WAJIB MENJAGA HARGA DIRI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A. Setiap muslim
wajib menjaga kehormatan dan harga dirinya.
1. Ajaran Islam
mengajar manusia untuk melindungi kehormatan dan harga dirinya.
2. Ibnu Mas'ud memandang
Ka'bah dan berkata,”Betapa agungnya engkau dan betapa pula agungnya kehormatanmu,
tetapi orang mukmin lebih agung kehormatannya dibanding engkau."
3. Rasulullah berkhotbah
dalam haji wada,”Sesungguhnya harta bendamu, kehormatanmu, dan darahmu adalah haram,
sehingga kamu harus melindunginya, seperti haramnya hari ini di bulan ini dan
di negeri ini."
4. Islam
melindungi kehormatan seseorang dari omongan yang tidak disukainya yaitu gibah,
padahal omongannya benar.
5. Islam melarang
gibah, meskipun sesuai dengan kenyataannya, tetapi orangnya tidak menyukainya.
6. Fitnah tambah
dilarang dalam lslam, karena fitnah tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
7. Rasulullah bersabda,”Barang
siapa memfitnah menjelekkan seseorang dengan sesuatu yang tidak ada padanya,
maka Allah akan menahan dia dalam neraka jahanam, sampai dia menjelaskan apa yang
dia omongkan." .
8. Al-Quran
surah Al-Ahzab (surah ke-33) ayat 58.
وَٱلَّذِينَ
يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ
ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًا
Dan orang yang menyakiti orang mukmin dan
mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah
memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
9.
Islam melarang seseorang menuduh orang lain tanpa bukti jelas.
10. Al-Quran
surah An-Nur (surah ke-24) ayat 23-25.
إِنَّ ٱلَّذِينَ
يَرْمُونَ ٱلْمُحْصَنَٰتِ ٱلْغَٰفِلَٰتِ ٱلْمُؤْمِنَٰتِ لُعِنُوا۟ فِى ٱلدُّنْيَا
وَٱلْءَاخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ
وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا۟ يَعْمَلُونَ
يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ ٱللَّهُ دِينَهُمُ
ٱلْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلْحَقُّ ٱلْمُبِينُ
Sesungguhnya orang yang menuduh wanita baik-baik,
yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia dan
akhirat, dan bagi mereka azab yang besar, pada hari
(ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa
yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu,
Allah akan memberi mereka balasan yang setimpal menurut semestinya, dan tahulah
mereka bahwa Allah Yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesuatu menurut
hakikat sebenarnya).
11. Al-Quran surah An-Nur (surah ke-24) ayat 19.
إِنَّ
ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ
لَا تَعْلَمُونَ
Sesungguhnya
orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di
kalangan orang-orang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di
akhirat. Dan Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.
Daftar Pustaka.
- Qardhawi, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam
Islam. Alih bahasa: H. Mu'ammal Hamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993.
- Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
- Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment