MEMAHAMI MAKNA MENGAMPUNI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang “Makna mengampuni menurut Al-Quran? Profesor Quraish Shihab
menjelaskannya.
Para ulama menjelaskan bahwa terdapat beberapa istilah dalam Al-Quran
untuk menyebutkan “pengampunan” atau pembebasan dosa dan upaya menjalin
hubungan yang serasi antara manusia dengan Allah, yaitu “taba” atau “tobat”,
“afwa” atau “memaafkan”, “ghafara” atau “mengampuni”, “kaffara” atau
“menutupi”, dan “shafah” atau “lapang dada”.
Masing-masing istilah
digunakan untuk tujuan
tertentu dan memberikan maksud
yang berbeda.
Kata “ampun” (menurut KBBI V) bisa diartikan “pembebasan dari tuntutan karena melakukan
kesalahan atau kekeliruan”, “maaf”, “kata yang menyatakan rasa heran (kesal )
dan sebagainya”, dan “bukan main’. Sedangkan “pengampunan” adalah “ampunan”,
atau “pembebasan dari hukuman atau tuntutan”.
Para ulama menjelaskan bahwa kata “al-ghufran” terambil dari kata “ghafara”
pada awalnya artinya “menutup”, dan rambut berwarna putih yang disemir hingga tertutup putihnya
disebutkan dengan “ghafara asy-sya'ra”.
Dari akar kata “ghafara” lalu
lahir kata “ghifarah” yang artinya ”sepotong kain yang
menghalangi kerudung”, sehingga tidak ternodai oleh minyak rambut, dan kalimat “Maghfirah Ilahi” artinya “perlindungan Allah dari siksa
neraka”.
Al-Quran surat Ali Imran, surah ke-3 ayat 31.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ
فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ
غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakan,
“Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi
dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
Al-Quran surat Al-Anfal, surah ke-8 ayat 29.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا
اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ
وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Hai
orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan
memberikan kepadamu furqan dan menghapuskan segala kesalahanmu dan mengampuni
(dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar”.
Para ulama menjelaskan bahwa “furqan” adalah “petunjuk untuk membedakan
yang benar dan yang salah”, serta “yaghfir lakum” adalah “melindungimu dari
siksa”.
Dalam ayat Al-Quran di atas, kata
“yaghfir” apabila dirangkaikan
dengan menyebutkan suatu dosa,
maka diartikan “menutup dosa dengan sesuatu”, sedangkan apabila “yaghfir” tidak
dirangkaikan dengan menyebutkan dosa, berarti melindungi manusia dari siksa
atau bencana.
Para ulama menjelaskan bahwa kata “gufran”yang
artinya “pengampunan atau perlindungan”,
dapat diperoleh setelah memenuhi syarat tertentu, dan syarat penutupan dosa dan perlindungan dari siksaan adalah berbuat
kebajikan.
Al-Quran surah Al-Baqarah, surah ke-2 ayat 286.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا
إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا
كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا
مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ
أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Allah
tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan
pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan dia mendapatkan siksa (dari
kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah
Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada
orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami
apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan
rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum
yang kafir”.
Kesimpulannya, bahwa suatu dosa dan kesalahan dapat dihapuskan apabila
orang yang berbuat dosa bertobat, dan memohon ampunan kepada Allah, kemudian
menutupi dosa dan kesalahannya dengan berbuat kebajikan.
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah
dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan
Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan
Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment