IKHLAS LAWANNYA RIA YAITU UNTUK SELAIN ALLAH
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M
Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat
16-17.
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ
صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum
saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalanggi) mereka dari jalan Engkau
yang lurus.
ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ
خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ
أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan
dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Setan punya banyak cara untuk mengalahkan manusia.
Tapi setan tak punya kekuatan sedikit pun terhadap orang
yang ikhlas.
Al-Quran surah Al-Hajr (surah ke-) ayat 39-40.
قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي
الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
Iblis berkata: "Ya Tuhanku, karena Engkau telah
memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik
(perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka
semuanya.
إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ
Kecuali hamba Engkau yang mukhlis di antara
mereka".
Banyak orang yang baik
telah wafat.
Kemudian kita kenang
dengan berbagai sifat yang mulia.
Salah satu di antaranya
adalah sifat ikhlasnya.
Keikhlasan menjadi
karakter melekat dalam pribadinya.
Yaitu saat berjuang,
berkorban, demi agama, bangsa dan negara.
Secara bahasa “ikhlas”.
Akar katanya adalah “khalasa”.
Artinya “bersih,
jernih, tidak bercampur.”
Secara istilah, “ikhlas”
berarti berbuat amal kebaikan semata-mata hanya mengharap rida Allah.
Ikhlas adalah berbuat
tanpa pamrih.
Sikap ikhlas atau tidak ikhlas bukan ditentukan ada atau tidak
adanya imbalan materi.
Ada 3 faktor yang menentukan ikhlas, yaitu:
1. Niat
yang Ikhlas.
Dalam Islam faktor niat sangat penting.
Apa saja yang dilakukan orang muslim harus berdasar niat mencari
rida Allah.
Yaitu “innamal a’malu binniyat”.
Sesungguhnya segala amal perbuatan bergantung kepada niatnya.
2. Beramal
dengan sebaik–baiknya.
Orang muslim yang mengaku ikhlas berbuat sesuatu.
Harus membuktikan dengan cara berbuat paling baik.
Tidak boleh sembarangan.
Amal tidak terkait dengan honor atau imbalan.
Artinya jika orang bekerja seenaknya.
Tanpa memperhatikan mutu yang baik.
Dengan alasan honornya sedikit.
Hal itu sikap yang salah.
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya Allah menyukai
orang yang beramal kebaikan.
Dia melakukan dengan cara
yang terbaik.”
3. Pemanfaatan
hasil usaha dengan cara terbaik.
Orang muslim yang telah menjalani 2 unsur keikhlasan di atas.
Yaitu diawali niat dan diteruskan usaha.
Dia akan mendapat hasilnya.
Maka hasilnya harus di
manfaatkan dengan cara terbaik.
Untuk usaha yang lain.
Seperti siswa yang belajar.
Dan mendapat ilmu.
Maka ilmu yang didapat harus di amalkan dengan ikhlas.
Allah memerintahkan kepada manusia untuk beribadah penuh ikhlas.
Dan beramal kebaikan hanya mengharap rida Allah semata.
Al-Qurah surah Al-Bayinah ( surah ke-98) ayat 5.
وَمَا
أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar menyembah Allah dengan
memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan agar
mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itu agama yang
lurus.
Al-Qurah surah Al-An’am ( surah ke-6) ayat 162.
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Katakan: “Sesungguhnya sembahyangku, ibadahku, hidupku dan
matiku hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam.”
Hanya dengan ikhlas.
Semua amal ibadah akan diterima oleh Allah.
Seorang mukhlish tidak pernah sombong jika berhasil.
Dan tidak putus asa jika gagal.
Orang ikhlas selalu semangat dalam beramal kebaikan.
Pujian tidak membuatnya terbuai.
Dan cacian tidak membuatnya mundur.
Karena yang dicarinya hanya rida Allah semata.
Tapi orang yang tidak ikhlas cepat terbuai dan lupa diri.
Jika mendapat pujian.
Dan cepat berputus asa.
Jika menghadapi rintangan.
Tapi kita juga harus waspada terhadap sifat ria.
Sikap ria adalah lawannya sikap ikhlas.
Ria adalah berbuat sesuatu bukan karena Allah.
Tapi karena ingin dipuji.
Atau karena tujuan lainnya.
Rasulullah menyebut sikap ria sebagai syirik kecil.
Rasulullah khawatir syirik kecil terjadi pada umatnya.
Rasulullah bersabda,
“Sesungguhnya aku
takut terjadi pada kalian adalah syirik kecil”.
Sahabat bertanya,
”Apakah syirik kecil
itu ya Rasulullah?”
Rasulullah bersabda,
“Yaitu sikap ria.”
(Sumber suara.muhammadiyah)
0 comments:
Post a Comment