Monday, September 2, 2019

3126. PEDOMAN MENGHADAPI MASALAH


PEDOMAN MENGHADAPI MASALAH
Oleh: Drs. H. M.  Yusron Hadi, M.M.

A.   Pedoman praktis dalam menghadapi masalah sehari-hari.
1)    Siap.
2)    Rela.
3)    Jangan mempersulit diri.
4)    Evaluasi diri.
5)    Hanya Allah penolong kita.

1.    Ke-1: Siap.
1)    Siap menghadapi sesuatu yang sesuai dengan keinginan kita.
2)    Dan bersedia menerima kenyataan yang tidak cocok dengan harapan kita.
3)    Sebagai manusia biasa, kita memang harus mempunyai cita-cita yang benar dalam kehidupan ini.
4)    Kita harus gigih berikhtiar dan berusaha sekuat pikiran dan tenaga untuk mencapai yang terbaik dalam kehidupan kita di dunia dan akhirat.
5)    Tetapi bersamaan dengan itu, kita harus sadar, Insaf, dan tahu diri bahwa manusia hanya makhluk yang amat terbatas.
6)    Dalam kehidupan ini, sering terjadi sesuatu di luar kemampuan kita, kita tidak mampu mencegahnya dan tak kuasa menolaknya.
7)    Jika kita salah bersikap, maka kita akan kecewa, penuh keluh kesah, hati menjadi kacau balau, dan pikiran kusut tidak karuan.  
8)    Sungguh rugi, karena hidup di dunia hanya sekali dan kejadian yang tidak terduga pasti akan terjadi lagi.
9)    Manusia boleh mempunyai rencana, tetapi Allah Yang Maha Perkasa juga memiliki rencana.
10) Yakinlah, yang pasti terjadi adalah rencana Allah.
11) Yang menarik, kita sering marah dan kecewa dengan suatu peristiwa, tetapi setelah waktu berlalu, ternyata kejadian tersebut sangat menguntungkan dan membawa hikmah yang besar.
12) Bahkan lebih baik daripada yang diharapkan.
13) Percayalah, bahwa desain dan rancangan Allah Yang Maha Hebat pasti lebih indah dan mengagumkan.
14) Alkisah, seorang penjual tahu berangkat setelah salat sybuh dari rumahnya di desa.
15) Dia berjalan kaki melewati pematang sawah dengan memanggul dagangannya.
16) Ketika di pematang sawah, tiba-tiba pikulannya patah, tampah berisi tahu di pikulan sebelah kiri masuk ke sawah dan yang sebelah kanan terbenam ke dalam kolam.
17) Betapa kaget, sedih, dan merasa sangat sial.
18) Belum berjualan modal sudah habis terbenam ke dalam lumpur.
19) Dengan murung, kecewa, dan bercampur marah, dia balik ke rumah.
20) Tetapi 2 jam kemudian, datanglah berita yang sangat mengejutkan.
21) Kendaraan yang ditumpangi para penjual tahu, mengalami musibah kecelakaan.
22) Semua penumpangnya mengalami cedera berat, bahkan ada yang meninggal dunia.
23) Hanya seorang penjual tahu yang selamat, yang biasanya naik kendaraan tersebut, yaitu dirinya.
24)  Dua jam sebelumnya, patah pikulan dianggap kesialan, tetapi 2 jam kemudian patah pikulan dianggap kemujuran luar biasa.
25) Jadi, dalam menghadapi kegiatan apapun, mari kita sempurnakan niat dan ikhtiar.
26) Tetapi bersamaan dengan itu, marilah kita siapkan hati kita untuk menerima apa pun yang terbaik menurut Allah Yang Mahamulia.

2.    Ke-2: Rida.
1)    Rela dan ikhlas hati menerima sesuatu yang sudah terjadi.
2)    Meskipun kita marah dan kecewa, tetapi kenyataannya sudah terjadi.
3)    Jadi, rela atau tidak rela terbukti sudah terjadi, lebih baik kita rela saja menerimanya.
4)    Sikap ikhlas atau rela ini hanya amalan dalam hati.
5)    Kita menerima kenyataan yang sudah terjadi, tetapi pikiran dan tubuh kita wajib berusaha memperbaiki kenyataan dengan cara yang diridai Allah Yang Mahaadil.
6)    Kondisi hati yang tenang ini sangat membantu proses ikhtiar menjadi positif dan optimal.
7)    Orang yang stres adalah orang yang tidak siap mental dan tidak mau menerima kenyataan yang ada.
8)    Pikirannya selalu tidak sesuai dengan kenyataan dan menyesali sesuatu yang sudah tidak ada.
9)    Dia mengharapkan yang tidak mungkin terjadi.
10) Sungguh sengsara yang dibuat sendiri.
11) Hati kita harus rela menerima kenyataan apa pun yang sudah terjadi, sambil berusaha memperbaiki kenyataan pada jalan yang diridahi Allah.

3.    Ke-3: Jangan mempersulit diri.
1)    Al-Quran surah Alam Nasrah (surah ke-94) ayat 5 dan 6.

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
     إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

      Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.


2)    Sampai dua kali Allah menyampaikan janji-Nya.
3)    Tidak mungkin dalam hidup ini terus menerus dalam kesusahan, karena dunia ini bukan neraka.
4)    Tidak mungkin dalam hidup ini selamanya mudah dan lapang, karena dunia ini bukan surga.
5)    Jangan membesar-besarkan dan jangan mempersulit diri.
6)    Hal ini, akan menambah masalah menjadi lebih seram daripada kenyataan sebenarnya.
7)    Yakinlah, bahwa Allah Yang Maha Kuasa pasti telah mengukur ujian yang menimpa kita sesuai dengan keadaan dan kemampuan kita.

4.    Ke-4: Evaluasi diri.
1)    Yaitu menilai diri kita sendiri.
2)    Hidup ini laksana suara gaung di pegunungan, apa yang kita bunyikan, suara itu akan kembali kepada diri kita sendiri.
3)    Segala yang terjadi adalah hasil perilaku yang kita kerjakan.
4)    Al-Quran surat Al-Zalzalah (surah) ke-99 ayat 7 dan 8.

      Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.  

5)    Misalnya, sebuah kerikil mengenai kening kita.
6)    Kita harus rela dan merenung, “mengapa Allah menimpakan kerikil kepada kita, padahal lapangan sangat luas dan kepala begitu kecil?”
7)    Mungkin itu peringatan bahwa kita sering lupa bersujud atau sujud kita lalai dari mengingat Allah.
8)    Allah tidak mungkin menciptakan sesuatu dengan sia-sia, pasti ada hikmahnya.
9)    Jangan terjebak hanya menyalahkan orang lain.
10) Sikap emosi hanya memberikan  sedikit nilai tambah bagi pribadi kita.
11) Bahkan bisa menimbulkan masalah baru.
12) Mari kita jadikan setiap masalah untuk mengevaluasi diri dan memperbaiki diri kita.

5.    Ke-5: Hanya Allah penolong kita.
1)    Allah berfirman,”Barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan diberikan jalan ke luar dari setiap uruasnnya dan diberi rezeki dari arah yang tidak diduganya. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, akan dicukupi segala keperluannya”.
2)    Al-Quran surah At-Talak (surah ke-65) ayat 2-3.
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ

     Jika mereka telah mendekati akhir iddahnya, maka rujuki mereka dengan baik atau lepaskan mereka dengan baik dan persaksikan dengan 2 orang saksi yang adil di antaramu dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah. Demikian diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar.
      Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki) Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.

3)    Sesungguhnya, segala sesuatu berupa nikmat atau musibah dapat terjadi hanya dengan izin Allah.
4)    Meskipun manusia dan jin bergabung untuk menjanjikan sesuatu, tidak akan pernah berhasil jikaa  Allah tidak mengizinkan.
5)    Manusia paling bodoh yang berharap dan takut kepada selain Allah.
6)    Hanya Allah penolong kita.
7)    Manusia hanya berasal (maaf) setetes sperma, berjalan kemana-mana membawa kotoran dalam perutnya dan kelak ujungnya akan menjadi bangkai.
8)    Kita jangan takut menghadapi masalah, tetapi takutlah tidak mendapatkan pertolongan dari Allah.
(Sumber: Aa Gym)





Related Posts:

0 comments:

Post a Comment