BELAH BAMBU DALAM POLITIK
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Teori Belah Bambu
Ketika
seseorang akan membelah sebuah bambu.
Biasanya
belahan bambu yang satu diangkat ke atas dengan tangan.
Dan
belahan yang lain diinjak ke bawah dengan kaki.
Pada
giliran berikutnya, belahan bambu yang tadi diinjak, akan giliran diangkat.
Sedangkan
belahan yang sudah diangkat, sekarang giliran diinjak.
TEORI BELAH
BAMBU UNTUK MEMPERTAHANKAN KEKUASAAN
Dalam
usaha melanggengkan kekuasaan, tidak jarang suatu pemerintahan memakai teori belah
bambu.
Sebagian
kelompok diinjak, ditekan, dan dihancurkan.
Tetapi
sebagian kelompok yang lain diangkat, diberi fasilitas, dan diistimewakan.
Pemakaian
teori itu, digunakan untuk melemahkan pihak yang dianggap akan membahayakan kekuasaannya.
Teori
ini dipakai untuk melanggengkan kekuasaan.
Kondisi
masyarakat yang cair, sangat memungkinkan upaya melanggengkan kekuasaan dengan segala
cara.
Misalnya,
kelompok yang anti pemerintah, akan dilemahkan dan ditindas.
Bahkan
partai politik yang diharapkan bisa kritis pun dapat dilemahkan.
Jika
hal seperti ini yang terjadi, maka sungguh kondisi yang sangat menakutkan bagi perbaikan
bangsa.
Kalau
semua pihak sudah lemah, maka tinggal mengeruk semua kekayaan alam kita dengan berbagai
keputusan yang merugikan rakyat dan bangsa.
(Sumber:
internet)
0 comments:
Post a Comment