NABI MUHAMMAD
SETUJU TINDAKAN SAHABAT
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Nabi Muhammad
membenarkan perbuatan sahabat.
Padahal
Nabi tak pernah melakukan.
Nabi tak
pernah mengucapkan dan tak pernah
mengajarkan.
Tapi dilakukan
oleh sahabat.
Nabi Muhammad
membenarkannya.
1.
Salat 2 rakaat setelah wudu’.
Abu
Hurairah berkisah.
Nabi Muhammad
bersabda.
Pada
Bilal waktu Subuh,
“Wahai
Bilal, ceritakan padauk.
Tentang
amal yang paling engkau harapkan.
Yang
telah engkau amalkan dalam Islam?
Karena aku mendengar suara gesekan sandalmu di
depanku dalam surga.”
Bilal
menjawab,
“Saya
tak pernah melakukan amal yang paling saya harapkan.
Hanya
saja saya tak pernah bersuci (wudu) di waktu malam atau siang.
Melainkan
aku salat dengan itu (salat sunah wudu).
Salat
yang telah ditetapkan bagiku.”
(HR. Bukhari).
Nabi Muhammad
tidak pernah melakukan, mengucapkan, atau mengajarkan salat sunat 2 rakaat
setelah berwudu.
Salat
sunah setelah wudu adalah bid’ah.
Sebab Nabi
Muhamad tidak pernah melakukannya.
Tapi
salat sunah 2 rakaat setelah wudu adalah bid’ah hasanah (yang baik).
Hal
itu disebut sunah “taqririyah”.
Setelah
Nabi Muhammad membenarkan.
Tapi sebelum
Nabi membenarkan.
Salat
sunah 2 rakaat setelah berwudu adalah bid’ah
Yaitu amal
yang dibuat-buat oleh Bilal.
Jika Nabi
Muhammad tak bertanya pada Bilal.
Maka Bilal
melakukannya seumur hidupnya.
Tanpa tahu
pendapat Nabi.
Tentang
salat 2 rakaat setelah wudu.
Salat
setelah wudu itu bid’ah hasanah (yang baik).
Sebelum
diakui Nabi Muhammad.
Setelah
mendapatkan pengakuan Nabi.
Maka berubah
menjadi sunah “taqririyah”.
Yaitu respon
Nabi Muhammad.
2.
Salat 2 rakaat sebelum dibunuh.
Abu
Hurairah berkisah,
“Rasulullah
mengrim utusan 10 orang ke daerah Hadah (antara Asfan dan Mekah).
Khubaib
ditawan pasukan musuh.
Ketika
pasukan musuh akan membunuhnya.
Khubaib
berkata,
”Izinkan
aku melakukan salat 2 rakaat”.
Pasukan
musuh mengizinkan dan kemudian membunuhnya.
Khubaib
orang pertama.
Yang “men-sunah-kan”
salat sunah bagi tiap muslim yang terbunuh dalam keadaan sabar.
(HR. Bukhari).
Nabi Muhammad
tidak pernah mengajarkan,
“Hai
orang beriman, jika kamu akan dibunuh, maka salat sunah 2 rakaat”.
Salat
sunah 2 rakaat.
Murni
inisiatif Khubaib.
Khubaib
melakukan perbuatan yang tidak dilakukan, tidak diucapkan dan tidak diajarkan oleh
Nabi.
Maka
termasuk bid’ah.
Tapi
bid’ah hasanah (yang baik).
Setelah
disampaikan pada Nabi Muhammad.
Dan diakui
beliau.
Baru jadi
sunah taqririyah.
Yaitu tanggapan
Nabi Muhammad. .
3.
Membaca surah Al-Ikhlas sebelum surah lain.
Anas
bin Malik berkisah.
Pria jadi
imam salat kaum Ansar di Masjid Quba.
Tiap selesai
baca Fatihah.
Da mengawalinya
dengan baca surah Al-Ikhlas.
Setelah
itu baru baca surah lain.
Para
sahabat melaporkan kepada Nabi.
Nabi Muhammad
bersabda,
“Wahai
fulan, apa yang membuatmu terus membaca surat Al-Ikhlas?”
Ia
menjawab,
“Saya
sangat suka surah Al-Ikhlas”.
Nabi Muhammad
bersabda,
“Cintamu
kepada surah Al-Ikhlas membuatmu masuk surga.”
(HR. Bukhari).
4.
Sahabat menutup bacaan dengan surah Al-Ikhlas.
Aisyah
(istri Rasulullah) berkata,
”Nabi Muhammad
mengutus seorang laki-laki dalam pasukan perang.
Ia jadi
imam bagi para sahabatnya.
Dalam
salat mereka.
Ia
selalu menutup bacaan ayat dengan surah Al-Ikhlas.
Ketika
mereka Kembali.
Peristiwa
dilaporkan pada Nabi.
Nabi
bersabda,
”Tanyakan
kepadanya, mengapa dia melakukannya?”
Sahabat
menjawab,
“Karena
dalam surah Al-Ikhlas adalah sifat
Allah Yang Maha
Pengasih.
Maka saya suka membacanya”.
Nabi Muhammad
bersabda,
“Beritahukan
padanya bahwa Allah mencintainya.”
(HR. Bukhari
dan Muslim).
5.
Qatadah bin Nu’man baca surah Al-Ikhlas semalam
penuh.
Kemudian
dilaporkan kepada Nabi.
Nabi Muhammad
bersabda,
”Sesungguhnya surat Al-Ikhlas sama dengan sepertiga Al-Quran.”
(HR. Bukhari).
6.
Bacaan iftitah dibuat oleh sahabat.
Ibnu
Umar berkata,
“Ketika
kami salat bersama Rasulullah, seorang laki-laki suatu kaum mengucapkan doa
iftitah tertentu.
Rasulullah
bersabda,
”Siapakah
yang mengucapkan kalimat anu dan anu?”
Laki-laki
itu menjawab,
“Saya wahai Rasulullah.”
Nabi Muhamad
bersabda,
”Saya
kagum dengan bacaan itu, karena pintu-pintu langit dibuka karena doa itu.”
7.
Doa dibuat oleh sahabat Nabi.
Anas
bin Malik berkata,
”Sesungguhnya
Rasulullah mendengar seorang pria mengucapkan doa tertentu.”
Nabi Muhammad
bersabda,
“Engkau
telah memohon kepada Allah dengan nama-Nya yang Agung.
Jika berdoa
dengan doa itu.
Maka doanya
akan dikabulkan Allah.”
8.
Doa tambahan pada bacaan sesudah rukuk.
Rifa’ah
bin Rafi’ berkata,
“Suatu
hari kami salat di belakang Nabi.
Nabi
mengangkat kepala dari rukuk dan mengucapkan doa.
Seorang
laki-laki di belakangnya mengucapkan doa tambahan tertentu.
Ketika selesai
salat.
Nabi
bersabda,
“Siapakah yang mengucapkan kalimat tadi?”.
Laki-laki
itu menjawab, “Saya”.
Nabi
bersabda,
”Aku
melihat puluhan malaikat mendatangimu.
Para
malaikat berebut menuliskannya pertama kali.”
(HR. Bukhari
dan Muslim).
9.
Bacaan rukiah dibuat sahabat Nabi.
Seorang
sahabat menyembuhkan orang gila yang terikat dengan rukiah.
Dengan
membacakan surah Al-Fatihah 3 hari pagi dan petang.
Dia
berkata,
”Setiap
kali selesai membaca surah Al-Fatihah.
Saya
kumpulkan air liur saya, kemudian saya tiupkan.
Seakan-akan
orang gila itu sadar dari ikatannya.
Lalu mereka
memberi saya upah.
Maka saya
jawab: Saya akan menanyakan hukumnya pada Nabi lebih dulu.”
Nabi Muhammad
bersabda,
”Sungguh
engkau makan dari hasil rukiah yang benar.”
(HR.
Abu Daud, Ahmad dan Hakim).
Rukiah
(ruqiyah) adalah pengobatan dengan berzikir atau doa.
Seperti
dilakukan Nabi Muhammad.
Untuk mengusir
pengaruh jahat dari hati manusia.
Daftar
Pustaka
1.
Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2.
Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3.
Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37
Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4.
Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5.
Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment