Khutbah Jumat, 24-4-2020
“PUASA RAMADAN”
Khutbah-1
الْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين
إِنَّ الْحَمْدَ
للهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْر
أَنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أَعْمَاِلنَا مَنْ يَهْدِ
اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَ مَنْ يُضْلِلْ
فَلاَ هَادِيَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ
وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلىَ اَلِهِ وَ أَصْحَابِهِ
وَ مَنْ
تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ
حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُون
Para jamaah yang berbahagia,
1. Marilah
kita selalu meningkatkan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua
perintah-Nya dan mMenjauhi segala larangan-Nya.
Para jamaah yang berbahagia.
2. Pada
tahun ke-2 Hijriah turun perintah berpuasa Ramadan, ketika Rasulullah berumur
55 tahun.
3. Perintah
awal puasa Ramadan turun pada bulan Syakban, sebulan sebelum bulan Ramadan, tahun
ke-2 Hijriah.
4. Al-Quran
surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 183.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَتَّقُونَ
Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
5. Umat
lslam mengerjakan salat Idul Fitri ke-1 tahun ke-2 Hijriah dalam suasana
kemenangan Perang Badar.
6. Sebanyak
313 pasukan muslim dapat mengalahkan 1.000 pasukan kafir Quraisy pada Perang
Badar, sekitar 150 km dari kota Madinah.
7. Bulan
Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Islam.
8. Kalender
Hijriah (Kalender Islam) dimulai sejak Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke
Madinah.
9. Pada sistem
kalender Masehi, sebuah hari atau tanggal dimulai pukul 00.00 dan berakhir
pukul 24.00 waktu setempat.
10. Pada sistem
kalender Hijriah, sebuah hari atau tanggal diawali saat Magrib dan diakhiri
waktu matahari terbenam.
11. Puasa
adalah menahan dari segala yang membatalkan, selama satu hari, sejak terbit
fajar sampai matahari terbenam, dengan niat dan beberapa syarat.
12. Wajib berpuasa Ramadan.
1) Orang
berakal.
2) Akil
Balig.
3) Kuat
berpuasa.
13. Syarat sah puasa.
1) Beragama
Islam.
2) Mumayiz
(dapat membedakan baik dan buruk).
3) Suci
dari haid dan nifas.
4) Bukan
hari yang dilarang berpuasa.
14. Dilarang
berpuasa:
1) Hari
raya Idul-Fitri.
2) Hari
raya Idul-Adha.
3) Hari
tasyrik (yaitu tanggal 11, 12, dan 13 bulan Zulhijah).
15. Rukun berpuasa Ramadan.
1) Berniat
setiap malam, sebelum puasa esok harinya.
2) Menahan
dari segala hal yang membatalkan, sejak terbit fajar sampai terbenam matahari.
16. Hal-hal
yang membatalkan puasa.
1) Sengaja
makan atau minum.
2) Sengaja
muntah.
3) Hubungan
suami istri pada siang hari.
4) Keluar
darah haid atau nifas.
5) Gila.
6) Keluar
air mani karena terangsang lawan jenis pada siang hari.
7) Keluar
air mani karena bermimpi, tidak membatalkan puasa.
17. Para
ulama berbeda pendapat tentang memasukkan sesuatu ke dalam rongga badan seperti
hidung, telinga, dan lainnya.
1) Sebagian
ulama menganggap puasanya batal, karena dikiaskan dengan makan dan minum.
2) Sebagian
ulama lain menganggap tidak membatalkan puasa. Termasuk memasukkkan obat tidak
melalui mulut, misalnya suntik tidak membatalkan puasa.
18. orang
yang boleh tidak berpuasa Ramadan.
1) Orang sakit.
Jika berpuasa dikawatirkan bertambah parah, tetapi harus mengganti puasa pada
hari lain.
2) Usia
lanjut atau belum tua tetapi kondisinya lemah, maka wajib membayar fidiah,
yaitu memberi makan orang miskin.
3) Wanita
Hamil atau menyusui. Jika khawatir kesehatan bayinya, tetapi wajib mengganti
puasa pada hari lain dan dianjurkan memberi makan orang miskin.
4) Musafir,
yaitu perjalanan melebihi 81 km dan mengganti pada hari lain, tetapi jika kuat
sebaiknya tetap puasa.
19. Sunah
puasa Ramadan.
1) Segera
berbuka, ketika Magrib.
2) Berbuka
dengan kurma, minum air, atau suatu yang manis.
3) Berdoa,
ketika berbuka.
4) Makan
sahur.
5) Mengakhirkan
waktu makan sahur.
6) Memberi
makan kepada orang puasa.
7) Memperbanyak
sedekah.
8) Memperbanyak
mengajar dan belajar Al-Quran.
20. Hikmah
puasa Ramadan.
1) Mensyukuri
nikmat Allah yang tidak terbatas.
2) Melatih
disiplin dan memahami perasaan orang lapar, sehingga gampang membantu orang miskin
kesusahan.
3) Membuat
tubuh sehat lahir dan batin, sehat jasmani dan rohani.
21. Keistimewaan
bulan Ramadan.
1) Terdapat
malam lailatul kadar. Orang beramal kebaikan pada malam lailatul kadar mendapat
pahala lebih baik dibanding beramal 1.000 bulan (83 tahun 4 bulan).
2) Semua
dosa tahun lalu diampuni.
مَنْ صَامَ
رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharapkan pahala dari Allah, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
3) Ramadan
disebut “syahrus syiyam” (bulan berpuasa).
4) Ramadan
disebut “syahrul qiyam” (bulan salat malam, tarawih, dan witir).
5) Ramadan
disebut “syahrul Quran” (bulan membaca Al-Quran).
6) Ramadan
disebut “syahrul infak” (bulan memperbanyak infak).
7) Ramadan
disebut “syahrut tarbiyah” (bulan belajar Al-Quran).
8) Ramadan
disebut “syahrul jihad” (bulan jihad).
a. Perang
Badar, terjadi pada bulan Ramadan.
b. Penaklukan
Mekah tanpa pertumpahan darah, terjadi pada bulan Ramadan.
c. Kemerdekaan
bangsa Indonesia 17 Agustus 1945 bertepatan dengan Jumat Legi pada bulan Ramadan.
.
Para jamaah yang berbahagia,
Semoga kita termasuk orang yang dapat
mengisi bulan Ramadan dengan banyak amal kebaikan, sehingga dapat memperoleh
kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Amin Ya Rabbal Alamin.
بَارَكَ
اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْمِ
وَ نَفَعَنِيْ
وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلأَيَاتِ وَ ذِكْرِ الْحَكِيْم وَتَقَبَّلَ مِنِّي
وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
ِ-------duduk----
0 comments:
Post a Comment