Monday, July 6, 2020

4846. AKHLAK PARA JEMAAH HAJI


AKHLAK PARA JEMAAH HAJI
Oleh: Drs. H M Yusron Hadi, MM
A.   Akhlak para jemaah haji.
1.    Akhlak adalah kelakuan atau budi pekerti.
2.    Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 197.
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ ۚ وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الْأَلْبَابِ

      (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik dan berbantahan dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

B.   Ahlakul karimah (budi luhur) jamaah haji yang dianjurkan:
1.    Taqarrub.
1)    Selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah.
2.    Tadabbur.
1)    Selalu mengambil pelajaran dari peristiwa yang dialaminya sendiri dan orang lain untuk menambah keimanan kepada Allah.
3.    Tafakkur.
1)    Selalu banyak berpikir tentang diri, agama, lingkungan kehidupan, dan alam semesta untuk mencapai kebaikan dan kemaslahatan kehidupan di dunia dan akhirat.
4.    Tasamuh.
1)    Selalu bersikap toleran dengan sesama manusia ataskeragaman kepentingan dan kebutuhan, serta saling pengertian untuk mendukung tercapainya kebaikan dan kemaslahatan bersama.
5.    Ta’awun.
1)    Selalu saling menolong dalam kebenaran dan kebajikan, serta tidak saling menolong dalam kejahatan dan keburukan.
6.    Taliqul wajhi.
1)    Selalu berusaha menampakkan wajah cerah, ceria, gembira, berpikiran positif  yang penuh keramahan, kesejukan, dan kedamaian yang menyenangkan.
7.    Tawasau bil-haq watawasau bis-sabri.
1)    Selalu saling menasihati, mengingatkan, dan membantu dalam kebenaran dan kesabaran.
8.    Qana’ah.
1)    Selalu bersikap lapang dada dengan bersyukur, menerima, dan  memanfaatkan sebaik-baiknya apa pun pemberian dari Allah, yang sesuai dengan keinginan maupun yang tidak sesuai dengan harapan.

Daftar Pustaka
1.      Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.
2.      Panduan Perjalanan Haji, 2018, Departemen Agama RI
3.      Bimbingan Manasik Haji, 2018, Departemen Agama RI
4.      Hikmah Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
5.      Tuntunan Keselamatan, Doa, dan Zikir Ibadah Haji, 2018, Departemen Agama RI
6.      Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
7.      Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.
8.      Tafsirq.com online



Related Posts:

  • 696. RAWATIBSALAT SUNAH RAWATIB Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat s… Read More
  • 696. RAWATIBSALAT SUNAH RAWATIB Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat s… Read More
  • 696. RAWATIBSALAT SUNAH RAWATIB Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat s… Read More
  • 696. RAWATIBSALAT SUNAH RAWATIB Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat s… Read More
  • 696. RAWATIBSALAT SUNAH RAWATIB Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang salat s… Read More

0 comments:

Post a Comment