MINUMAN KERAS YANG
LALU DIMAAFKAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Al-Quran surah Al-Maidah
(surah ke-5) ayat 93.
لَيْسَ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا
الصَّالِحَاتِ جُنَاحٌ فِيمَا طَعِمُوا إِذَا مَا اتَّقَوْا وَآمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ
ثُمَّ اتَّقَوْا وَآمَنُوا ثُمَّ اتَّقَوْا وَأَحْسَنُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
Tidak ada dosa bagi orang
yang beriman dan mengerjakan amal saleh karena memakan makanan yang telah
mereka makan dahulu, apabila mereka bertakwa serta beriman, dan mengerjakan
amalan-amalan yang saleh, lalu mereka tetap bertakwa dan beriman, kemudian
mereka (tetap juga) bertakwa dan berbuat kebajikan. Dan Allah menyukai
orang-orang yang berbuat kebajikan.
2. Asbabun nuzul
(penyebab turunnya) surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 93.
1) Anas menjelaskan setelah
turun larangan minuman keras, maka para sahabat membuang semua minuman keras
yang dimiliki, sehingga jalanan Madinah menjadi basah.
2) Muncul perdebatan
tentang para sahabat yang gugur mati syahid dalam perang, tetapi di dalam perutnya
terdapat minuman keras.
3) Kemudian turun ayat 93
ini, yang menjelaskan Allah mengampuni orang yang minum minuman keras pada zaman
dahulu.
Daftar Pustaka
1. Hatta, DR. Ahmad.
Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit
Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2. Al-Quran Digital,
Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment