Saturday, February 22, 2020

4503. METODE MA'TSUR


METODE MA’TSUR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Metodologi adalah ilmu tentang metode atau uraian tentang metode.
2.    Metode ialah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
3.    Tafsir adalah keterangan (penjelasan) tentang ayat Al-Quran agar maksudnya lebih mudah dipahami.
4.    Metodologi tafsir Al-Quran ialah uraian tentang metode dalam penafsiran Al-Quran.
5.    Al-Quran ialah sumber utama ajaran Islam.
6.    Al-Quran menempati posisi sentral dalam perkembangan dan pengembangan ilmu keislaman.
7.    Al-Quran adalah inspirator, pemandu,  dan pemadu gerakan umat Islam sepanjang sejarah.
8.    Pemahaman ayat Al-Quran melalui penafsiran mempunyai peranan yang sangat besar bagi kemajuan umat Islam.
9.    Penafsiran dapat mencerminkan perkembangan serta corak pemikiran umat Islam.

A.   Metode Ma’tsur.
1.    Metode Ma’tsur adalah metode penafsiran ayat Al-Quran berdasarkan kebahasaan dan riwayat.       
2.    Para sahabat ketika gagal menemukan penjelasan Rasulullah, mereka merujuk kepada penggunaan bahasa dan syair Arab.
3.    Misalnya, Umar bin Khattab bertanya kepada para sahabat lain tentang arti “takhawwuf” dalam firman Allah.
1)    Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat 47.

atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa). Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2)    Seorang Arab kabilah Huzail menjelaskan  “takhawwuf” artinya “pengurangan”, berdasarkan penggunaan bahasa dalam  dengan syair pra-Islam.
3)    Umar bin Khattab puas dan menganjurkan mempelajari syair untuk memahami Al-Quran.

10. Zaman para tabiin dan tabiut tabiin masih mengandalkan metode periwayatan dan kebahasaan seperti sebelumnya.
11. Tabiin ialah zaman penganut Islam setelah zaman para sahabat.
12. Para sahabat adalah orang Islam yang hidup sezaman dengan Rasulullah.
13. Tabiut tabiin adalah generasi setelah tabiin.
14. Artinya para tabiut tabiin ialah pengikut para tabiin.
15. Tabiut tabiin adalah orang Islam teman sepergaulan para tabiin yang tidak mengalami masa hidup sahabat Rasulullah.
16. Generasi terbaik dalam sejarah Islam ialah para sahabat, para generasi tabiin, dan para tabiut tabiin.
17. Para sahabat yang terakhir wafat sekitar tahun 90 Hijriah.
18. Para tabiin yang terakhir wafat sekitar tahun 120 Hijriah.
19. Tabiut tabiin adalah murid para tabiin.
20. Tabiut tabiin adalah orang Islam dewasa yang pernah berguru pada para tabiin dan sampai wafatnya beragama Islam.
21. Para tabiin yang ditemui para tabiut tabiin harus masih sehat ingatannya.
22. Keunggulan metode kebahasaan.
1)    Menekankan pentingnya bahasa dalam memahami Al-Quran.
2)    Memaparkan ketelitian redaksi ayat ketika menyampaikan pesan-pesannya.
3)    Mengikat mufasir dalam bingkai teks ayat, sehingga membatasi terjerumus dalam subjektivitas berlebihan.

23. Kelemahan metode kebahasaan.
1)    Para mufasir dapat terjerumus dalam uraian kebahasaan dan kesusasteraan yang bertele-tele sehingga pokok Al-Quran menjadi kabur.
2)    Konteks turunnya ayat Al-Quran atau uraian “asbabun nuzul” dalam sisi kronologis turunnya ayat hukum yang dipahami dari uraian “nasikh” dan “mansukh” hampir terabaikan, seakan-akan ayat Al-Quran turun dalam masyarakat tanpa budaya.

24. Mengandalkan bahasa dan menguraikan ketelitiannya amat wajar.
25. Karena penguasaan dan rasa bahasa mereka masih baik, dan mereka ingin membuktikan kemukjizatan Al-Quran dari segi bahasanya.
26. Tetapi menerapkan metode kebahasaan dan membuktikan kemukjizatan untuk masa kini, agaknya sulit karena orang Arab sudah kehilangan kemampuan dan rasa bahasa, apalagi orang non-Arab.

27. Kelemahan metode periwayatan.  
1)    lnfo kesejarahannya luas, sehingga ada yang menyampaikan riwayat tanpa melakukan penyeleksian yang ketat.
2)    Imam Ahmad menilai bahwa tafsir yang berdasarkan riwayat, seperti halnya riwayat tentang peperangan dan kepahlawanan, semuanya tidak mempunyai dasar yang kokoh.
3)    Para ahli riwayat berkata,”Kami hanya menyampaikan dan silakan meneliti kebenarannya".
4)    Pegangan ini, secara umum, melemahkan metode riwayat, meskipun sanad dari suatu riwayat sering dapat ditemukan, tetapi sebagian lainnya tanpa sanad.
5)    Yang ditemui sanadnya pun membutuhkan penelitian cukup panjang untuk menetapkan kelemahan dan kesahihannya.
6)    Sering disibukkan dengan pendapat A dan B, sehingga pesan ayat terlupakan.

28. Cukup beralasan sikap generasi lalu ketika mengandalkan riwayat dalam penafsiran Al-Quran.
29. Generasi mereka dengan generasi para sahabat dan tabiin masih cukup dekat dan laju perubahan sosial dan perkembangan ilmu belum sepesat masa kini, sehingga tidak terlalu jauh jurang antara mereka.
30. Juga penghormatan kepada sahabat, sebagai murid langsung rasulullah dan orang-orang berjasa.
31. Penghormatan terhadap tabi'in sebagai generasi peringkat ke-2 dan sebaik-baik generasi, masih sangat berkesan dalam jiwa mereka.
32. Artinya pengakuan keistimewaan generasi terdahulu atas generasi berikutnya masih cukup mantap.
33. Zaman sekarang sangat berbdea, sehingga memakai metode riwayat membutuhkan pengembangan dengan seleksi yang cukup ketat.



Related Posts:

0 comments:

Post a Comment