Friday, June 7, 2019

2420. HALAL DAN HARAM


HALAL DAN HARAM
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

     Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang halal dan haram menurut agama Islam?” Syekh Yusuf Qardhawi menjelaskannya.
1.    Masalah halal dan haram dalam Islam pertama kalinya tampak amat mudah, tetapi kenyataannya sangat sukar.
2.    Untuk menarjih suatu pendapat lainnya dalam masalah halal dan haram diperlukan suatu pembahasan dan penelitian yang lama sekali.
3.    Menarjih adalah memilih pendapat yang dalilnya paling kuat di antara pendapat yang berbeda-beda.
4.    Para ulama berpendapat kebanyakan para penyelidik Islam di zaman modern ini terbagi dalam dua golongan:
5.    Golongan ke-1: Golongan orang-orang yang menganggap tradisi Barat harus diterima, tidak perlu ditentang, dan diperdebatkan.
1)    Jika ajaran Islam sesuai dengan pikiran dan tradisi barat, mereka menyambutnya dengan cepat.
2)    Tetapi jika terdapat ajaran Islam bertentangan dengan tradisi Barat, mereka berusaha mencari jalan untuk mendekatkan, menjelaskan, atau menakwilkannya dan mengubahnya.
3)    Seolah-olah ajaran Islam diharuskan tunduk kepada kebudayaan, filsafat dan tradisi Barat.
4)    Misalnya tentang: patung, lotre, rente (riba), free love, penonjolan anggota wanita, laki-laki memakai emas dan sutera, perceraian, poligami dan sebagainya.
5)    Seolah-olah segala sesuatu harus disesuaikan dengan pandangan Barat, sehingga hal yang disebut halal dan haram dalam pandangan mereka, maka ajaran Islam harus mengikutinya.
6)    Padahal, Islam bersumber dari Kalamullah (firman Allah) yang selamanya tinggi dan harus diikuti, bukan mengikuti.
7)    Peraturan Allah harus diikuti oleh semua hamba-Nya, bukan sebaliknya Sang Khaliq (Pencipta) yang mengikuti makhluk yang diciptakan-Nya.

8)    Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 71.

9)   وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَقُّ أَهْوَاءَهُمْ لَفَسَدَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ وَمَنْ فِيهِنَّ ۚ بَلْ أَتَيْنَاهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ عَنْ ذِكْرِهِمْ مُعْرِضُونَ


      Andai kata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasa langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.

10) Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 35.

قُلْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ ۚ قُلِ اللَّهُ يَهْدِي لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَنْ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ أَحَقُّ أَنْ يُتَّبَعَ أَمَّنْ لَا يَهِدِّي إِلَّا أَنْ يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

      Katakan: "Apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang menunjuki kepada kebenaran?" Katakan: "Allah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka apakah orang-orang yang menunjuki kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti ataukah orang yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) diberi petunjuk? Mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?”

6.    Golongan ke-2: Golongan orang-orang yang terlalu apatis.
1)    Pikirannya beku dalam menilai masalah halal dan haram.
2)    Mereka hanya mengikuti yang sudah ditulis dalam kitab-kitab dan  menganggapnya itu adalah Islam.
3)    Pendapatnya tetap dan tidak mau bergeser sedikit pun.
4)    Tidak mau berusaha untuk menguji kekuatan dalil yang dipakai oleh madzhabnya untuk dibandingkan dengan dalil yang dipakai orang lain, guna mengambil suatu kesimpulan yang benar sesudah ditimbang dan diteliti.
5)    Jika ditanya tentang hukumnya: musik, nyanyian, catur, mengajar perempuan, perempuan membuka wajah dan tangannya dan sebagainya, omongan yang paling mudah keluar dari mulutnya adalah haram.
6)    Mereka lupa etika yang dipakai oleh salafus-shalih (orang-orang dulu yang saleh), padahal mereka tidak pernah mengatakan haram, kecuali setelah diketahuinya dalil yang mengharamkannya dengan jelas dan positif.

7.    Yusuf Qaradhawi berpendapat bahwa dirinya tidak rela menjadikan Barat sebagai suatu persembahan, sesudah dia menerima Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Rasulullah.
8.    Tetapi, juga tidak rela akal dan rasionya akan terikat dengan suatu madzhab, dalam seluruh masalah kehidupannya.
9.    Artinya, dia tidak rela dalam menentukan masalah benar atau salah hanya mengikuti satu madzhab tertentu saja.
10. Imam Malik berkata: "Setiap orang, pendapatnya boleh diambil dan boleh ditolak, kecuali penjelasan Nabi Muhammad harus diterima tanpa membantah sedikit pun.
11. Imam Syafi'i berkata: "Apa yang saya anggap benar mungkin juga salah, dan yang saya anggap salah, mungkin juga benar."
12. Sehingga tidak pantas seorang muslim yang berpengetahuan dan memiliki peralatan untuk menimbang dan menguji, akan menjadi tahanan dalam satu  madzhab, atau tunduk kepada pendapat seorang ahli fiqih tertentu.
13. Seharusnya dia mau menjadi tawanan hujah dan dalil.
14. Selama dalilnya sah dan hujahnya kuat, pendapat itu yang lebih patut diikuti.
15. Jika sanadnya lemah dan hujahnya pun tidak kuat, maka harus ditolak dengan tidak memandang siapa pun yang mengatakannya.
16. Ali bin Abi Thalib berkata, "Jangan kamu kenali kebenaran itu karena manusianya, tetapi kenali kebenaran itu, maka kamu akan kenal orangnya."
17. Islam adalah ciptaan Allah, siapakah yang lebih baik daripada ciptaan Allah?

18. Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 138.

صِبْغَةَ اللَّهِ ۖ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ صِبْغَةً ۖ وَنَحْنُ لَهُ عَابِدُونَ

      Shibghah Allah. Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah? Dan hanya kepada-Nya kami menyembah.


Daftar Pustaka.
  1. Qardhawi, Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi. Halal dan Haram dalam Islam. Alih bahasa: H. Mu'ammal Hamidy. Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

2.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2
3.    Tafsirq.com online.







Related Posts:

0 comments:

Post a Comment