HALAL DIHARAMKAN ITU SYIRIK
Oleh: Drs. H. M. YusronHadi,
M.M

A.
Mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram
sama dengan syirik.
1. Islam mencela sikap orang yang suka menghalalkan yang
haram dan menghalalkan yang haram.
2. Ajaran lslam memandang hal itu sebagai penyempitan bagi
manusia terhadap sesuatu yang diberi keleluasaan oleh Allah.
3. Nabi Muhammad berusaha memberantas dan mencela sikap
berlebihan.
4. Rasululllah bersabda,”Ingatlah, semoga binasa orang yang bersikap
terlalu berlebihan."
5. Rasulullah bersabda,”Saya diutus oleh Allah membawa agama
yang toleran."
6. Islam adalah agama yang teguh dalam berakidah tauhid dan lapang
dalam hal pekerjaan dan aturan.
7. Dalam hadis qudsi Allah berfirman,”Aku menciptakan
hamba-hamba-Ku dengan sikap lurus, tetapi setan membelokkan mereka dari agamanya,
dan mengharamkan atas sesuatu yang Aku halalkan, dan mempengaruhi agar menyekutukan Aku dengan
sesuatu yang Aku tidak turunkan keterangan padanya."
8. Mengharamkan yang halal dapat disamakan dengan syirik.
9. Al-Quran menentang keras sikap orang musyrik Arab yang
berani mengharamkan makanan dan hewan yang baik.
10. Kaum musyrik Arab mengharamkan:
1) Bahirah (unta betina yang sudah melahirkan anak ke-5).
2) Saibah (unta betina yang dinazarkan untuk berhala).
3) Washilah (kambing yang telah beranak 7).
4) Ham (hewan yang sudah membuntingi 10 kali), khusus buat
berhala.
11. Unta Bahirah.
1) Orang Arab zaman Jahiliah beranggapan unta betina beranak
5 kali dan anak ke-5 jantan, maka telinganya dibelah dan tidak boleh dinaiki.
2) Unta itu khusus untuk berhala, tidak dipotong, tidak
dibebani muatan dan tidak dipakai menarik air.
3) Unta ini disebut Bahirah, yakni unta yang dibelah
telinganya.
12. Unta Saibah.
1) Jika ada orang datang dari bepergian atau sembuh dari
sakit dan sebagainya, dia bernazar untuk untuk berhala.
2) Unta itu disebut Saibah.
13. Kambing Washilah.
1) Jika ada kambing melahirkan anak betina, maka anaknya untuk
pemilknya.
2) Tetapi jika anaknya jantan, maka khusu buat berhala.
3) Jika kambing melahirkan anak jantan dan betina, maka anaknya
yang jantan tidak disembelih karena khusus buat berhala.
4) Kambing ini disebut Washilah.
14. Hewan Ham.
1) Jika ada hewan telah membuntingi anaknya, maka hewan itu tidak
dinaiki, tidak dibebani muatan dan sebagainya.
2) Hewan ini disebut Ham.
15. Banyak penafsiran dan penjelasan tentang macam-macam
hewan, tapi berkisar seperti di atas.
16. Al-Quran melarang pengharaman ini dan menganggapnya
sebagai sesat.
17. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 103-104.
مَا جَعَلَ ٱللَّهُ مِنۢ بَحِيرَةٍ وَلَا سَآئِبَةٍ
وَلَا وَصِيلَةٍ وَلَا حَامٍ ۙ وَلَٰكِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ
ٱلْكَذِبَ ۖ وَأَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ
Allah tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam, tetapi orang-orang kafir membuat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah kami mengikuti seperti bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
Allah tidak pernah mensyariatkan adanya bahiirah, saaibah, washiilah dan haam, tetapi orang-orang kafir membuat kedustaan terhadap Allah, dan kebanyakan mereka tidak mengerti. Apabila dikatakan kepada mereka: "Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul". Mereka menjawab: "Cukuplah kami mengikuti seperti bapak-bapak kami mengerjakannya". Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?
18. Al-Quran mengajak munaqasyah (diskusi) mendetail terhadap
prasangka mereka yang telah mengharamkan beberapa hewan, seperti: unta, sapi,
kambing biri-biri dan kambing kacangan.
19. Al-Quran surah Al-An’am (surah ke-6) ayat 143-144.
ثَمَٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ
ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ
عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ
وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Ada 8 hewan berpasangan, 2 pasang domba dan 2 pasang kambing. Katakan: "Apakah 2 jantan yang diharamkan Allah atau 2 betina, atau yang ada dalam kandungan 2 betinanya?" Terangkan kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu memang orang yang benar, dan 1 pasang unta dan 1 pasang lembu. Katakan: "Apakah 2 jantan yang diharamkan atau 2 dua betina, atau yang ada dalam kandungan 2 betinanya. Apakah kamu menyaksikan waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapa yang lebih zalim dibanding orang yang membuat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ
Ada 8 hewan berpasangan, 2 pasang domba dan 2 pasang kambing. Katakan: "Apakah 2 jantan yang diharamkan Allah atau 2 betina, atau yang ada dalam kandungan 2 betinanya?" Terangkan kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu memang orang yang benar, dan 1 pasang unta dan 1 pasang lembu. Katakan: "Apakah 2 jantan yang diharamkan atau 2 dua betina, atau yang ada dalam kandungan 2 betinanya. Apakah kamu menyaksikan waktu Allah menetapkan ini bagimu? Maka siapa yang lebih zalim dibanding orang yang membuat dusta terhadap Allah untuk menyesatkan manusia tanpa pengetahuan?" Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zalim.
20. Al-Quran surah Al-A’raf (surah ke-7) ayat 32-33.
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ
وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ
ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ
يَعْلَمُونَ
Katakan: "Siapa yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakan: "Semuanya (disediakan) bagi orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikian Kami menjelaskan ayat-ayat bagi orang yang mengetahui. Katakan: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, yang tampak atau yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan benar, (mengharamkan) menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".
Katakan: "Siapa yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-Nya dan (siapa pula yang mengharamkan) rezeki yang baik?" Katakan: "Semuanya (disediakan) bagi orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikian Kami menjelaskan ayat-ayat bagi orang yang mengetahui. Katakan: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan keji, yang tampak atau yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan benar, (mengharamkan) menyekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui".
21. Semua ayat munaqasyah (diskusi) itu Makkiyyah yang
diturunkan untuk mengkukuhkan akidah tauhid dan ketentuan di akhirat kelak.
22. Hal itu membuktikan masalah itu dalam pandangan Al-Quran,
bukan cabang atau bagian, tetapi termasuk masalah pokok dan kulli.
23. Sebagain umat lslam di Madinah cenderung berbuat
keterlaluan dan mengharamkan hal-hal yang baik.
24. Allah menurunkan ayat-ayat muhkamah (hukum) untuk
menegakkan batas ketentuan Allah dan mengembalikan ke jalan yang benar.
25. Al-Quran surah Al-Maidah (surah ke-5) ayat 87-88.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحَرِّمُوا۟ طَيِّبَٰتِ
مَآ أَحَلَّ ٱللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ
وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ
Hai orang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwa kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
وَكُلُوا۟ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِىٓ أَنتُم بِهِۦ مُؤْمِنُونَ
Hai orang beriman, janganlah kamu mengharamkan apa yang baik yang telah Allah halalkan bagimu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang melampaui batas. Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwa kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.
Daftar Pustaka.
1. Qardhawi, Yusuf. Halal dan haram dalam lslam. Penerbit
Bina Ilmu, 1993.
2. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
3. Tafsirq.com online.
0 comments:
Post a Comment