NABI MEMARAHI SAHABAT
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang kisah Nabi Muhammad
yang pernah memarahi perilaku para
sahabat?” Ustad Abdul Somad, Lc. M.A. menjelaskannya.
1. Nabi Muhammad pernah memarahi perilaku dan
perbuatan para sahabat yang bertentangan dengan sunah.
2. Nabi Muhammad tidak selalu membenarkan
ijtihad para sahabat.
3. Nabi Muhammad hanya membenarkan perilaku
dan perbuatan para sahabat yang sesuai dengan sunah.
4. Ketika perilaku dan perbuatan itu
bertentangan dengan sunah, maka Nabi Muhammad marah dan melarangnya.
5. Anas bin Malik berkata, “Tiga orang
datang ke rumah istri Nabi, mereka bertanya tentang ibadah Nabi. Ketika mereka
diberitahu tentang ibadah Nabi, mereka merasakan ibadahnya sedikit. Mereka
berkata: Bagaimana dengan ibadah kita dibandingkan dengan ibadah Nabi, padahal beliau
adalah orang yang telah diampuni semua dosa-dosanya yang lalu dan yang akan
datang.”
6. Orang pertama berkata,“Adapun saya, saya
akan terus mengerjakan salat malam
selama hidup saya.”
7. Orang kedua berkata,“Saya akan berpuasa setiap
hari sepanjang tahun.”
8. Orang ketiga berkata,“Saya akan menjauhi
wanita, saya tidak akan menikah untuk selamanya.”
9. Nabi Muhammad mendatangi mereka sambil
bersabda,”Kalian yang mengatakan anu dan anu. Demi Allah, sesungguhnya aku
orang yang paling takut dan paling bertakwa kepada Allah di antaramu. Tetapi
aku tetap berpuasa dan aku tidak berpuasa, aku salat malam dan aku tetap tidur,
serta aku menikahi wanita. Siapa yang tidak mengikuti sunahku, mereka bukanlah
dari umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
10. Kesimpulannya, yang menjadi standar
ukuran bukanlah perbuatan itu pernah dilakukan Nabi Muhammad atau tidak pernah
dilakukan oleh Nabi.
11. Tetapi yang dijadikan sebagai dasar
adalah bahwa perbuatan itu tidak bertentangan dengan prinsip dasar syariat Islam.
12. Artinya jika terdapat suatu perbuatan bid’ah
yang tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad yang bertentangan dengan prinsip
dasar syariat Islam, maka disebut bid’ah “dalalah” (sesat).
13. Jika terdapat perbuatan bid’ah yang sesuai
dengan sunah, maka dapat dikatakan bid’ah “hasanah” (terpuji).
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37
Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment