Tuesday, April 7, 2020

4098. ARTI UMUR MANUSIA


ARTI UMUR MANUSIA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
1.    Kata “umur” diambil dari akar kata yang sama dengan “makmur”.
2.    Kata “umur” dan “makmur” keduanya harus menggambarkan kemakmuran,  kebahagiaan,  serta kesejahteraan jasmani dan rohani.
3.    Aktivitas manusia sangat berkaitan erat dengan umurnya, termasuk dalam hal panjang dan pendek usianya.
4.    Banyak orang keliru memahami penegasan Allah,”Jika ajal telah datang, maka usia tidak dapat ditunda dan tidak pula dapat dipercepat”.

5.    Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 34.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

       Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.
6.    Kesalahpahaman tersebut mengantarkan kepada penolakan usaha memperpanjang umur.
7.    Dan menyalahkan redaksi,”Pemerintah telah berhasil menekan angka kematian dan memperpanjang harapan hidup.”
8.    Umat Islam harus yakin usia ditentukan oleh Allah.
9.    Bukan berarti usaha memperpanjang usia tidak akan berhasil.
10. Usaha manusia akan berhasil apabila direstui oleh Allah.
11. Hal itu disebut sunatullah.
12. Sunatullah adalah hukum Allah yang berlaku di alam semesta.
13. Usaha manusia dalam bidang apa pun dan dengan cara apa pun, asalkan sejalan dengan sunatullah pastilah berbuah, termasuk usaha memperpanjang usia.
14. Rasulullah bersabda,”Siapa yang berkeinginan memperpanjang usianya dan memperluas rezekinya, hendaklah dia menghubungkan silaturahmi”.
15. Agaknya hadis Nabi ini sejalan dengan anjuran para ahli kesehatan dan pengusaha.
16. “Hindari stres dan menjalin hubungan akrab, niscaya rezeki akan datang melimpah dan hidup menjadi tenang, sehingga usia dapat bertambah”.
17. Al-Quran tidak menuliskan redaksi yang dapat diterjemahkan, “Aku (Allah) memanjangkan usia”.
18. Redaksi yang digunakan oleh AI-Quran adalah,”Kami memanjangkan usia”.

19. Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 37.

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ

      Dan mereka berteriak di dalam neraka itu,”Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang shaleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepadamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.

20. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 96.

وَلَتَجِدَنَّهُمْ أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ الْعَذَابِ أَنْ يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
  
     Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.

21. Al-Quran surah Ya Sin (surah ke-36) ayat 68.

وَمَنْ نُعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِي الْخَلْقِ ۖ أَفَلَا يَعْقِلُونَ
      
     Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian (nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

22. Al-Quran surah Fathir (surah ke-35) ayat 11.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ مِنْ نُطْفَةٍ ثُمَّ جَعَلَكُمْ أَزْوَاجًا ۚ وَمَا تَحْمِلُ مِنْ أُنْثَىٰ وَلَا تَضَعُ إِلَّا بِعِلْمِهِ ۚ وَمَا يُعَمَّرُ مِنْ مُعَمَّرٍ وَلَا يُنْقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلَّا فِي كِتَابٍ ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ

       Dan Allah menciptakanmu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikanmu berpasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuanpun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lohmahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah.
23. Redaksi yang digunakan Al-Quran memberi kesan manusia dapat terlibat usaha memperpanjang atau mempendek umurnya.
24. Rasulullah bersabda,”Ikatlah terlebih dahulu untamu, setelah kamu berusaha, kemudian berserah dirilah kepada  kepada Allah”.
25. Sebaiknya semua manusia berusaha memperpanjang umurnya dan mengisi umurnya dengan perbuatan baik bermanfaat sesama manusia dan sesama makhluk Allah di seluruh alam semesta.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.   
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment