TENDA HAJI DI MINA 2018
Oleh
Drs. HM Yusron Hadi, MM

A. Fasilitas tenda jemaah haji di Mina tahun
2018.
1. Mulai tahun 2017 tenda-tenda yang telah
berumur 100 tahun di Arafah dan Mina mulai diganti dengan tenda-tenda yang
baru.
2. Tenda-tenda yang baru tersebut dibuat
dari terpal tebal berbahan fiber yang didesain menyerap panas sinar matahari, tahan
api, antisipasi angin kencang, dan tempat berlindung dari curahan air hujan.
3. Seluruh tenda yang berada di Arafah dan Mina
dilengkapi dengan aliran listrik yang dapat digunakan untuk mengakfifkan semua
penyejuk udara yang berupa air cooler,
kipas angin, fan, dan colokan listrik untuk mengisi baterai HP.
4. Alas tidur di dalam tenda di Arafah berupa
hambal tanpa bantal.
5. Selama wukuf di Arafah, para jamaah haji
Indonesia akan mendapatkan fasilitas konsumsi 4 (empat) kali makan dengan menu
yang disiapkan oleh pihak maktab dengan cita rasa lidah orang Indonesia.
6. Lokasi dapur yang dipakai untuk tempat
memasak dan menyiapkan makanan untuk para jamah haji berada dalam lingkungan yang
berdekatan dengan tenda-tenda para jamaah di Arafah.
7. Di sekitar tenda-tenda para jamaah di
Arafah dilengkapi dengan kamar mandi, toilet, dan tempat berwudu yang
dibersihkan oleh petugas secara rutin tiga kali sehari.
8. Fasilitas tempat wudu, kamar mandi, dan
toilet jumlahnya sangat terbatas dan dipakai bergantian, sehingga para jamaah
yang memerlukan harus antre secara tertib dan bersabar.
9. Jamaah yang keluar masuk kamar mandi dan
toilet harus menutup auratnya.
10. Jamaah dilarang menyalakan api dan
membuang puntung rokok sembarangan agat tidak terjadi kebakaran.
11. Jamaah jangan memaksakan diri pergi ke
Jabal Rahmah atau wukuf di luar tenda, jika kondisi badannya kurang sehat.
12. Jamaah agar tetap menjaga kesehatan
dengan makan, minum, dan istirahat yang cukup.
13. Angkutan bis dari Arafah, Muzdalifah, ke
Mina menggunakan sistem taraddudi (shuttle) yaitu armada bis datang berkelompok
menjemput dan mengantar menumpang dari perkemahan ke tempat tujuan, kemudian
bis balik berputar lagi sampai jamaah habis terangkut semuanya.
14. Selama di Mina jamaah berteduh dalam
tenda besar tahan api yang dilengkapi alat pendingin udara, setiap tendanya
dilengkapi alas tidur berupa karpet tanpa bantal.
15. Jamaah tinggal di tenda Mina sejak tanggal
10 sampai 13 Zulhijah, tetapi bagi jamaah yang nafar awal meninggalkan Mina
pada tanggal 12 Zulhijah setelah melontar tiga jumrah.
16. Selama tinggal di Mina, jamaah
mendapatkan konsumsi makanan sebayak 11 (sebelas) kali makan dengan menu
masakan Indonesia yang diurus oleh maktab.
17. Jamaah dilarang mencorat-coret dengan
tulisan/cat/spidol di tenda, batu, dinding jumrah, dan fasilitas lainnya.
18. Jamaah melontarkan jumrah dengan beregu
dan berombongan, kemudian segera balik lagi masuk ke dalam tendanya.
19. Jamaah harus mematuhi jadwal melontar
jumrah yang diatur oleh panitia haji untuk kebaikan bersama.
20. Jamaah harus menjaga kesehatan dengan
makan, minum, dan istirahat yang cukup.
21. Pelayanan jamaah haji di Arafah, Muzdalifah,
dan Mina dikoordinasikan oleh organisasi khusus yang disebut SATOP ARMUZNA
(Satuan Operasional Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
22. SATOP ARMUZNA dibagi menjadi 3 satgas, yaitu:
1) Satgas Arafah.
2) Satgas Muzdalifah.
3) Satgas Mina.
23. Setiap satgas mempunyai pos pelayanan,
yaitu:
1) Pos Komando.
2) Pos Pelayanan.
3) Pos Pembantu.
24. Setiap pos mempunyai jenis pelayanan yang
sama, yaitu:
1) Pelayanan umum.
2) Pelayanan kesehatan.
3) Pelayanan ibadah.
CATATAN HAJI 2018
Oleh : HM. Yusron Hadi bin HM. Tauchid
Ismail, Sidoarjo, Jawa Timur. Ketua regu 23, rombongan 6, kloter 71 Surabaya.
0 comments:
Post a Comment