ALQURAN PERINTAH AGAR RUKUN SUAMI DAN ISTERI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Al-Quran surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 128.
وَإِنِ امْرَأَةٌ خَافَتْ مِنْ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ
عَلَيْهِمَا أَنْ يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَالصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ
الْأَنْفُسُ الشُّحَّ ۚ وَإِنْ تُحْسِنُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِمَا
تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Dan jika seorang wanita khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap
tidak acuh, maka keduanya dapat berdamai yang sebenarnya, dan perdamaian lebih
baik (bagi mereka) meskipun manusia menurut tabiatnya kikir, Dan jika kamu
bergaul dengan isterimu secara baik dan menjaga dirimu (dari nusyuz dan sikap
tak acuh), maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Asbabun nuzul (penyebab turunnya) surah An-Nisa (surah ke-4)
ayat 128.
1)
Aisyah (isteri Rasulullah) menjelaskan ayat ini turun berkenaan
dengan Saudah binti Zam’ah (isteri Rasulullah) yang merasa mulai menua,
sehingga takut diceraikan oleh Rasulullah.
2)
Saudah binti Zam’ah berkata,
”Ya Rasulullah, aku menghadiahkan
hari giliranku kepada Aisyah.”
3)
Kemudian turun ayat 128 ini.
Nusyuz dari pihak suami.
Artinya suami bersikap keras terhadap istrinya, tidak mau
menggaulinya, dan tidak memberi haknya.
Daftar Pustaka
1.
Hatta, DR. Ahmad. Tafsir Quran Per Kata, Dilengkapi dengan
Asbabun Nuzul dan Terjemah. Penerbit Pustaka Maghfirah, Jakarta 2011.
2.
Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3.
Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment