasan pengetahuan manusia
tentang dirinya sendiri:
1. Ke-1: Pembahasan tentang masalah manusia
terlambat dilakukan.
1) Pada mulanya perhatian manusia hanya
tertuju kepada penyelidikan tentang alam materi.
2) Pada zaman primitif, nenek moyang kita
disibukkan untuk menundukkan dan menjinakkan alam sekitarnya, seperti upaya
membuat senjata untuk melawan binatang buas, penemuan api, pertanian,
peternakan, dan sebagainya, sehingga mereka tidak mempunyai waktu luang untuk
memikirkan diri mereka sebagai manusia.
3) Pada Zaman Kebangkitan (Renaisans) ketika
para ahli tergiur oleh penemuan teknologi baru yang menghasilkan keuntungan
material, dan menyenangkan masyarakat umum, karena penemuan tersebut
mempermudah dan memperindah kehidupan ini.
2. Ke-2: Ciri khas akal manusia lebih
cenderung mikir hal tidak kompleks.
1) Menurut para ahli, sifat akal manusia tidak
mampu mengetahui hakikat hidup.
3. Ke-3: Multikompleksnya masalah manusia.
1) Kepribadian manusia yang sangat kompleks,
sehingga sulit dijelaskan oleh manusia sendiri.
2) Para ulama berpendapat manusia sangat kompleks,
karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dalam unsur penciptaannya
terdapat roh Allah.
3) Manusia hanya sedikit diberi ilmu
pengetahuan tentang roh.
9. Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat
85.
وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي
وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan,”Roh itu termasuk
urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.
10. Para ulama menjelaskan satu-satunya cara
untuk memahami dan mengenal dengan baik tentang manusia adalah dengan merujuk
kepada wahyu Allah agar kita dapat menemukan jawabannya.
11. Untuk maksud tersebut tentu tidak cukup hanya
merujuk kepada beberapa ayat, tetapi seharusnya merujuk kepada semua ayat
Al-Quran atau paling tidak ayat-ayat pokok yang berbicara tentang masalah yang
dibahas.
12. Dengan mempelajari konteksnya
masing-masing, dan mencari penguatnya dengan penjelasan Rasul, serta hakikat
ilmiah yang telah mapan.
13. Cara ini dikenal dalam disiplin ilmu
Al-Quran dengan metode “maudhui” (tematik).
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah
dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan
Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan
Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment