CORONA
MEMAKSA BERUBAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. COVID
APALAGI
2. Oleh:
Dahlan lskan
3. Masih
ada lagikah yang perlu Anda ketahui tentang Covid-19?
4. Rasanya
tidak ada lagi.
5. Anda
sudah menjadi ahli Covid-19 sekarang ini --lebih ahli dari dokter.
6. Dokter
hanya mau membaca yang masuk akal saja.
7. Kita
membaca apa pun yang ada di medsos --asal dikaitkan dengan Covid-19.
8. Enough
is enough.
9. Sudah
waktunya berhenti mengikuti medsos --bahkan jangan lagi membaca DI’s Way.
10. Tidak ada lagi yang perlu Anda ketahui lebih
jauh tentang Covid-19.
11. Saya
bisa menduga --terhitung mulai hari ini-- siapa pun yang masih gila medsos
berarti memang ingin gila beneran.
12. Setidaknya
ingin agar dirinya terkena penyakit depresi yang lebih dalam.
13. Dan
kalau depresi itu terjadi, Covid-19 lah yang horeee --termasuk cebonger dan
kampreter.
14. Cukup.
15. Cukuplah.
16. Sudah
waktunya move on.
17. Banting
stir.
18. Yang
jualan sayur berhenti ragu-ragu.
19. Mulai
jual sayur cara baru.
20. Yang
lebih cocok zaman virus.
21. Ibu-ibu
tidak mau lagi ke pasar.
22. Waktunya
Anda yang jadi pasar keliling.
23. Tukang-tukang
cukur, beli APD.
24. Promosikan
gaya cukur baru Anda dengan pakaian APD.
25. Minggu
depan ini rambut bapak-bapak sudah pada panjang serentak.
26. Bikinlah
kios cukur terbuka.
27. Di
bawah pohon.
28. Dengan
pakaian APD Anda, Anda memang kepanasan.
29. Berpeluhan.
30. Tapi
bapak-bapak akan lebih senang cukur di bawah pohon.
31. Dari
pada di ruang salon yang ber-AC yang mencurigakan.
32. Saya
mau jadi orang pertama cukur di bawah pohon itu.
33. Begitu
rambut saya lebih panjang terasa lebih banyak putihnya.
34. Para
pemilik hotel, berubahlah.
35. Jadikan
hotel Anda yang sepi sebagai tempat isolasi mandiri.
36. Anda
berikan jaminan kesterilannya.
37. Anda
latih karyawan hotel dengan prosedur baru --menjadi seperti perawat.
38. Beli
APD untuk semua karyawan hotel.
39. Tawarkan
ke orang yang ingin isolasi mandiri.
40. Terutama
ketika para pembantu mereka pulang lebaran.
41. Mereka
akan merasa lebih aman di tempat isolasi.
42. Kalau
perlu Satpam hotel ikut patroli ke rumah orang yang pindah ke hotel.
43. Dan
mereka itu takut lagi ketika pembantu mereka kembali nanti.
44. Para
pembantu juga perlu diisolasi 14 hari.
45. Sebelum
kembali bekerja, setelah lebaran nanti.
46. Berundinglah
sesama pengusaha hotel.
47. Dengan
moderator PHRI.
48. Mana
hotel yang ingin berubah sementara.
49. Mungkin
perlu juga berkoordinasi pemda setempat.
50. Siapa
tahu ingin menunjuk beberapa hotel sebagai asrama sementara para juru rawat dan
tenaga medis.
51. Para
petani, mulai menanam buah dan sayur.
52. Tomat,
cabai --cabai itu vitamin C-nya tinggi sekali, tapi jangan sampai ada yang
bikin jus cabai --terong dan apa pun.
53. Yang
hidup di kota, mulai tanam sayur di pot-pot.
54. Atau
tanam sirih.
55. Atau
apa pun.
56. Jangan
tanam bunga.
57. Pesta
pengantin banyak ditunda.
58. Salaman
akad nikah sudah pakai perantara tali.
59. Pedagang
asongan, kelilinglah membawa barang yang diperlukan saat ini: odol, sikat gigi,
sabit, sanitasi, dan sebangsanya.
60. Anda
bisa menggantikan Indomaret dan Alfamart.
61. Para pelayan
restoran bersatulah.
62. Bikin
usaha layanan kirim makanan, sayur, menu makan lainnya.
63. Buat
paguyuban di setiap sektor hunian.
64. Saatnya
kini kalian jadi pengusaha: ada tim masak, ada tim posting di instagram, ada
tim antar makanan.
65. Di
Tiongkok selama Covid-19 terjadi perubahan besar-besaran.
66. Konsumen
berubah.
67. Penuhi
keperluan perubahan itu.
68. Berhentilah
bikin TikTok --kecuali memang kocak sekali.
69. Tinggalkan
HP di bawah ranjang selama 6 jam sehari --dengan pura-pura lupa.
70. Pokoknya
move on.
71. Percayalah
tidak ada lagi info tentang Covid yang baru.
72. Atau
yang lebih luas dari yang sudah Anda ketahui.
73. Menunggu
angka baru berapa yang mati?
74. Untuk
apa?
75. Apakah
Anda menyamakan naiknya angka kematian dengan bertambahnya gol ke gawang
Liverpool oleh Atletico Madrid?
76. Apakah
Anda menganggap Covid-19 sama dengan Liga Champions yang skornya harus diikuti?
77. Mulai
tinggalkan depresi.
78. Mulai
hidup gembira.
79. Tung
Desem Waringin saja terus bergembira di kamar perawatan Covid-19.
80. Saya
kutipkan prinsip hidup sehatnya.
81. Termasuk
saat sakit hari-hari ini.
82. ”Orang
gembira tidak bisa khawatir.
83. Orang
khawatir tidak bisa gembira,” tulisnya di WA yang dikirim ke saya dari kamarnya
di rumah sakit.
84. Sambil
opname Tung Desem --yang sering nyebar uang dari udara-- terus bernyanyi.
85. Untuk
dokter, untuk perawat, dan direkam juga di HP-nya untuk dikirim ke saya.
86. Daripada
lama menunggu lockdown --yang tidak datang--lebih baik move on.
87. Move
on dengan aman, cerdik, dan kreatif.
88. Untuk
mengetahui berapa skor yang mati ikuti saja sehari sekali.
89. Berhenti
depresi.
90. Mulai
hidup baru lebih cerdas.
(Sumber: internet Dahlan Iskan)
0 comments:
Post a Comment