ALASAN TAMBAH SALAH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang alasan yang menambah
kesalahan menurut Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
1. Dikisahkan, bahwa pada malam hari yang gelap,
Abu Nawas (813-862 Masehi), seorang penyair jenaka yang sangat dekat dengan
Khalifah Harun Al-Rasyid bertemu dengan seseorang.
2. Rupanya Abu Nawas ingin bergurau, lalu dipegangnya
bagian anggota tubuh terpenting orang tersebut.
3. Abu Nawas sangat terkejut ketika dia
mendengar suara orang yang menghardiknya dengan keras.
4. Abu Nawas tersadar dan sangat kaget
ternyata anggota tubuh terpenting yang dipegangnya adalah milik Khalifah Harun
Al-Rasyid.
5. Dengan suara terbata-bata Abu Nawas mengajukan
alasan, “Maafkan saya tuanku, saya kira yang saya pegang adalah permaisuri”.
6. Tentu saja, alasan ini menambah amarah
Khalifah Harun Al-Rasyid.
7. Alasan yang ditampilkan oleh Abu Nawas
sangat lebih buruk daripada kesalahan yang telah dilakukannya.
8. Alasan yang lebih buruk daripada
kesalahan sering kali kita dengar.
a. Seseorang yang telah jelas melakukan
pelanggaran ajaran agama Islam, melanggar sesuatu yang jelas haram.
b. Tetapi dikatakan tidak haram dan bahkan dikatakan
tidak apa-apa melanggar sesuatu yang haram.
9. Perkataan seperti itu menjadikan
kesalahannya menjadi berganda.
a. Yang pertama, dia melanggar sesuatu yang
haram.
b. Yang kedua, dia membenarkan perbuatannya
yang salah tersebut.
10. Pada saat menjelang Pemilihan umum
(pemilu), kadang kala muncul alasan yang lebih buruk daripada kesalahan.
11. Seseorang berkata,”Tidak usah ikut pemilu
dan tidak perlu mencoblos untuk memilih partai dan pemimpin, karena semuanya jelek
dan tidak ada yang mewakili aspirasi rakyat”.
12. Alasan seperti ini adalah lebih buruk
daripada keengganan memilih.
a. Menjadikan seluruh putra-putri bangsa
yang dicalonkan semuanya jelek dan buruk adalah salah.
b. Jika rakyat tidak ikut pemilu, maka dia
bukan warga negara yang baik.
c. Dan yang akan menang dan terpilih adalah
orang-orang yang tidak mewakili mereka.
13. Agama Islam dan pertimbangan akal sehat
menetapkan keharusan adanya pemerintah yang mengelola kepentingan masyarakat
dan pemilu adalah cara yang paling tepat untuk mencapainya.
14. Nabi Muhammad bersabda,”Jika beberapa
orang mengadakan perjalanan, maka dianjurkan untuk memilih salah seorang di
antara kalian sebagai pemimpin selama perjalanan”.
15. Nabi Muhammad bersabda,”Memilih adalah
amanat dan jabatan yang diberikan oleh pemilih dan diterima oleh yang terpilih
juga amanat. Jika amanat disia-siakan atau diserahkan kepada pihak yang tidak layak
memikulnya, maka nantikan saat kehancurannya,"
16. Nabi Muhammad bersabda,”Jika semua
pilihan adalah jelek, maka pilihlah yang paling sedikit kejelekannya”.
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah
dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.
2. Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan
Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan
Al-Quran.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online



0 comments:
Post a Comment