PENGERTIAN
BAIAT
Oleh:
Drs. H.M. Yusron Hadi, M.M.

A.
BAIAT DI MUHAMMADIYAH.
1. Oleh Prof Syafiq A Mughni
2. PWMU.CO – Baiat adalah institusi yang dikenal dalam Islam.
3. Ia memiliki landasan normatif dan
historis dalam perjalanan umat Islam.
4. Dengan baiat, umat bisa bersatu.
5. Tetapi akibat baiat, umat bisa
terjebak dalam konflik peperangan.
6. Perlu mendudukkan baiat dalam arti sebenarnya.
7. Masalah baiat
muncul ketika ada banyak pemimpin dalam komunitas.
8. Dan ketika
ada banyak pemimpin dalam level berbeda-beda.
B.
Dasar Normatif Baiat.
1.
Nabi Muhammad bersabda,
“Barang siapa tidak berbaiat, maka ia
meninggal dalam keadaan jahiliyah.”.
2.
Hadis lain menyebutkan bahwa Nabi memerintahkan baiat kepada pemimpin dan
mematuhinya sedapat mungkin.
3.
Jika orang lain yang mengklaim menjadi pemimpin, maka bunuhlah yang kedua itu.
4.
Al-Quran
surah Al-Fath (surah ke-48) ayat 18.
۞ لَّقَدْ رَضِىَ ٱللَّهُ عَنِ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذْ
يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ ٱلشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَنزَلَ ٱلسَّكِينَةَ
عَلَيْهِمْ وَأَثَٰبَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا
Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
Sesungguhnya Allah telah rida terhadap orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dengan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
5. Ayat ini
berkaitan dengan peristiwa Baitur Ridwan.
6. Menurut
riwayat, datang serombongan penduduk Madinah menemui Nabi di luar Mekkah.
7. Mereka
menyatakan diri masuk Islam dan mengakui kepemimpinan Nabi Muhammad.
8. Ketika Islam
semakin kuat, banyak suku di Jazirah Arab menyatakan kesetiaan kepada Nabi
dengan ber-baiat.
9. Pada zaman
Nabi, baiat diberikan
kepada Nabi langsung.
10. Semua orang
yang masuk Islam berbaiat.
11. Yakni
menyatakan loyalitas kepada Nabi sebagai satu-satunya pemimpin umat.
12. Nabi tidak
dibaiat karena telah ditetapkan oleh Allah sebagai nabi, rasul, dan pemimpin
tertinggi yang harus dipatuhi.
C. Baiat berubah ketika Nabi wafat.
1. Para sahabat
berbaiat loyal kepada Abu Bakar dan khalifah Rasyidun sesudahnya.
2. Tetapi
khalifah itu dibaiat oleh sahabat Nabi.
3. Perubahan
juga terjadi pada cara ber-baiat.
4. Ketika umat
Islam tersebar jauh dari Madinah.
5. Baiat tidak
dilakukan tatap muka (face to face).
6. Tetapi cukup dengan de
facto mengakui kepemimpinan khalifah.
7. Dalam
perkembangan selanjutnya, cara ber-baiat itu
berubah lagi.
8. Baiat diwakilkan
kepada sekelompok orang yang memiliki pengaruh dan pengetahuan.
D. Baiat Masa Kini.
1. Pada masa
sekarang, bentuk baiat berubah
jika diukur praktiknya pada zaman Nabi.
2. Misalnya, dalam lembaga
tarekat setiap murid (pengikut) harus berbaiat kepada mursyid (pemimpin).
3. Karena
banyaknya jumlah tarekat, tentu muncul banyak mursyid.
4. Masing-masing
murid berbaiat kepada mursyid-nya masing-masing.
5. Setiap sekte
(agama) Ahmadiyah juga memiliki pemimpin yang berhak membaiat jamahnya sendiri.
6. Konon, di
kalangan LDII (dulu dikenal dengan Darul Hadits atau Islam Jamaah), baiat (pernyataan loyal) diberikan
kepada pemimpinnya sebagai syarat keislamannya.
7. Persis
(Persatuan Islam) memakai istilah baiat
untuk acara pengambilan sumpah pelantikan pengurus.
8. Jadi, dalam
Persis, yang berbaiat adalah pengurusnya,
bukan anggota.
E. Baiat Ideologis.
1. Sesungguhnya baiat tidak hanya berisi
pernyataan pengakuan atas kepemimpinan.
2. Tetapi juga
komitmen terhadap ideologi.
3. Orang harus
berbaiat akan loyal kepada pemimpin.
4. Juga harus
berbaiat tidak akan taat kepada pemimpin zalim.
5. Dalam hal
ideologi, Baiat Aqabah ke-1 contoh
komitmen untuk bertauhid, menjauhi syirik, tidak akan melakukan pelanggaran
terhadap ketentuan Allah.
6. Misalnya tidak
mencuri, tak membunuh,
tak memfitnah, dan akan berjuang
menegakkan keadilan.
7. Baiat diperlukan sebagai kontrak sosial pemimpin dan yang
dipimpin.
8. Pemimpin
ber-baiat (berjanji) untuk
amanah.
9. Anggota
berjanji taat kepada pemimpin dan hukum yang berlaku.
10. Institusi baiat adalah logis dalam setiap
jamaah, organisasi, atau umat.
11. Jiika
ditarik ke situasi sekarang, makna dan bentuk baiat harus berubah agar tetap berfungsi dalam kehidupan
organisasi atau gerakan.
F. Baiat bisa dilakukan dengan berbagai bentuk.
1. Bisa dilakukan
dengan ucapan, perbuatan (misalnya, jabatan tangan).
2. Bisa dengan
tulisan, atau dengan ijmak sukuti (konsensus
diam-diam).
G. Baiat di Muhammadiyah.
1. Mengisi
formulir menjadi anggota Muhammadiyah berarti berbaiat menaati seluruh aturan
organisasi, termasuk hak dan kewajiban anggota.
2.
Mengisi formulir kesediaan dipilih menjadi pimpinan berarti
berbaiat untuk amanah jika terpilih.
3.
Jika anggota Muhammadiyah meninggal, insyaallah tidak mati jahiliyah, karena Muhammadiyah adalah organiasi Islam.
H.
Baiat bisa
dilakukan berbeda sesuai statusnya.
1. Pemain sepak
bola berbaiat akan loyal kepada pelatih (imam).
2. Mahasiswa
berbaiat kepada universitas atau rektor (imam).
3. Jamaah
tarekat berbaiat kepada mursyidnya masing-masing.
4. Jika tidak
demikian, akan terjadi zaman jahiliyah yang digambarkan sebagai zaman anarki,
kezaliman, dan ashabiyah (fanatisme
kesukuan).
I. Pemimpin
perlu ber-baiat.
1. Yakni janji
melakukan tugasnya dengan baik dan
amanah.
2. Tanpa sikap amanah pemimpin, maka organisasi, jamaah atau bangsa menjadi
jahiliah.
3. Jika amanah
diabaikan, tunggu kehancurannya.
4. Baiat adalah janji loyalitas dan komitmen.
5. Model baiat bisa bermacam-macam.
6. Tidak boleh
dipahami secara sempit apalagi digunakan mengafirkan orang lain.
(Sumber internet)
0 comments:
Post a Comment