API
DALAM LAUTAN
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan
tentang api yang terletak di dalam lautan menurut ajaran Islam?” Tim
gomuslim.com menjelaskannya.
1. Ada
api di dasar lautan terbukti dalam Al-Quran.
2. Al-Quran
memang bukan kitab suci yang menjelaskan secara spesifik tentang ilmu
pengetahuan (sains).
3. Tetapi,
hampir semua penemuan ilmiah abad terakhir sudah disebutkan dalam Alquran.
4. Salah
satunya seperti fenomena api di dasar lautan.
5. Al-Quran
surah At-Thur ( surah ke-52) ayat 1-6.
وَالطُّورِ
وَكِتَابٍ
مَسْطُورٍ
فِي رَقٍّ
مَنْشُورٍ
وَالْبَيْتِ
الْمَعْمُورِ
وَالسَّقْفِ الْمَرْفُوعِ
وَالْبَحْرِ
الْمَسْجُورِ
Demi bukit, dan
Kitab yang ditulis, pada lembaran yang terbuka, dan
demi Baitulmakmur, dan atap yang ditinggikan (langit), dan
laut yang di dalam tanahnya ada api.
6. Dalam Al-Quran
Surat At-Thur 9 (surah ke-52) ayat 1-6 Allahberfirman: "Demi bukit. Dan
Kitab yang ditulis. Pada lembaran yang terbuka. Dan Demi Baitul Makmur
(Ka'bah). Dan demi surga langit yang ditinggikan. Dan Demi laut, yang di dalam
tanahnya ada api."
7. Pada zaman
dahulu, ketika Al-Quran diturunkan, bangsa Arab belum bisa memahami isyarat
sumpah Allah: demi lautan yang di dalam tanahnya ada api ini.
8. Ketika
itu, mereka hanya mengetahui makna “sajara” sebagai menyalakan tungku
pembakaran hingga membuatnya panas atau mendidih.
9. Dalam
persepsi mereka, air dan panas adalah dua hal yang bertentangan.
10. Air
mematikan panas, sedangkan panas itu menguapkan air.
11. Tidak
mungkin kedua hal ini dapat berdampingan dalam sebuah ikatan yang kuat tanpa
ada yang rusak salah satunya.
12. Sejumlah
ahli tafsir pun meneliti makna dan arti bahasa kata kerja “sajara” selain
menyalakan sesuatu hingga membuatnya panas.
13. Mereka
ternyata menemukan makna dan arti lain dari kata “sajara,” yaitu “mala’a” dan
“kaffa” (memenuhi dan menahan).
14. Fenomena
api di dasar lautan ini pun mulai terbukti secara ilmiah ketika dua ahli
geologi berkebangsaan Rusia, Anatol Sbagovich dan Yuri Bagdanov bersama
rekannya ilmuwan Amerika Serikat (AS), Rona Clint meneliti tentang kerak bumi
dan patahannya di dasar laut pada pertengahan tahun 1990-an.
15. Mereka
menyelam ke dasar laut sedalam 1.750 kilometer di lepas pantai Miami.
16. Sbagovich
bersama kedua rekannya menggunakan kapal selam canggih yang kemudian
beristirahat di batu karang dasar laut.
17. Di
dasar laut itulah, mereka dikejutkan dengan fenomena aliran air yang sangat
panas mengalir ke arah retakan batu.
18. Kemudian
aliran air itu disertai dengan semburan lava cair panas menyembur layaknya api
didaratan, dan disertai dengan debu vulkanik layaknya asap kebakaran di
daratan.
19. Tidak
tanggung-tanggung panasnya suhu api vulkanis di dalam air tersebut ternyata
mencapai 231 derajat celcius.
20. Mereka
menemukan fakta bahwa fenomena alam itu terjadi akibat aliran lava vulkanis
yang terjadi di dasar laut, layaknya gunung api bila di daratan.
21. Dan
kemudian mereka menemukan lebih banyak lagi gunung api aktif di bawah laut,
yang tersebar diseluruh lautan.
22. Selain
itu, penjelasan terkait fenomena ini juga muncul ketika para peneliti turun dan
menyelam ke dasar laut dan samudera dalam rangka mencari alternatif berbagai
barang tambang.
23. Mereka
dikejutkan dengan rangkaian gunung berapi (volcanic mountain chain) yang
membentang berpuluh-puluh ribu kilometer di tengah-tengah seluruh samudera bumi
yang kemudian mereka sebut sebagai 'gunung-gunung tengah samudera'.
24. Dengan
mengkaji rangkaian gunung-gunung tengah samudera ini tampak jelas bahwa
gunung-gunung tengah samudera tersebut sebagian besar terdiri dari bebatuan
berapi (volcanic rocks) yang dapat meledak layaknya ledakan gunung berapi yang
dahsyat melalui sebuah jaring retak yang sangat besar.
25. Jaring
retak ini dapat merobek lapisan bebatuan bumi dan ia melingkupi bola bumi kita
secara sempurna dari segala arah dan terpusat di dalam dasar samudera dan
beberapa lautan yang kedalamannya mencapai 65 km.
26. Kedalaman
jaring retak ini menembus lapisan bebatuan bumi secara penuh hingga menyentuh
lapisan lunak bumi (lapisan bumi ketiga) yang memiliki unsur bebatuan yang
sangat elastis, semi cair, dan memiliki tingkat kepadatan dan kerekatan tinggi.
27. Bebatuan
lunak ini didorong oleh arus muatan yang panas ke dasar semua samudera dan
beberapa lautan semacam Laut Merah dengan suhu panas yang melebihi 1.000
derajat Celcius.
28. Batuan-batuan
elastis yang beratnya mencapai jutaan ton ini mendorong kedua sisi samudera
atau laut ke kanan dan ke kiri yang kemudian disebut oleh para ilmuwan dengan
"fenomena perluasan dasar laut dan samudera."
29. Dengan
terus berlangsungnya proses perluasan ini, maka wilayah-wilayah yang dihasilkan
oleh proses perluasan itupun penuh dengan magma bebatuan yang mampu menimbulkan
pendidihan di dasar samudera dan beberapa dasar laut.
30. Salah
satu fenomena yang mencengangkan para ilmuwan saat ini adalah bahwa meskipun
sebegitu banyak, air laut atau samudera tetap tidak mampu memadamkan bara api
magma tersebut.
31. Dan
magma yang sangat panas pun tidak mampu memanaskan air laut dan samudera.
32. Keseimbangan
dua hal yang berlawanan: air dan api di atas dasar samudera bumi, termasuk di
dalamnya Samudera Antartika Utara dan Selatan, dan dasar sejumlah lautan
seperti Laut Merah.
33. Fenomena
retakan di dasar lautan mengeluarkan lava.
34. Lava
tersebut menyebabkan air mendidih hingga suhunya lebih dari seribu derajat
Celcius.
35. Meskipun
suhu lava tersebut luar biasa tingginya, ia tidak bisa membuat air laut menguap,
dan walaupun air laut ini berlimpah-ruah, ia tidak bisa memadamkan api.
36. Sesungguhnya,
Al-Quran telah menyebutkan fakta itu sejak 1.400 tahun lalu.
37. Al-Quran
menjelaskan api di dalam lautan itu dengan istilah “Masjur.”
38. Dalam
bahasa Arab, “Masjur,” dimaknai dengan sesuatu yang berada di atas, dipanaskan
dari oleh panas di bawahnya.
39. Nabi Muhammad
bersabda: “Tidak ada yang mengarungi lautan kecuali orang yang berhaji,
berumrah atau orang yang berperang di jalan Allah. Sesungguhnya di bawah lautan
terdapat api dan di bawah api terdapat lautan,” (HR Abu Daud).
Daftar Pustaka
1. Internet.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment