KURANG AJAR YANG TEPAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang sikap kurang ajar yang
tepat?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1. Seorang ulama menjelaskan tentang catatan
harian seorang ayah yang kaya raya, tetapi mengalami krisis pemikiran karena
hatinya sedih, gelisah, dan risau terhadap masa depan anak-anaknya.
2. Si ayah sangat mendambakan semua anaknya
sukses dalam hidup dan dalam bisnisnya yang dibuktikan dengan harta kekayaan
yang melimpah, jabatan yang tingi, dan pengaruh yang luar biasa, tetapi si ayah
mengharapkan semua anaknya tetap mampu menjaga etika, moral, susila, dan norma
agama yang baik.
3. Masalahnya, si ayah berpendapat bahwa
seseorang yang sukses mencapai kedudukan terpandang dalam lingkungan
masyarakat, sering kali mengabaikan dan melanggar norma etika, moral, susila, dan
nilai-nilai agama, dan inilah pokok pangkal masalahnya.
4. Si ayah berkata,”Saya tidak berani
menyampaikan hal ini kepada anakku, karena saya bimbang dan ragu apakah saya
akan mengajarkan norma tawadu (rendah hati).”
1) Padahal norma-norma yang baik sering kali
menghalangi dan menghambat pencapaian kedudukan terpandang, yang oleh
masyarakat diidentikkan dengan harta, kekuasaan, dan kepemimpinan.
2) Salah satu syarat untuk mencapai kesuksesan
dan menjadi orang yang terpandang dalam masyarakat adalah kemampuan bersikap kurang
ajar, tetapi dengan cara yang tepat dan sesuai. (Jangan tertawa membaca ini)
5. Yang dimaksudkan dengan “sikap kurang
ajar yang tepat” adalah berikut ini.
1) Kemampuan seseorang dalam bertindak merebut
harta dan jabatan dengan menghalalkan segala cara.
2) Sikapnya dilakukan dengan cara dan siasat
yang cerdas sesuai dengan waktu dan tempatnya.
3) Sehingga dia mampu naik ke atas, memperoleh
kekayaan melimpah dan jabatan yang tinggi, menjadi orang yang sukses dan
terhormat dalam pandangan masyarakat di dunia ini, dengan segala cara.
6. Kesimpulannya, dalam kehidupan manusia di
dunia ini.
1) Sering kali muncul keistimewaan dan keganjilan
yang membuktikan bahwa tidak ada manusia yang sempurna.
2) Orang-orang yang mampu naik ke atas, dapat
mencapai kekayaan melimpah dan jabatan kedudukan yang tinggi, mendapatkan karier
terpandang dalam masyarakat sering kali adalah orang-orang yang mampu bersikap
KURANG AJAR yang TEPAT.
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah
dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan
Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan
Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment