BARANG
HILANG PASTI KETEMU DI JEPANG
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M

1. Kehilangan
barang adalah suatu hal yang tidak kita inginkan.
2. Kita
pasti kita akan merasa kesal ketika barang kita jatuh atau hilang.
3. Di
Indonesia, barang yang hilang biasanya tidak akan ditemukan kembali.
4. Tetapi
hal ini tidak berlaku di Jepang.
5. Semua
barang yang hilang di Jepang, hampir pasti akan ditemukan dan akan kembali kepada
pemiliknya.
6. Penyebab
barang yang hilang di Jepang, akan kembali kepada pemiliknya:
1) Jumlah
kantor polisi sangat banyak.
2) Tingkat
kejahatan di Jepang sangat rendah.
3) Pengaruh
ajaran Otentosama.
4) Perasaan
kebersamaan yang tinggi di Jepang.
5) Aturan
hukum barang yang hilang.
7. Kantor
pos polisi dalam bahasa jepang disebut Koban.
1) Pos Polisi
(Koban) sangat berperan dalam urusan barang yang hilang.
2) Pada tahun
2006, di Jepang terdapat lebih dari 6362 Pos Polisi (Koban).
3) Jumlah
petugas Pos Polisi (Koban) yang berjaga 48.700 orang polisi yang bekerja di pos-pos
polisi tersebut.
4) Penduduk
Jepang sejak kecil diajar dan dilatih oleh orang tua dan para guru untuk
mengembalikan barang yang hilang kepada pos polisi terdekat.
5) Mereka
juga diajarkan untuk segera melapor ke pos polisi terdekat apabila barang
bawaan mereka hilang.
6) Kebiasaan
tersebut menjadi salah satu alasan, bahwa Pos Polisi (Koban) berperan besar
dalam kembalinya barang hilang kepada pemiliknya.
8. Tingkat
kejahatan di Jepang sangat rendah.
1) Rendahnya
tingkat kriminalitas di Jepang, juga menjadi penyebab barang yang hilang hampir
pasti kembali kepada pemiliknya.
2) Tingkat
kriminalitas yang rendah membuat para petugas polisi mempunyai waktu untuk
mengurusi barang-barang yang hilang dan mengembalikannya kepada pemiliknya.
3) Semua barang
yang hilang, mulai dari dompet, tas, telepon genggam, hingga payung plastik, dan
berbagai macam jenis barang hilang biasanya dikembalikan ke pos polisi terdekat
oleh orang yang menemukannya.
4) Setiap
tahunnya kurang lebih ada 26 juta barang yang hilang diserahkan kepada petugas pos
polisi terdekat.
9. Pengaruh
ajaran otentosama
1) Penduduk
Jepang sejak kecil telah mempelajari dan melatih ajaran Otentosama dalam kehidupan
mereka sehari-hari.
2) Otentosama
artinya matahari.
3) Penduduk
Jepang sering dihimbau oleh orang tua mereka dengan kalimat:
4) “誰も見ていないと思って悪いことをしても、おてんとうさまが見ているよ!”
5) Dibaca,
“Dare mo miteinai to omotte warui koto wo shitemo, Otentosama ga miteiruyo!”.
6) Kalimat
ini artinya,”Meskipun tidak ada manusia yang melihat kalian melakukan hal
buruk, tetapi matahari mengetahui dan menyaksikan segala hal yang kalian
lakukan.”
7) Sikap moral
ini diajarkan di Jepang sejak kecil.
8) Penduduk
Jepang memiliki moral yang baik sehingga takut untuk berbuat hal-hal yang buruk.
9) Semua orang
Jepang selalu mengembalikan barang yang hilang kepada petugas pos polisi
terdekat.
10. Perasaan
kebersamaan yang tinggi di Jepang.
1) Jepang
menganut sistem nilai budaya kolektivisme.
2) Salah
satu pengaruh positif dari menganut budaya ini adalah rasa kebersamaan yang
tinggi.
3) Dengan
perasaan kebersamaan yang tinggi, orang Jepang menjadi lebih peka akan kejadian
yang ada di sekitar mereka.
4) Mereka
juga memiliki rasa tolong menolong yang lebih tinggi.
5) Orang
Jepang hampir selalu mengembalikan barang yang mereka temukan kepada petugas polisi
terdekat.
6) Masyarakat
Jepang memiliki rasa empati dengan orang yang kehilangan barang tersebut.
7) Mereka
dapat membayangkan perasaan orang lain yang kehilangan barangnya.
8) Setiap
orang dapat membayangkan kesedihan yang dialami apabila barang mereka sendiri
yang hilang.
11. Hukum dan
aturan tentang barang yang hilang di Jepang.
1) Hukum dan
aturan barang yang hilang di Jepang:
a. Penemu
barang yang hilang akan menjadi pemilik baru barang hilang tersebut apabila
barang hilang tersebut tidak diambil setelah 3 bulan.
b. Pemilik
barang wajib memberikan ganti 5% sampai 20% dari nilai barang yang hilang
tersebut kepada penemu barangnya.
12. Allah berfirman,”Janganlan
kamu memakan harta orang lain dengan jalan batil.”
13. Al-Quran
surah An-Nisa (surah ke-4) ayat 29.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
لَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ إِلَّا أَنْ تَكُونَ تِجَارَةً
عَنْ تَرَاضٍ مِنْكُمْ ۚ وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ
رَحِيمًا
Hai orang-orang yang beriman, janganlah
kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan
jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antaramu. Dan janganlah
kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
Sumber
1. Internet:
ikidane Nippon.
2. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3. Tafsirq.com
online
0 comments:
Post a Comment