ARAB SAUDI TAK PAKAI QUNUT
SUBUH
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Tahun
1902 Raja Abdul Aziz (Ibnu Saud) mendirikan Arab Saudi sebagai Emir Riyadh, Sultan
Nejd, serta Raja Hejaz dan Nejd.
Tahun
1932 berubah menjadi Kerajaan Arab Saudi.
Raja
Arab Saudi tidak dipilih berdasar keturunan.
Tetapi
berdasar kemampuannya.
Raja
Salman sebagai pengganti Raja Abdullah, bukan anak Raja Abdullah.
Tetapi
saudaranya Raja Abdullah.
Meskipun
begitu, hingga kini semua Raja setelah Raja Abdul Aziz masih berasal dari lingkungan
keluarga.
Semua
Raja adalah putra-putranya.
Arab
Saudi terletak di antara 15°LU - 32°LU danantara 34°BT - 57°BT.
Luas
kawasannyaa 2.240.000 km².
Arab
Saudi merangkum empat perlima kawasan di Semenanjung Arab.
Arab
Saudi adalah Negara terbesar di Asia Timur Tengah.
Arab
Saudi negara yang punya banyak gurun.
Gurun
terkenal di selatan Arab Saudi dijuluki "Daerah Kosong" (dalam bahasa
Arab, Rub al Khali), kawasan gurun terluas di dunia.
Wilayah
Arab Saudi barat daya punya kawasan pegunungan berumput dan hijau.
Hampir
tidak ada sungai atau danau permanen di negeri ini.
Tetapi
punya banyak wadi.
Beberapa
daerah subur ditemukan dalam endapan aluvial
di wadi, basin dan oasis.
Arab
Saudi pakai sistem Kerajaan atau Monarki.
Hukum
yang dipakai adalah Syariat Islam berdasar ajaran Islam salafush shalih.
Yaitu pemahaman para sahabat Nabi dan yang
mengikuti mereka dengan baik.
Arab
Saudi bermazhab Hambali.
Mazhab
Hambali mewajibkan setiap umat Islam mengerjakan salat fardu 5 waktu secara berjamaah.
Hukumnya
fardu ain (kewajiban perorangan) mengerjakan salat wajib 5 waktu berjamaah.
Ketika
salat fardu tiba, para petugas keamanan naik jip berkeliling memastikan kantor dan
toko ditutup sementara.
Karena
penghuninya wajib mengerjakan salat berjamaah.
Jika
ada orang yang tidak mengerjakan salat berjamaah, maka dihukum.
Sewaktu
penulis di Madinah (2018):
1.
Ada toko
bakso masakan Indonesia Grapari dihukum oleh petugas keamanan.
2.
Dilarang
berjualan pada hari itu.
3.
Pemilik
toko membagi makanannya gratis kepada para jemaah.
4.
Mungkin
ketahuan saat salat Subuh tokonya sudah buka.
5.
Atau
sebab lainnya.
SALAT SUBUH DI ARAB SAUDI TAK PAKAI QUNUT
1.
Salat
Subuh di Arab Saudi tidak memakai qunut.
2.
Bacaan
basmalah dibaca secara sir (pelan)
3.
Azan
Subuh dikumandangkan 2 kali.
1)
Azan
ke-1 dikumandangkan 1 jam sebelum waktu Subuh (seperti azan biasa).
2)
Azan
ke-2 dikumandangkan tepat masuk waktu Subuh (ditambah “assolatu khairum minan naum”).
Arab
Saudi dibagi 13 provinsi (manatiq), yaitu:
1.
Bahah
2.
Hududusy
Syamaliyah
3.
Jauf
4.
Madinah
5.
Qasim
6.
Riyadh
7.
Syarqiyah
(ProvinsiTimur)
8.
'Asir
9.
Ha'il
10.
Jizan
11.
Makkah
12.
Najran
13.
Tabuk
Kekayaan
Arab Saudi yang sangat besar diperoleh dari minyak yang sangat membantu dalam membangun
kekuatan.
Dahulu
Arab Saudi adalah wilayah perdagangan.
Terutama
kawasan Hijaz antara Yaman, Mekkah, Madinah, Damaskus, dan Palestina.
Pertanian
yang terkenal:
1.
Kebun
kurma.
2.
Gandum.
3.
Peternakan
menghasilkan daging, susu,dan olahannya.
Pada
saat sekarang digalakkan sistem pertanian terpadu untuk meningkatkan hasilnya.
Perindustrian
umumnya bertumpu pada sektor minyak bumi dan petrokimia setelah ditemukan sumber
minyak pada 3 Maret 1938.
Untuk
mengatasi kesulitan sumber air, Arab Saudi bertumpu sumber air alam (oase) dan mendirikan
industri air laut di kota Jubail.
Dengan
tumbuhnya perekonomian, maka kota-kota menjadi tumbuh dan berkembang.
Kota
yang terkenal di Arab Saudi adalah:
1.
Mekah.
2.
Madinah.
3.
Riyadh.
4.
Dammam.
5.
Dhahran.
6.
Khafji.
7.
Jubail.
8.
Tabuk.
9.
Jeddah.
Riyadh
adalah ibu kota Kerajaan Arab Saudi.
Penduduk
Arab Saudi mayoritas berasal bangsa Arab dan beragama Islam.
Di
daerah industri ada penduduk dari negara lain sebagai kontraktor dan pekerja asing.
Pendidikan
di Arab Saudi dibagi 3 tahap, yaitu:
1)
SD (Madrasah
Ibtidaiyah) 6 tahun.
2)
SMP
(Madrasah Mutawasithah) 3 tahun.
3)
SMA (Madrasah Tsanawiyah) 3 tahun.
Perguruan
tinggi dibagi 3 tingkatan, yaitu:
1)
Sarjana
(Bachelor)
2)
Magister
3)
Doktoral
Pendidikan
khusus menghafal Al-Qur'an jenjang:
1) SD.
2) SMP.
3) SMA.
Pendidikan
kejuruan seperti: industri, perdagangan dan pertanian.
Sejak
beberapa tahun lalu, Kerajaan Arab Saudi membuat Program Pelayan Dua Tanah Suci
untuk beasiswa keluar negeri.
Arab Saudi mengirim warganya belajar ke
perguruan tinggi di berbagai belahan dunia.
Program ini sudah diikuti 10.000 penerima
beasiswa.
(Sumber: internet)
0 comments:
Post a Comment