Wednesday, August 14, 2019

2984. AIR LAUT BERTEMU TAK MENYATU


AIR LAUT BERTEMU TAK MENYATU
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
 
    Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan air lautan yang bertemu tetapi tidak menyatu?” Tim gomuslim.com menjelaskannya.
1.    Al-Quran surah Ar-Rahman (surah ke-55) ayat 19-20.
مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيَانِ
بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَا يَبْغِيَانِ
      Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

2.    Al-Quran surah Al-Furqan (surah ke-25) ayat 53


۞ وَهُوَ الَّذِي مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ هَٰذَا عَذْبٌ فُرَاتٌ وَهَٰذَا مِلْحٌ أُجَاجٌ وَجَعَلَ بَيْنَهُمَا بَرْزَخًا وَحِجْرًا مَحْجُورًا
    
       Dan Dia yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.

3.    Al-Quran adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril untuk menjadi pedoman hidup bagi umat Islam dan manusia sepanjang zaman.
4.    Meskipun, sudah ada sejak beratus-ratus tahun, isi kandungan Al-Quran banyak menyimpan bukti-bukti saintifik yang ditemukan oleh para ilmuwan beberapa abad setelah itu.
5.    Para ilmuwan ini banyak yang mengkorelasikan penemuan-penemuannya dengan Al-Quran.
6.    Banyak pula ahli tafsir yang menyimpulkan bahwa Al-Quran menyimpan kunci berbagai pengetahuan yang mungkin akan terkuak pada kemudian hari.
7.    Salah satunya tentang fenomena dua air laut yang bertemu, tetapi tidak menyatu (bercampur) dalam surah Ar-Rahmaan (surah ke-55) ayat 19-20.
8.    Fenomena alam aneh yang terjadi di Selat Gibraltar telah mengundang keheranan sekaligus decak kagum dunia.
9.    Selat Gibraltar memisahkan benua Afrika dan Eropa, tepatnya antara negara Maroko dan Spanyol.
10. Penjelasan secara fisika modern terkait fenomena ini baru ada di abad 20 M oleh ahli-ahli Oceanografi.
11. Para ilmuwan menjelaskan Selat Gibraltar adalah pertemuan antara dua lautan yang berbeda, yaitu laut Atlantik dan laut Tengah, sehingga muncul fenomena yang menarik.
12. Yaitu kedua air laut bertemu, tetapi kedua jenis air tersebut tidak bercampur.
13. Terdapat garis batas pemisah yang dapat terlihat jelas.
14. Fenomena ini disebut halocline.

15. Air laut dari Lautan Atlantik memasuki Laut Mediterania atau laut Tengah (Mediterania)  melalui Selat Gibraltar.

16. Keduanya mempunyai karakteristik yang berbeda, suhu air berbeda, kadar garam nya berbeda, dan kerapatan air (density) air pun berbeda.
17. Laut Tengah mempunyai suhu 11,5 derajat C, salinitas > 36,5 per mil, dan kepadatan yang tinggi.
18. Lautan Atlantik memiliki suhu 10 derajat C, salinitas < 36 per mil, dengan kepadatan lebih rendah dari Laut Tengah.
19. Waktu kedua air itu bertemu di Selat Gibraltar, karakter air dari masing-masing laut tidak berubah.
20. Air laut di Laut Tengah memiliki kerapatan dan kadar garam yang lebih tinggi daripada air laut yang ada di Samudera Atlantik.
21. Menurut sifatnya, air akan bergerak dari kerapatan tinggi ke daerah dengan kerapatan air yang lebih rendah.
22. Sehingga arus di selat Gibraltar bergerak ke barat, menuju Samudera Atlantik.
23. Terlihat dengan jelas air yang berasal dari Lautan Atlantik, dan air yang berasal dari laut tengah.
24. Dilihat dari warnanya, kedua air laut itu berbeda.
25. Air laut dari Samudera Atlantik berwarna biru lebih cerah, sedangkan air laut dari Laut Tengah berwarna lebih gelap.
26. Jika dipikir secara logika, pasti kedua air laut tersebut bercampur, tetapi nyatanya airnya tidak bercampur.
27. Kedua air laut itu membutuhkan waktu yang lama untuk bercampur, agar karakteristik airnya melebur.
28. Penguapan air di Laut Mediterania sangat besar, sedangkan air dari sungai yang bermuara di Laut Tengah berkurang sekali, sehingga air dari Lautan Atlantik mengalir deras ke Laut Tengah.
29. Sifat air lautan ketika bertemu, menurut modern science, tidak bisa bercampur satu sama lain.
30. Hal ini telah dijelaskan oleh para ahli kelautan.
31. Dikarenakan adanya perbedaan masa jenis, tegangan permukaan mencegah kedua air dari lautan tidak becampur satu sama lain, seolah terdapat dinding tipis yang memisahkan mereka.
32. Dalam buku 'Alquran vs Sains Modern menurut Dr Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, seorang ahli oseanografi bernama Francis J Cousteau pernah menyampaikan laporannya sebagai hasil pengkajiannya terhadap fenomena alam tersebut.
33. "Kami mempelajari pernyataan peneliti tertentu tentang penghalang yang memisahkan lautan dan mengamati bahwa Laut Mediterania memiliki salinitas dan kerapatan yang berbeda serta menjadi tempat hunian bagi flora dan fauna yang khas dari tempat itu," jelas Cousteau.
34. Pihaknya meneliti air di Samudera Atlantik dan menemukan sifat yang sama sekali berbeda dengan Laut Tengah.
35. Awalnya mereka mengira kedua laut yang bertemu di Selat Gibraltar mestinya menunjukkan sifat yang serupa dalam salinitas, kerapatan, dan sifat-sifat lainnya.
36. Tetapi, kedua laut itu menunjukkan sifat berbeda walaupun keduanya berdampingan.
37. Hal tersebut sangat mengherankan. "Sebuah tabir ajaib mencegah keduanya bercampur. Tabir serupa juga diamati di Bab Al Mandab di Teluk Aden yang bertemu dengan Laut Merah," tambahnya.
38. Fenomena bertemunya dua air laut namun tidak saling bercampur ini juga disebabkan karena gaya fisika yang disebut 'tegangan permukaan'.
39. Para ahli kelautan menemukan bahwa air dari laut-laut yang bersebelahan memiliki perbedaan massa jenis.
40. Karena perbedaan massa jenis ini, tegangan permukaan mencegah dua lautan untuk saling bercampur, seolah-olah terdapat dinding tipis yang memisahkan keduanya.
41. Pembatas yang ada di antara pertemuan dua jenis air ini dijelaskan sekira 14 abad lalu di dalam salah satu ayat Al-Quran.
Daftar Pustaka
1.    Internet.
2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.    Tafsirq.com online


Related Posts:

0 comments:

Post a Comment