CONTOH
SIKAP TAK TOLERAN
Oleh: Drs. H.M. YusronHadi, M.M.

A. Intoleransi di Sekitar
Kita
1. Toleran adalah
bersifat atau bersikap menenggang (menghargai, membiarkan, membolehkan) pendirian
(pendapat, kepercayaan, pandangan, kebiasaan, kelakuan, dan sebagainya) yang
berbeda dengan pendirin sendiri.
2. Oleh Prof Syafiq A
Mughni.
3. PWMU.CO –
Dalam acara peringatan maulid Nabi Muhammad muncul keributan.
4. Acara sedang
berlangsung, tiba-tiba ada orang mendatangi acara itu.
5. Dia marah dan memaki orang
yang hadir dalam peringatan itu.
6. Ia menyatakan peringatan
mauled Nabi bid’ah.
7. Setiap bid’ah adalah
sesat.
8. Dan setiap kesesatan
tempatnya di neraka.
9. Dia mencoba mengusir
semua yang hadir dan nyaris terjadi baku hantam.
10. Orang itu bersikap
intoleran terhadap acara peringatan maulid yang dipandang bid’ah.
11. Dengan melakukan itu,
ia merasa melakukan amar makruf nahi munkar.
12. Jika meninggal saat itu, maka ia yakin mati
syahid dan langsung masuk surga.
B.
Intoleransi Juga
1. Di tempat lain ada
peristiwa hampir sama.
2. Masyarakatnya
tradisional, sangat lekat dengan adat.
3. Jika ada orang
meninggal dunia, maka slametan 3
hari berturut-turut.
4. Demikian juga pada
hari ke-7.
5. Dan hari ke-40 dan
seterusnya.
6. Pada suatu ketika ada orang
meninggal dunia.
7. Karena rajin membaca
buku berorientasi tajdid, keluarga itu tidak mengadakan slametan.
8. Maka, warga kampung
itu geger.
9. Sang kiai memaki-maki
keluarga tersebut.
10. Menuduh tidak bermoral
karena memperlakukan orang meninggal seperti hewan.
11. Kiai itu menuduh
mereka bukan ahlussunnah.
12. Sehingga dia tidak akan selamat dan tidak akan masuk surga.
13. Ia sangat yakin semua orang
Islam akan masuk neraka kecuali ahlussunnah.
14. Yang ditandai dengan
upacara slametan seperti
itu.
15. Ia bersikap intoleran
terhadap orang yang tidak mau slametan.
C. Penyebab munculnya sikap
tidak toleran.
1.
Dalam hubungan antarmanusia banyak masalah yang muncul.
2.
Sebabnya bisa bermacam-macam.
3.
Salah satunya adalah intoleransi (sikap tidak toleran).
4.
Ketegangan, pertengkaran dan perkelahian bisa muncul karena
intoleransi.
5.
Serba menyalahkan pendapat orang lain.
6.
Menghujat dan mengecam dengan sesat.
7.
Serba mengafirkan dan mengutuk pemikiran orang lain adalah bentuk
intoleransi.
8.
Sikap intoleransi itu negatif karena melewati batas kewajaran.
9.
Intoleransi bisa berbuntut panjang dan menimbulkan dampak buruk
yang sesungguhnya tidak perlu.
10.
Masalah kecil bisa menjadi besar karena intoleransi.
D.
Pengertian Intoleransi
1.
Intoleransi bukan berarti ragu-ragu.
2.
Juga bukan berarti tidak punya sikap atau keyakinan.
3.
Intoleransi adalah sikap tidak bisa menerima dan memahami
perbedaan.
4.
Intoleranasi berarti sikap kaku, keras, dan mau benar sendiri.
5.
Lawan dari semua sikap itu adalah toleransi.
6.
Toleransi adalah sikap memahami perbedaan.
7.
Tetapi pada saat sama memiliki sikap jelas.
8.
Bisa membedakan yang benar dan salah.
9.
Membedakan baik dan buruk.
10.
Dengan cara lebih demokratis, santun, dan beradab.
11.
Tidak gampang marah dan kehilangan keseimbangan.
12.
Intoleransi adalah sikap terhadap sesuatu masalah tertentu.
13.
Tetapi juga bisa memang karakter seseorang.
E.
Ada 6 ciri orang tidak toleran.
1. Ciri orang tidak
toleran menurut psikolog Mark Goulston, yaitu:
1)
Fanatisme.
2)
Sikap kaku.
3)
Merasa serba tahu.
4)
Tidak mau mendengar.
5)
Hanya bergaul dengan sesama.
6)
Sikap hitam putih.
2. Ke-1: Fanatisme.
1)
Orang fanatik tidak hanya meyakini sesuatu secara kokoh.
2)
Dia meyakini sesuatu secara sempit tanpa menyisakan ruang bagi
pemahaman lain.
3)
Dia yakin pandangan satu-satunya yang benar.
4)
Apa saja yang berbeda, meskipun kecil dianggap salah dan musuh.
5)
Ada perbedaan antara taat dan fanatik.
6)
Manurut Buya Hamka, orang taat meyakini sesuatu secara kokoh
atas dasar alasan rasional.
7)
Orang fanatik yakin secara membabi buta, tanpa alasan rasional.
8)
Dia menyerang siapa saja yang tidak sepakat atau sekedar beda sedikit
dengan pendapatnya.
9)
Sikap intoleran bisa muncul karena fanatisme.
3. Ke-2; Sikap kaku.
1)
Orang intoleran biasanya berkepribadian kaku.
2)
Dia tidak bisa melihat
orang lain yang berbeda pendapatnya.
3)
Ia memaksa orang lain untuk sependapat dengannya.
4)
Ia lebih banyak sibuk dengan urusan menjaga harga dirinya.
5)
Dia memandang perbedaan sebagai ancaman terhadap identitasnya.
6)
Sikapnya yang kaku sebagai pertahanan diri menghadapi orang lain
yang tidak sependapat.
7)
Perbedaan pendapat selalu diartikan sebagai permusuhan.
8)
Orang berbeda pendapat dianggapnya sebagai musuh yang menyerang.
4.
Ke-3: Sikap Serba Tahu
1)
Yaitu perasaan serba tahu.
2)
Orang intoleran merasa tahu banyak tentang semua hal.
3)
Pengetahuannya tentang aspek yang sempit dari kehidupan ini yang
telah membuatnya sukses.
4)
Dia yakin kesuksesan yang sama dapat diterapkan pada setiap aspek
kehidupan.
5)
Demikian juga dalam melihat orang lain.
6)
Ia melihat orang lain akan sukses jika menempuh jalan yang telah
dilaluinya.
7)
Baginya hanya ada 1 jalan menuju sukses, hanya ada 1 jalan ke
Roma.
8)
Ia bersikap intoleran terhadap jalan berbeda dari jalan yang
pernah ia lalui.
5. Ke-4: Tidak mau
mendengar.
1)
Orang intoleran biasanya tidak suka mendengar orang lain bicara.
2)
Tidak mudah memahami dan menghargai pikiran orang di sekitarnya.
3)
Dia sibuk menasehati orang lain.
4)
Tidak suka mendengar nasehat orang lain untuk dirinya.
- Ke-5: Hitam
Putih.
1)
Yaitu ketegangan dalam hubungan dengan orang lain.
2)
Orang intoleran hanya mau bersahabat dengan orang yang setuju dan
loyal kepadanya.
3)
Dia tidak suka berteman dengan orang yang kritis terhadap
dirinya.
4)
Dia lebih memilih teman “yes
people”, yaitu asal bapak senang.
7. Ke-6: Sikap
hitam-putih.
1)
Menurutnya, di dunia ini tidak ada abu-abu dan tidak ada proses.
2)
Di dunia ini hanya ada manusia Muslim dan kafir.
3)
Tidak ada setengah Muslim atau setengah kafir.
4)
Tidak ada proses menjadi Muslim.
5)
Jika sebuah negara bukan negara Islam, maka jelas negara kafir.
6)
Tidak ada negara setengah Islam atau sedang proses menjadi
Islam.
F.
Islam mengajarkan sikap pertengahan.
1. Dalam Islam, kita
diajarkan untuk mendengar pikiran orang lain.
2. Menghormati pendapat
orang lain.
3. Bersikap wajar tidak
melewati batas.
4. Bersikap pertengahan dan
tidak ekstrem.
5. Berfikir luas dan tidak
sempit.
6. Berprasangka baik.
7. Tidak mudah menuduh
sesama Muslim dengan tuduhan sesat atau kafir.
8. Mengedepankan ukhuwwah (persaudaraan) bukan ‘adawah (permusuhan).
9. Mari kita junjung
tinggi toleransi dalam melihat perbedaan pikiran.
10. Selalu mohon hidayah
dalam menentukan pendapat.
11. Selalu mendasarkan
pilihan pikiran kita pada semangat : “Wallahu a’lam bish-shawab” (Allah Maha Mengetahui yang
benar).
(Sumber
internet)
0 comments:
Post a Comment