Sunday, September 8, 2019

3177. MASJID DHIRAR DIBAKAR


MASJID DHIRAR DIBAKAR
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.    Abu Amir, seorang pendeta Nasrani di Madinah, berasal dari suku Khazraj, memiliki kedudukan tinggi di kalangan kabilah Khazraj.
2.    Nabi Muhammad hijrah dari Mekah ke Madinah, Bani Aus dan Bani Khazraj masuk Islam, mereka menjadi kaum Ansar.
3.    Islam menyebar luas, hamper setiap hari, penduduk Madinah berkerumun di sekitar Rasulullah
4.    Abu Amir, si pendeta tersingkir, merasa sakit hati dan  pergi ke Mekah menjumpai kaum Quraisy, meminta dukungan orang-orang Quraisy agar memusuhi Rasulullah.
5.    Agama Islam semakin menyebar, Abu Amir pergi menghadap Heraclius, Raja Romawi untuk meminta bantuan melawan umat Islam.
6.    Heraclius, Raja Romawi bersedia membantunya.
7.    Abu Amir tinggal di Romawi, menulis surat kepada kaum munafik Madinah, mengabarkan janji Heraclius yang bersedia membantu kaum munafik.
8.    Abu Amir memerintahkan membangun sebuah markas tempat berkumpul dan berkoordinasi melawan umat Islam.
9.    Pada tahun ke-9 Hijiriah (Rasulullah berumur 62 tahun), kaum munafik membangun Masjid Dhirar tak jauh dari lokasi Masjid Quba. 
10. Masjid Dhirar sudah rampung, mereka menghadap Rasulullah,”Wahai Rasulullah, kami membangun sebuah masjid untuk menampung orang-orang, ketika udara amat dingin. Kami mohon agar Rasulullah berkenan melakukan salat di dalamnya.”
11. Nabi Muhammad bersabda,”Kami akan berangkat berperang. Setelah kembali dari perang, insya Allah, kami akan salat di masjidmu.”
12. Pasukan Islam berangkat menuju Perang Tabuk dan memeproleh kemenangan.
13. Rasulullah kembali dari Perang Tabuk, perang terakhir yang diikuti Nabi, turun malaikat Jibril menyampaikan wahyu.
14. Al-Quran surah At-Taubah (surah ke-9) ayat 107-108.

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَىٰ ۖ وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَنْ يَتَطَهَّرُوا ۚ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُطَّهِّرِينَ

        Di antara orang-orang munafik, ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran, dan untuk memecah belah orang-orang mukmin. Serta menunggu kedatangan orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka bersumpah,"Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Allah menjadi saksi, sesungguhnya mereka itu pendusta.
      Kamu jangan salat dalam masjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba) sejak hari pertama, lebih patut kamu salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Allah menyukai orang-orang yang bersih.

15. Nabi Muhammad menyuruh para sahabat untuk menghancurkan Masjid Dhirar, sebelum pasukan Islam sampai di Madinah.
16. Para sahabat berhasil melaksanakan perintah Rasulullah, Masjid Dhirar yang dibangun kaum munafik rata dengan tanah.

Daftar Pustaka
1.    Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
2.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah, 2017.
3.    Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah, 2017.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
5.    Tafsirq.com online.      


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment