METODE MA’TSUR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
1. Metodologi adalah ilmu tentang metode
atau uraian tentang metode.
2. Metode ialah cara teratur yang digunakan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki.
3. Tafsir adalah keterangan (penjelasan)
tentang ayat Al-Quran agar maksudnya lebih mudah dipahami.
4. Metodologi tafsir Al-Quran ialah uraian
tentang metode dalam penafsiran Al-Quran.
5. Al-Quran ialah sumber utama ajaran Islam.
6. Al-Quran menempati posisi sentral dalam
perkembangan dan pengembangan ilmu keislaman.
7. Al-Quran adalah inspirator, pemandu, dan pemadu gerakan umat Islam sepanjang sejarah.
8. Pemahaman ayat Al-Quran melalui penafsiran
mempunyai peranan yang sangat besar bagi kemajuan umat Islam.
9. Penafsiran dapat mencerminkan
perkembangan serta corak pemikiran umat Islam.
A. Metode Ma’tsur.
1. Metode Ma’tsur adalah metode penafsiran
ayat Al-Quran berdasarkan kebahasaan dan riwayat.
2. Para sahabat ketika gagal menemukan
penjelasan Rasulullah, mereka merujuk kepada penggunaan bahasa dan syair Arab.
3. Misalnya, Umar bin Khattab bertanya kepada
para sahabat lain tentang arti “takhawwuf” dalam firman Allah.
1) Al-Quran surah An-Nahl (surah ke-16) ayat
47.
atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai binasa).
Maka sesungguhnya Tuhanmu adalah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
2) Seorang Arab kabilah Huzail
menjelaskan “takhawwuf” artinya “pengurangan”,
berdasarkan penggunaan bahasa dalam dengan syair pra-Islam.
3) Umar bin Khattab puas dan menganjurkan mempelajari
syair untuk memahami Al-Quran.
10. Zaman para tabiin dan tabiut tabiin masih
mengandalkan metode periwayatan dan kebahasaan seperti sebelumnya.
11. Tabiin ialah zaman penganut Islam setelah
zaman para sahabat.
12. Para sahabat adalah orang Islam yang
hidup sezaman dengan Rasulullah.
13. Tabiut tabiin adalah generasi setelah tabiin.
14. Artinya para tabiut tabiin ialah pengikut
para tabiin.
15. Tabiut tabiin adalah orang Islam teman
sepergaulan para tabiin yang tidak mengalami masa hidup sahabat Rasulullah.
16. Generasi terbaik dalam sejarah Islam ialah
para sahabat, para generasi tabiin, dan para tabiut tabiin.
17. Para sahabat yang terakhir wafat sekitar
tahun 90 Hijriah.
18. Para tabiin yang terakhir wafat sekitar
tahun 120 Hijriah.
19. Tabiut tabiin adalah murid para tabiin.
20. Tabiut tabiin adalah orang Islam dewasa
yang pernah berguru pada para tabiin dan sampai wafatnya beragama Islam.
21. Para tabiin yang ditemui para tabiut tabiin
harus masih sehat ingatannya.
22. Keunggulan metode kebahasaan.
1) Menekankan pentingnya bahasa dalam
memahami Al-Quran.
2) Memaparkan ketelitian redaksi ayat ketika
menyampaikan pesan-pesannya.
3) Mengikat mufasir dalam bingkai teks ayat,
sehingga membatasi terjerumus dalam subjektivitas berlebihan.
23. Kelemahan metode kebahasaan.
1) Para mufasir dapat terjerumus dalam
uraian kebahasaan dan kesusasteraan yang bertele-tele sehingga pokok Al-Quran
menjadi kabur.
2) Konteks turunnya ayat Al-Quran atau uraian
“asbabun nuzul” dalam sisi kronologis turunnya ayat hukum yang dipahami dari
uraian “nasikh” dan “mansukh” hampir terabaikan, seakan-akan ayat Al-Quran turun
dalam masyarakat tanpa budaya.
24. Mengandalkan bahasa dan menguraikan
ketelitiannya amat wajar.
25. Karena penguasaan dan rasa bahasa mereka
masih baik, dan mereka ingin membuktikan kemukjizatan Al-Quran dari segi
bahasanya.
26. Tetapi menerapkan metode kebahasaan dan membuktikan
kemukjizatan untuk masa kini, agaknya sulit karena orang Arab sudah kehilangan
kemampuan dan rasa bahasa, apalagi orang non-Arab.
27. Kelemahan metode periwayatan.
1) lnfo kesejarahannya luas, sehingga ada yang
menyampaikan riwayat tanpa melakukan penyeleksian yang ketat.
2) Imam Ahmad menilai bahwa tafsir yang
berdasarkan riwayat, seperti halnya riwayat tentang peperangan dan
kepahlawanan, semuanya tidak mempunyai dasar yang kokoh.
3) Para ahli riwayat berkata,”Kami hanya menyampaikan
dan silakan meneliti kebenarannya".
4) Pegangan ini, secara umum, melemahkan
metode riwayat, meskipun sanad dari suatu riwayat sering dapat ditemukan,
tetapi sebagian lainnya tanpa sanad.
5) Yang ditemui sanadnya pun membutuhkan
penelitian cukup panjang untuk menetapkan kelemahan dan kesahihannya.
6) Sering disibukkan dengan pendapat A dan B,
sehingga pesan ayat terlupakan.
28. Cukup beralasan sikap generasi lalu
ketika mengandalkan riwayat dalam penafsiran Al-Quran.
29. Generasi mereka dengan generasi para
sahabat dan tabiin masih cukup dekat dan laju perubahan sosial dan perkembangan
ilmu belum sepesat masa kini, sehingga tidak terlalu jauh jurang antara mereka.
30. Juga penghormatan kepada sahabat, sebagai
murid langsung rasulullah dan orang-orang berjasa.
31. Penghormatan terhadap tabi'in sebagai
generasi peringkat ke-2 dan sebaik-baik generasi, masih sangat berkesan dalam
jiwa mereka.
32. Artinya pengakuan keistimewaan generasi
terdahulu atas generasi berikutnya masih cukup mantap.
33. Zaman sekarang sangat berbdea, sehingga
memakai metode riwayat membutuhkan pengembangan dengan seleksi yang cukup
ketat.
0 comments:
Post a Comment