MUI TAWAF
KELILING KAKBAH DI METAVERSE TAK PENUHI SYARAT IBADAH HAJI
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M
Majelis
Ulama Indonesia (MUI) berbicara.
Tentang program
kunjungan Kakbah.
Lewat
metaverse.
Yang diadakan
oleh Arab Saudi.
Pada
Desember tahun 2021.
Ketua MUI
Bidang Fatwa.
KH Asrorun
Niam menjelaskan.
Bahwa
kunjungan Kakbah lewat metaverse.
Tidak bisa
dipraktikkan dalam ibadah haji.
Karena ibadah
haji.
Dalam beberapa
ritualnya.
Butuh
kehadiran fisik.
"Pelaksaan
ibadah haji.
Dengan
mengunjungi Kakbah secara virtual.
Tidak
cukup.
Dan tidak
memenuhi syarat.
Karena tata
cara ibadah haji.
Sudah
ditentukan.
Ada
beberapa ritual.
Yang
membutuhkan kehadiran fisik," jelas Asrorun.
Tak hanya perlu
kehadiran fisik.
Ibadah
Haji juga terkait erat dengan tempat tertentu.
Misalnya tawaf.
Atau mengelilingi
Kakbah 7 kali putaran.
Tak bisa tawaf
dilakukan dalam hati.
Dalam
angan-angan.
Atau
secara virtual.
Tak boleh dilakukan
dengan mengelilingi gambar Kakbah.
Atau
replika Kabah.
Kakbah di
metaverse.
Bisa dipakai
para jamaah.
Untuk
mengenali lokasinya .
Yang akan
dijadikan tempat ibadah.
Misalnya untuk
belajar tata cara ibadah haji atau umrah.
Atau
latihan manasik haji.
Adanya Kabah
dalam metaverse.
Bentuk
inovasi teknologi.
Harus disikapi
profesional.
"Kunjungan
ke Kakbah secara virtual.
Bisa
dioptimalkan untuk explore.
Dan
mengenali lebih dekat.
Dengan 5
dimensi.
Agar ada
pengetahuan yang utuh dan memadai.
Sebelum
pelaksanaan ibadah," jelas Asrorun.
Program
kunjungan Kabah via metaverse.
Direalisasikan
Badan Urusan Pameran dan Museum Arab Saudi.
Bekerja
sama dengan Universitas Umm al-Qura.
Proyek ini
dikenalkan dalam upacara.
Pada 14
Desember 2021.
Dengan
kehadiran Abdul-Rahman al-Sudais.
Presiden Umum
Haramain.
Tapi metaverse
Kabah itu menimbulkan kontroversi.
Di antara
umat Muslim di seluruh dunia.
Salah
satunya dari Kementerian Agama Turki.
Departemen
Layanan Haji dan Umrah Turki.
Remzi
Bircan (Diyanet) mengatakan.
Bawha melakukan
ibadah haji di metaverse.
Tidak
mungkin dapat terjadi.
"Orang-orang
Islam dapat mengunjungi Kakbah di metaverse.
Tapi itu
tidak pernah dianggap.
Sebagai
haji yang nyata," kata Remzi Brican.
"Kaki
orangnya harus menyentuh tanah," jelas dia.
(Sumber kompas.com)
0 comments:
Post a Comment