ORANG
INGGRIS PERTAMA MASUK ISLAM
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. Kisah
Orang Inggris Pertama Masuk Islam Ditayangkan Kompas.com - 21/07/2012.
2. KOMPAS.com,
Perjalanan masuk Agama Islam di Inggris
sejak beberapa abad silam.
3. Kisah
William Henry Quilliam sebagai orang Inggris pertama yang menjadi muslim,
ditayangkan stasiun televisi BBC London.
4. Tayangan
selama 2 jam dalam 2 seri yang berjudul "Great British Islam" itu,
menyambut bulan suci Ramadan 1433 Hijriah tahun 2012.
5. Menurut
dia, tayangan "Great British Islam" sangat menginspirasi, dan banyak
hal yang menarik untuk dikomentari.
6. Dia
menilai, ketangguhan prinsip masyarakat Ingggris (British) terhadap prinsip
penghargaan keberagaman/pluralitas.
7. Mereka
juga memfasilitasi dan menghadirkannya sebagai diskursus di ruang publik
melalui media yang paling mudah diakses, yaitu televisi, ujar alumni Pondok
Modern Gontor Angkatan 1997.
8. Ia
mengatakan, perkembangan Islam di Inggris sejak abad 19 sekaligus membantah
tesis atau pandangan para Orientalis bahwa Islam berkembang melalui pedang
(peperangan).
9. Justru
yang terjadi di Inggris, sebagaimana juga terjadi di Indonesia, Islam sukses
berkembang melalui kemampuan "membumikan" nilai dan ajaran Islam
sesuai dengan konteks dan kebutuhan masyarakat lokal, ujar peneli dengan topik
"Islamism and Democracy" itu lagi.
10. Dalam
"Great British Islam", berupa tayangan dokumenter ini, bercerita
mengenai seorang tokoh kenamaan Inggris yang mencoba memahami Islam pada
pertengahan abad ke-19.
11. Bertempat
di sebuah bangunan yang kini sudah tampak kusam, William Henry Quilliam,
menemukan kedamaian di dalamnya.
12. Bangunan
bercat putih kusam dengan bagian pintu depan yang terlihat reyot dan pintu
belakang penuh dengan coretan grafiti, serta sarang burung dara dan jamur yang
melekat pada hampir seluruh permukaan dinding yang menyimpan cerita panjang
mengenai Islam di Negeri Ratu Elizabeth II.
13. Bangunan
yang menjadi saksi bisu sejarah perkembangan Islam di Inggris pada abad ke-19
dan 20 Masehi ini, adalah milik William Henry Quilliam yang menjadi fokus
menarik mengenai keberadaan Islam pertama kalinya di Inggris Raya.
14. Hakimul
mengatakan, Islam dalam konstruksi masyarakat Inggris saat itu identik dengan
kebodohan dan kepicikan ("narrow minded"), sehingga Quilliam
mendakwahkan Islam melalui bahasa ilmu pengetahuan.
15. Merujuk
sejarah tersebut, kesadaran yang perlu dibangun adalah kontekstualisasi Islam
mengatasi berbagai persoalan kekinian, bukan justru menjadi bagian masalah
kekinian.
16. "Jika
tidak, maka ancaman kebangkrutan niscaya terjadi, mengingat perkembangan Islam
di Inggris tidak terjadi dalam relasi penaklukkan atau peperangan sehingga
wajah Islam Inggris cenderung lebih lentur, fleksibel, dan egaliter," ujar
dia lagi.
17. Menurutnya,
sebagaimana di Indonesia, Islam berkembang di Inggris melalui proses kultural
yang dibangun melalui jaringan sosial dalam komunitas di tingkat lokal.
18. Karenanya,
Islam hadir dalam beragam wajah dan ekspresi di tengah keragaman sosial
masyarakat Inggris Raya.
19. Gelombang
besar migrasi ke penjuru wilayah Inggris Raya dalam beberapa dekade terakhir,
terutama awal abad 21, sekaligus menambah besar keragaman wajah Islam di
Inggris Raya, ujar Hakimul yang meraih gelar Master dari University of
Nottingham itu pula.
20. Sang
Penyair William Henry Quilliam menurut laman Wikipedia adalah pria kelahiran
Liverpool, 10 April 1856 yang berasal dari keluarga kaya raya.
21. Ayahnya,
Robert Quilliam, adalah seorang pembuat jam. Sejak kecil William sudah
mendapatkan pendidikan yang memadai, dan oleh kedua orang tuanya disekolahkan
di Liverpool Institute dan King William’s College.
22. Pada
kedua lembaga pendidikan ini, ia mempelajari bidang hukum, dan pada 1878,
William memulai karier sebagai seorang pengacara.
23. William
tumbuh dan dibesarkan sebagai seorang Kristen. Agama Islam baru dikenalnya
ketika ia mengunjungi wilayah Prancis selatan pada 1882.
24. Sejak
saat itu, dia mulai banyak mempelajari mengenai Islam dan ajarannya.
Ketertarikannya terhadap Islam semakin bertambah saat ia berkunjung ke Aljazair
dan Tunisia.
25. Sekembalinya
dari mengunjungi Maroko, William merealisasikan keinginannya untuk berpindah
keyakinan ke agama Islam.
26. Setelah
masuk Islam, ia mengganti namanya menjadi Abdullah Quilliam. Usai menyandang
nama baru ini, William gencar mempromosikan ajaran Islam kepada masyarakat
Liverpool.
27. Untuk
mendukung syiar Islam di kota tempat kelahiran The Beatles itu, William
mendirikan lembaga bagi mereka yang ingin mengetahui dan belajar tentang Islam.
Pada 1889, ia pun mendirikan Liverpool Muslim Institute.
28. Tak
hanya sebatas menjadi pusat informasi Islam, Abdullah kemudian memfungsikan
bangunan Liverpool Muslim Institute menjadi tempat beribadah bagi komunitas
Muslim Liverpool.
29. Bangunan
itu mampu menampung sekitar seratus orang jemaah.
30. Pendirian
masjid ini kemudian diikuti oleh pendirian sebuah perguruan tinggi Islam di
Kota Liverpool, dan sebuah panti asuhan bernama Madina House.
31. Pimpinan
perguruan tinggi Islam itu, Abdullah menunjuk Haschem Wilde dan Nasrullah
Warren.
32. Sebagaimana
pujangga Inggris William Shakespeare, William Henry Quilliam/Abdullah Quilliam
ini dikenal aktif sebagai penulis sastra, dan berupaya menarik simpati
masyarakat non-Muslim di Liverpool melalui karyanya.
33. Dalam
rentang waktu sepuluh tahun, dia berhasil mengislamkan lebih dari 150 warga
asli Inggris, baik dari kalangan ilmuwan, intelektual, maupun para pemuka
masyarakat termasuk ibunya yang semula seorang aktivis Kristen.
34. Berbagai
tulisannya mengenai Islam diterbitkan melalui media The Islamic Review dan The
Crescent yang terbit dari 1893 hingga 1908 dan beredar luas secara
internasional.
35. Harian
The Independent menulis bahwa William memanfaatkan ruang bawah tanah masjid
sebagai tempat untuk mencetak karya-karya tulisnya. William menerbitkan tiga
edisi buku dengan judul The Faith of Islam pada 1899.
36. Bukunya
ini sudah diterjemahkan ke dalam 13 bahasa dunia. Ratu Victoria dan penguasa
Mesir termasuk di antara tokoh dunia yang pernah membaca bukunya.
37. Berkat
The Faith of Islam, dalam waktu singkat nama Abdullah Quilliam dikenal luas di
seluruh negeri-negeri Muslim.
38. Dia
juga menjalin hubungan dengan komunitas
Muslim di Afrika Barat, dan mendapatkan penghargaan dari pemimpin dunia Islam.
39. Bahkan,
ia mendapat gelar Syekh al-Islam dari Sultan Ottoman (Turki Usmani), Abdul
Hamid II, pada 1894, dan diangkat sebagai Atase Khusus Negeri Persia untuk
Liverpool.
(Sumber: internet)
0 comments:
Post a Comment