ROH MANUSIA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Kata “roh” (menurut KBBI V) dapat diartikan
“sesuatu (unsur) yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai
penyebab adanya hidup (kehidupan)”, “nyawa”,
“makhluk hidup yang tidak berjasad, tetapi berpikiran dan beperasaan (malaikat,
jin, setan, dan sebaginya)”, “semangat”, “spirit”.
2. Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat
85.
Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakan: "Roh itu
termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan
sedikit".
3. Kata
“roh” terulang dalam
Al-Quran sebanyak 24
kali dengan berbagai konteks
dan berbagai makna, dan tidak semua berkaitan dengan
manusia.
4. Dalam
surah Al-Qadar membicarakan
tentang turunnya malaikat
dan roh pada malam lailatul kadar.
5. Kata roh yang dikaitkan dengan manusia
juga dalam konteks yang bermacam-macam.
6. Ada
yang hanya dianugerahkan
Allah kepada manusia pilihan-Nya.
7. Al-Quran surah Al-Mukmin (surah ke-40)
ayat 15.
رَفِيعُ
الدَّرَجَاتِ ذُو الْعَرْشِ يُلْقِي الرُّوحَ مِنْ أَمْرِهِ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ مِنْ
عِبَادِهِ لِيُنْذِرَ يَوْمَ التَّلَاقِ
(Dia) Yang Maha Tinggi
derajat-Nya, Yang mempunyai Arasy, Yang mengutus Jibril dengan (membawa)
perintah-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya,
supaya dia memperingatkan (manusia) tentang hari pertemuan (hari kiamat),
8. Al-Quran surah Al-Mujadilah (surah ke-58)
ayat 22.
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ
بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ
كَانُوا آبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ ۚ أُولَٰئِكَ
كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ وَأَيَّدَهُمْ بِرُوحٍ مِنْهُ ۖ وَيُدْخِلُهُمْ
جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ رَضِيَ اللَّهُ
عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ اللَّهِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ اللَّهِ
هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Kamu tidak akan
mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling
berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya,
sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau
pun keluarga mereka. Mereka itu orang-orang yang Allah telah menanamkan
keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang
daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di
bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan
mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) -Nya. Mereka itu golongan
Allah. Ketahui, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang
beruntung.
9. Sebagian ulama memhami sebagai wahyu yang
dibawa malaikat Jibril, dan ada juga
yang dianugerahkannya kepada
orang-orang Mukmin.
10. Dapat dipahami sebagai
dukungan dan peneguhan hati
atau kekuatan batin dan ada juga yang dianugerahkannya
kepada seluruh manusia.
11. Sebagian
ulama berpendapat “Kuhembuskan kepadanya dan roh-Ku”, artinya adalah nyawa.
12. Tetapi ada yang menolaknya, karena dalam surah Al-Mukminun dijelaskan bahwa
dengan ditiupkannya roh, maka
menjadi makhluk ini “khalq akhar”
(makhluk yang unik), yang berbeda dari makhluk lain.
13. Padahal nyawa juga dimiliki oleh orang utan,
misalnya.
14. Sehingga nyawa bukan unsur yang
menjadikan manusia makhluk yang unik.
15. Al-Quran berbicara tentang roh dalam
makna yang beraneka ragam, sehingga sulit untuk menetapkan makna dan
substansinya.
16. Dalam beberapa hadis, ada disinggung
tentang roh.
17. Rasulullah bersabda bahwa roh adalah himpunan
yang terorganisasi, yang saling mengenal akan bergabung, dan yang tidak saling mengenal
akan berselisih.
18. Hadis di atas sering dirangkaikan dengan ungkapan
yang dikenal luas dalam literatur keagamaan, “Burung-burung akan bergabung
dengan sesama jenisnya.”
19. Hadis ini, sekali lagi tidak membicarakan
tentang roh.
20. Hadis ini mengisyaratkan tentang
keanekaragamannya, dan manusia mempunyai kecenderungan yang
berbeda-beda, dan setiap pemilik kecenderungan jiwanya akan bergabung
dengan sesamanya.
21. Kesmpulannya: Katakan, "Roh adalah
urusan Tuhan-Ku." Kamu tidak
diberi pengetahuan kecuali sedikit.
Daftar Pustaka
1.
Shihab,
M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2.
Shihab,
M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan
Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.
Shihab,
M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.
Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.
Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment