NABI MUHAMMAD INGIN NONTON
HIBURAN LANGSUNG TERTIDUR
Oleh:
Drs. H. Yusron Hadi, M.M.
Muhammad
bin Abdullah sebelum diangkat menjadi nabi telah menghimpun banyak kelebihan
dan keistimewaan.
Nabi
Muhammad unggul dalam pemikiran, padangannya lurus, dan sangat cerdik.
Beliau
suka diam berlama-lama, mengamati, memusatkan pikiran, dan menggali kebenaran.
Nabi
Muhammad merasa risih dengan kondisi masyarakatnya yang penuh khurafat dan
beliau berusaha menghindarinya.
Nabi
Muhammad suka menyendiri, tak mau minum khamr, tak mau makan daging hewan yang
disembelih untuk dipersembahkan kepada berhala.
Dan
tak mau mengikuti upacara menyembah patung-patung.
Bahkan
sejak kecil Nabi Muhammad benci terhadap kegiatan menyembah berhala.
Hampir
saja Nabi Muhammad tak kuat menahan kesabaran saat mendengar sumpah yang
disampaikan kepada berhala Lata dan Uzza.
Jika
ada keinginan untuk mengikuti kegiatan yang tak terpuji, maka takdir Allah akan
membatasinya.
NABI MUHAMMAD GAGAL
MENONTON PERTUNJUKAN
Ibnu
Atsir meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda,
“Tak
pernah terlintas dalam pikiranku untuk mengikuti kegiatan orang-orang Jahiliah,
kecuali 2 kali saja.
Pada
suatu malam aku menggembala kambing bersama teman-temanku di bukit Mekah.
Aku
berkata kepada temanku: Tolong awasi kambing-kambingku, karena aku akan masuk
kota Mekah ingin ngobrol begadang seperti pemuda yang lain.
Temanku
berkata: Ya, aku akan menjaganya.
Maka
aku beranjak pergi.
Saat
di samping rumah pertama aku mendengar suara tetabuhan.
Aku
bertanya: Apa itu?.
Orang-orang
menjawab: Ada acara pernikahan Fulanah bin Fulan.
Kemudian
aku ikut duduk-duduk mendengarkan.
Tetapi
Allah langsung menutup telingaku, sehingga aku tertidur dan terbangun esok
paginya karena tersengat sinar matahari.
Lalu
aku kembali ke tempatku menggembala kambing.
Pada
malam yang lain, aku juga berbuat yang sama kepada temanku.
Tapi
kejadian yang hampir sama terulang lagi.
Setelah
itu, aku tidak ingin lagi berbuat hal-hal yang jelek.”
SAAT NABI MUHAMMAD MEMBUKA
AURATNYA LANGSUNG TERJENGKANG
Bukhary
meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah.
Saat
Kakbah direnovasi, Nabi Muhammad ikut membantu mengangkat batu-batu.
Abbas
berkata kepada Nabi Muhammad,”Angkat jubahmu hingga di atas lutut, agar engkau
tak terluka kena batu.”
Tetapi
karena hal itu, justru Nabi Muhammad langsung terjerembab ke tanah.
Nabi
Muhammad mendongak pandangan ke langit dan bersabda,”lni gara-gara jubahku.”
Setelah
peristiwa itu, Nabi Muhammad tak pernah menampakkan auratnya.
Nabi
Muhammad menonjol di tengah kaumnya, karena perkataannya lemah lembut,
akhlaknya mulia, bagus pergaulannya dengan tetangga, banyak amal kebaikannya,
jujur, dan dapat dipercaya.
Kaum
Quraisy memberi gelar Nabi Muhammad sebagai Al-Amin.
Artinya
orang yang dapat dipercaya.
Nabi
Muhammad menghimpun semua sifat dan perilaku kebaikan yang diridai orang lain.
Khadijah
(istri Rasulullah) menggambarkan kepribadian Rasulullah.
“Beliau
membawa bebannya sendiri, suka memberi orang miskin, menjamu tamu, dan menolong
siapa pun yang hendak menegakkan kebenaran.”
Daftar Pustaka
1. Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury.
Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah
Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah
Mekah. Mekah 2017
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.
5. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment