HAEDAR NASHIR MUHAMMADIYAH ISLAM MODERN MODERAT
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Muhammadiyah.
Sering disebut gerakan modern.
Para ahli ternama.
Seperti:
1)
Deliar Noer.
2)
James L. Peacock.
3)
Mitsuo Nakamura.
4)
Clifford Geertz.
Sebut Muhammadiyah.
Organisasi Islam:
1)
Modern.
2)
Moderat.
Jejak kemajuan dirasakan rakyat
luas.
Tempatkan Muhammadiyah.
Sebagai organisasi penting.
Motor pembaruan pikiran Islam.
Khususnya di Indonesia.
Modern artinya kekinian.
Dalam bahasa Arab.
Modernis.
Disebut “al-‘ashariyyah”.
Pandangan ini spirit QS. Al-‘Ashr.
Pentingya manfaat waktu.
Imam Syafii.
Tempatkan sebagai inti ajaran Al Quran.
Tidak heran.
Kiai Ahmad Dahlan.
Mengajar surat ini.
Berbulan-bulan lamanya.
Spirit modern Muhammadiyah.
Berakar dari tradisi Islam.
Bukan dari Barat.
Modern Barat.
Akibat trauma pada Agama.
Saat itu.
Gereja kontrol penuh:
1)
Ekonomi.
2)
Politik.
3)
Bernegara.
Siapa pun menentang gereja.
Akan disingkirkan.
Hal ini.
Mendorong lahirnya humanisme-sekular.
Tempatkan agama.
Aspek ritual.
Dan pribadi semata.
Para pemikir Barat.
Seperti:
1)
Max Weber.
2)
Friedrich Nietzsche.
3)
Karl Marx .
Berasal keluarga religious.
Jadi kritik utama.
Pada kaum agama.
“Modern kita.
Beda dengan Barat.
Barat lahir karena trauma Agama.
Dasar modernisme Barat.
Yaitu humanisme-sekular.
Saat itu.
Agama di Barat.
Serba teosentrisme.
Serba hablu min Allah.
Cenderung anti kemanusiaan,” tutur Haedar.
Acara Peresmian Gedung.
Kelas Putra Terpadu.
Pondok Pesantren Modern
Muhammadiyah Boarding School.
(PPM MBS).
Yogyakarta.
Sabtu (21/01/2023).
Islam sejak awal.
Jadi gerakan modern.
Dalam arti QS al-‘Ashr.
Yaitu:
1)
Menghargai waktu.
2)
Bergerak ke depan.
3)
Membuat inovasi.
4)
Dan lainnya.
Al-Quran surah Al-Asr (surah ke-103) ayat 1-3.
وَالْعَصْرِ
Demi masa.
إِنَّ
الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ
Sesungguhnya manusia benar-benar
dalam kerugian.
إِلَّا
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا
بِالصَّبْرِ
Kecuali orang beriman
dan mengerjakan amal saleh dan saling menasihati agar menaati kebenaran dan saling
menasihati agar menetapi kesabaran.
Al-Quran surah Al-Alaq (surah ke-96) ayat 1-5.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
Bacalah dengan
(menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan.
خَلَقَ
الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ
Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah.
اقْرَأْ
وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
Bacalah, dan Tuhanmu
Yang Maha Pemurah.
الَّذِي
عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
Yang mengajar
(manusia) dengan perantaran kalam.
عَلَّمَ
الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Dia mengajar kepada
manusia apa yang tidak diketahuinya.
Spirit QS. Al ‘Ashr.
Dipadukan QS Al-Alaq 1-5.
Jadi basis kemajuan Islam.
Islam sebagai ajaran.
Dan sejarah peradaban.
Kaya etos atau tradisi keilmuan.
Ayat Al-Qur’an pertama turun.
Titik awal risalah Nabi Muhammad.
Yaitu “iqra”.
Pesan dan perintah.
Kegiatan intelektual.
Modernisme Muhammadiyah.
Lahir dari Islam.
Sejak lahir.
Islam jadi agama.
1)
Peradaban profetik.
2)
Kosmopolit (warga dunia).
3)
Humanis (mausia objek penting).
4)
Kultural (taat budaya).
5)
Saintifik (ilmiah).
Islam agama kemajuan.
Ubah daerah Yastrib pedesaan.
Jadi kota peradaban.
(Madinah Munawwarah).
“Dari tradisi iqra.
Lahir peradaban Islam:
1)
Maju.
2)
Kosmopolitan.
Islam meluas:
1)
Eropa Barat.
2)
Andalusia.
Kalau kita ke Granada.
Jejak Islam hebat,” tutur Guru Besar Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta.
(Sumber Muhammadiyah)
0 comments:
Post a Comment