Wednesday, May 13, 2020

4431. MANUSIA MAKHLUK KOMPLEKS


MANUSIA MAKHLUK KOMPLEKS
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1.    Kata “manusia” (menurut KBBI V) dapat diartikan “makhluk yang berakal budi (mampu menguasai makhluk lain)”, dan “insan”.
2.    Kata “kompleks” dapat diartikan “himpunan kesatuan”, “kelompok”, dan “mengandung beberapa unsur yang pelik.”
3.    Para ahli menjelaskan tentang kesukaran yang dihadapi dalam mempelajari hakikat makhluk hidup, terutama manusia.
4.    Ilmu pengetahuan tentang makhluk hidup, terutama manusia belum mencapai kemajuan seperti yang telah dicapai bidang ilmu pengetahuan lainnya.
5.    Manusia telah mencurahkan perhatian dan usaha sangat besar untuk mengetahui dirinya.
6.    Tetapi manusia hanya mampu mengetahui beberapa segi tertentu saja dan tidak mengetahui manusia secara utuh.
7.    Yang diketahui hanya manusia terdiri atas bagian tertentu, dan ini pun pada hakikatnya dibagi lagi menurut tata cara kita sendiri.
8.    Pada hakikatnya, kebanyakan pertanyaan yang diajukan oleh orang yang mempelajari manusia kepada diri mereka sendiri, hingga kini masih tetap tanpa jawaban.

A.   Penyebab keterbatasan pengetahuan manusia tentang dirinya sendiri:
1.    Ke-1: Pembahasan tentang masalah manusia terlambat dilakukan.
1)    Pada mulanya perhatian manusia hanya tertuju kepada penyelidikan tentang alam materi.
2)    Pada zaman primitif, nenek moyang kita disibukkan untuk menundukkan dan menjinakkan alam sekitarnya, seperti upaya membuat senjata untuk melawan binatang buas, penemuan api, pertanian, peternakan, dan sebagainya, sehingga mereka tidak mempunyai waktu luang untuk memikirkan diri mereka sebagai manusia.
3)    Pada Zaman Kebangkitan (Renaisans) ketika para ahli tergiur oleh penemuan teknologi baru yang menghasilkan keuntungan material, dan menyenangkan masyarakat umum, karena penemuan tersebut mempermudah dan memperindah kehidupan ini.

2.    Ke-2: Ciri khas akal manusia lebih cenderung mikir hal tidak kompleks.
1)    Menurut para ahli, sifat akal manusia tidak mampu mengetahui hakikat hidup.

3.    Ke-3: Multikompleksnya masalah manusia.
1)    Kepribadian manusia yang sangat kompleks, sehingga sulit dijelaskan oleh manusia sendiri.
2)    Para ulama berpendapat manusia sangat kompleks, karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang dalam unsur penciptaannya terdapat roh Allah.
3)    Manusia hanya sedikit diberi ilmu pengetahuan tentang roh.

9.    Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 85.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُّوحِ ۖ قُلِ الرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَمَا أُوتِيتُمْ مِنَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

     Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan,”Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit”.

10. Para ulama menjelaskan satu-satunya cara untuk memahami dan mengenal dengan baik tentang manusia adalah dengan merujuk kepada wahyu Allah agar kita dapat menemukan jawabannya.
11. Untuk maksud tersebut tentu tidak cukup hanya merujuk kepada beberapa ayat, tetapi seharusnya merujuk kepada semua ayat Al-Quran atau paling tidak ayat-ayat pokok yang berbicara tentang masalah yang dibahas.
12. Dengan mempelajari konteksnya masing-masing, dan mencari penguatnya dengan penjelasan Rasul, serta hakikat ilmiah yang telah mapan.
13. Cara ini dikenal dalam disiplin ilmu Al-Quran dengan metode “maudhui” (tematik).

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment