SAKSI HARTA ALMARHUM
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M.

1. Al-Quran surah Al-Maidah
(surah ke-5) ayat 106.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا شَهَادَةُ
بَيْنِكُمْ إِذَا حَضَرَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ حِينَ الْوَصِيَّةِ اثْنَانِ ذَوَا عَدْلٍ
مِنْكُمْ أَوْ آخَرَانِ مِنْ غَيْرِكُمْ إِنْ أَنْتُمْ ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَأَصَابَتْكُمْ
مُصِيبَةُ الْمَوْتِ ۚ تَحْبِسُونَهُمَا مِنْ بَعْدِ الصَّلَاةِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ
إِنِ ارْتَبْتُمْ لَا نَشْتَرِي بِهِ ثَمَنًا وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۙ وَلَا نَكْتُمُ
شَهَادَةَ اللَّهِ إِنَّا إِذًا لَمِنَ الْآثِمِينَ
Hai orang-orang yang
beriman, jika salah seorang di antaramu
menghadapi kematian, sedangkan dia akan berwasiat, maka hendkalah wasiat itu
disaksikan oleh 2 orang yang adil di antaramu, atau 2 orang berbeda agama
denganmu, jika kamu dalam perjalanan di bumi lalu kamu ditimpa kematian, kamu
tahan 2 saksi itu setelah salat (untuk bersumpah), lalu mereka bersumpah dengan
nama Allah jika kamu ragu-ragu: "(Demi Allah) kami tidak mengambil
keuntungan sumpah ini, meskipun dia kerabat, dan kami tidak menyembunyikan kesaksian
Allah; sesungguhnya kami jika demikian tentu termasuk orang yang berdosa".
2. Al-Quran surah Al-Maidah
(surah ke-5) ayat 107.
فَإِنْ عُثِرَ عَلَىٰ أَنَّهُمَا
اسْتَحَقَّا إِثْمًا فَآخَرَانِ يَقُومَانِ مَقَامَهُمَا مِنَ الَّذِينَ اسْتَحَقَّ
عَلَيْهِمُ الْأَوْلَيَانِ فَيُقْسِمَانِ بِاللَّهِ لَشَهَادَتُنَا أَحَقُّ مِنْ شَهَادَتِهِمَا
وَمَا اعْتَدَيْنَا إِنَّا إِذًا لَمِنَ الظَّالِمِينَ
Jika 2 saksi itu berbuat
dosa, maka 2 orang mengganatikan kedudukannya, yaitu ahli waris yang berhak dan
lebih dekat kepada yang mati, lalu keduanya bersumpah dengan nama Allah, "Sungguh,
kesaksian kami lebih layak daripada kesaksian 2 saksi itu, dan kami tidak
melanggar batas. Sungguh kami jika demikian tentu termasuk orang yang zalim".
3. Al-Quran surah Al-Maidah
(surah ke-5) ayat 108.
ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِالشَّهَادَةِ
عَلَىٰ وَجْهِهَا أَوْ يَخَافُوا أَنْ تُرَدَّ أَيْمَانٌ بَعْدَ أَيْمَانِهِمْ ۗ وَاتَّقُوا
اللَّهَ وَاسْمَعُوا ۗ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Cara itu lebih patut untuk menjadi saksi
menurut yang sebenarnya, dan mereka merasa takut akan dikembalikan sumpahnya
(kepada ahli waris) setelah mereka bersumpah. Bertakwalah kepada Allah dan
dengarkan (perintah-Nya). Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang fasik.
4. Asbabun nuzul
(penyebab turunnya) surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 106, 107, dan 108.
1) Ibnu Abbas menjelsakan
pada suatu hari pria Bani Sahmin pergi keluaar daerah dengan Tamim Ad-Dari dan Addin
bin Bada’.
2) Pria Bani Sahmin wafat
di wilayah berpenduduk Islam.
3) Saat Ad-Dari dan Addin
bin Bada’ menyerahkan harta almarhum kepada ahli warisnya.
4) Pihak ahli waris
merasa kehilangan sebuah bejana emas.
5) Ahli waris melaporkan kasusnya
kepada Rasulullah.
6) Rasulullah menyumpah orang
yang menyerahkan harta warisan dan mereka pun berani bersumpah.
7) Tak lama kemudian,
bejana emas ditemukan di Mekah.
8) Orang yang membeli
emas mengaku membelinya dari Ad-dari dan Addi.
9) Pembeli emas dijadikan
sakasi.
10) Kemudian turun ayat
106, 107 dan 108 ini.
Daftar Pustaka
1. Hatta, DR. Ahmad.
Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit
Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2. Al-Quran Digital,
Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment