PDIP UTAK ATIK PANCASILA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1.
PDIP Tidak Bisa Lagi
Dipercaya Dalam Urusan Pancasila
2. Penulis: Asyari Usman (Wartawan
Senior)
3. Drama RUU Haluan Ideologi Pancasila
(HIP) sedang ‘pose’ (pause).
4. Pembahasannya ditunda.
5. Tapi, semua komponen besar umat
Islam menuntut agar RUU itu dibatalkan.
6. Tuntutan pembatalan ini kelihatannya
akan digaungkan terus.
7. Sampai RUU itu dicabut.
8. Agar RUU yang sangat berbahaya itu
tidak lagi mengganggu ketenteraman publik.
9. Ada pelajaran besar dari drama RUU
HIP.
10. Pelajaran itu ialah bahwa PDIP,
mulai sekarang, tidak bisa lagi dipercaya dalam urusan Pancasila.
11. Partai Banteng tidak bisa dipercaya
lagi sebagai tempat untuk menitipkan Pancasila.
12. Meskipun mereka akhirnya memasukkan Tap
MPRS Nomor XXV/MPRS/1966 tentang larangan komunisme-PKI sebagai konsideran RUU.
13. Kemudian menggugurkan Pasal 7
tentang pemerasan (ekstraksi) Pancasila menjadi Trisila dan Ekasila, tetap saja
PDIP tidak bisa dipercaya sampai kapan pun.
14. Mereka akan berusaha terus
mengutak-atik dasar negara ini.
15. Pancasila tidak akan aman di tangan
PDIP. Khususnya sila Ketuhanan Yang Maha Esa (KYME).
16. Melalui konsep Trisila yang digagas
oleh elit Partai Banteng, KYME dilecehkan menjadi “ketuhanan yang
berkebudayaan” (KYB).
17. Bisa ditebak arah KYB. Yaitu, secara
perlahan akan melenyapkan total dasar ketuhanan dalam kehidupan umat.
18. Umat Islam mencatat ini.
19. Semua sudah terang benderang.
20. Dilihat dari pemikiran mereka untuk
memeras lima sila menjadi 3 dan seterusnya menjadi 1, tak diragukan lagi PDIP
sedang membidik sila ketuhanan.
21. Mereka, tampaknya, ingin sekali
menghapus KYME.
22. Ada indikasi bahwa PDIP gerah dengan
sila pertama itu.
23. Para politisi senior Banteng
mengatakan inisiatif Trisila dan Ekasila di RUU HIP bukan datang dari mereka.
24. Begitu juga soal peniadaan Tap MPRS
larangan komunisme-PKI di deretan konsideran RUU. PDIP merasa terfitnah.
25. Tapi, semua orang bisa menelusuri
kronologi RUU ‘toxic’ itu.
26. Tim koran ‘Republika’ yang melakukan
investigasi menemukan bahwa PDIP adalah pihak yang mengusulkan RUU HIP di Badan
Legislasi (Baleg) DPRRI.
27. Wakil Ketua Baleg, Rieke Diah
Pitaloka dari PDIP, ditunjuk menjadi ketua panitia kerja (panja) RUU tersebut.
28. Entah dengan alasan apa,
parpol-parpol lain mendukung pembahasan RUU ini. Kecuali PKS dan Partai
Demokrat. ‘
29. Hanya PKS yang menolak dengan alasan
yang sangat mendasar.
30. Sedangkan Demokrat menolak dengan
alasan bahwa tidak baik membahas RUU krusial di tengah wabah Covid-19.
31. Dalam 3-4 hari ini, PDIP
mengaktifkan mesin bantahan. Tetapi, seluruh rakyat sudah tahu apa yang mereka
lakukan.
32. Banteng saat ini sedang sibuk
meyakinkan umat Islam bahwa mereka adalah partai yang ramah Islam (Islam
friendly).
33. Tiba-tiba saja, dua hari lalu
(18/6/2020) PDIP mengeluarkan ‘press release’ yang berisi tentangan terhadap
upaya Amerika untuk memindahkan ibukota Palestina dari Yerusalem ke Abu Dis.
34. Sekjen PDIP Hasto Kristianto
mengajak semua elemen bangsa bersatu melawan pemindahan ibukota Palestina itu.
35. Tak lupa, Hasto menyebutkan bahwa
perjuangan Palestina untuk merdeka selalu ada dalam pikiran Bung Karno.
36. Memang apa saja tentang Palestina
pastilah selalu membangkitkan sentimen umat Islam di sini.
37. Hasto memanfaatkan soal ibukota itu
untuk mendinginkan isu Trisila dan Ekasila.
38. Dia mengatakan energi bangsa banyak
terkuras ke urusan domestik.
39. Sekarang saatnya ‘outward looking’
alias ‘mengurus dunia’, kata Hasto.
40. Serius mau mengurus dunia?
41. Dan, apa iya sangat urgen untuk
‘outward looking’ pada saat dan situasi seperti sekarang ini?
42. Boleh-boleh saja. Tapi, Trisila dan
Ekasila plus penyingkiran Tap MPRS larangan komunis-PKI di RUU HIP tak akan
pernah terlupakan.
43. Rakyat sulit memulihkan kepercayaan
kepada PDIP.
(Sumber: internet)
0 comments:
Post a Comment