Sunday, July 8, 2018

947. TANTANGAN

TANTANGAN AL-QURAN
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya, “Mohon dijelaskan tentang tantangan Al-Quran terhadap siapa pun yang meragukan kebenaran Al-Quran?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
       Al-Quran mempunyai banyak fungsi, salah satunya untuk menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad dan bukti kebenarannya disampaikan dalam tantangan yang bertahap.
      Ke-1, Al-Quran menantang kepada siapa pun yang meragukan kebenaran Al-Quran untuk membuat kalimat semisal Al-Quran.
      Al-Quran surah Ath-Thur (surah ke-52) ayat 32-34.

أَمْ تَأْمُرُهُمْ أَحْلَامُهُمْ بِهَٰذَا ۚ أَمْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ أَمْ يَقُولُونَ تَقَوَّلَهُ ۚ بَلْ لَا يُؤْمِنُونَ فَلْيَأْتُوا بِحَدِيثٍ مِثْلِهِ إِنْ كَانُوا صَادِقِينَ

      Apakah mereka diperintah pikiran untuk mengucapkan tuduhan atau mereka kaum yang melampaui batas? Atau mereka mengatakan,”Muhammad membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman. Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al-Quran, jika mereka orang-orang yang benar.
      Ke-2, Al-Quran menantang kepada siapa pun yang meragukan kebenaran Al-Quran untuk menyusun sepuluh surah semacam Al-Quran.
      Al-Quran surah Hud (surah ke-11) ayat 13.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِثْلِهِ مُفْتَرَيَاتٍ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
     
      Bahkan mereka mengatakan, “Muhammad telah membuat Al-Quran. Katakan,”Kalau demikian, maka datangkan sepuluh surat yang dibuat untuk menyamainya, dan panggil orang yang kamu sanggup, selain Allah jika kamu memang orang-orang yang benar.   
      Ke-3, Al-Quran menantang kepada siapa pun yang meragukan kebenaran Al-Quran untuk menyusun satu surah saja semacam Al-Quran.
       Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 38.

أَمْ يَقُولُونَ افْتَرَاهُ ۖ قُلْ فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِثْلِهِ وَادْعُوا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

      Atau patutkah mereka mengatakan, “Muhammad membuatnya.” Katakan, “Kalau benar yang kamu katakan itu, maka coba datangkan sebuah surat seumpamanya dan panggil siapa saja yang dapat kamu panggil untuk membuatnya selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
      Ke-4, Al-Quran menantang kepada siapa pun yang tidak percaya bahwa Al-Quran berasal dari Allah untuk menyusun sesuatu yang mirip dengan satu surah Al-Quran.
      Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 23.

وَإِنْ كُنْتُمْ فِي رَيْبٍ مِمَّا نَزَّلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا فَأْتُوا بِسُورَةٍ مِنْ مِثْلِهِ وَادْعُوا شُهَدَاءَكُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

      Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Quran yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat (saja) yang semisal Al-Quran itu dan ajaklah penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.
       Al-Quran surah Al-Isra (surah ke-17) ayat 88.

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَىٰ أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَٰذَا الْقُرْآنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

      Katakan,”Sesungguhnya apabila manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al-Quran, niscaya mereka tidak dapat membuat yang serupa, meskipun mereka saling membantu.
       Para ahli berkomentar ketika terdapat tantangan yang angkuh dan sombong seperti di atas, hal ini hanya berasal dari orang yang memiliki sifat orang gila atau orang yang sangat yakin dengan kebenarannya.
      Nabi Muhammad sangat yakin dengan wahyu yang diterima berasal dari Allah yang dikirimkan melalui malaikat Jibril, karena wahyu adalah informasi yang sangat diyakini bersumber dari Allah.
     Meskipun Al-Quran menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad, tetapi fungsi utama Al-Quran adalah sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, agar mendapatkan kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat.
      Untuk meyakinkan umat manusia, para Nabi dan Rasul diberi bukti oleh Allah berupa mukjizat, tetapi para Nabi dan Rasul terdahulu diberi mukjizat yang terbatas pada daerah dan waktu tertentu.
      Sedangkan Nabi Muhammad diutus untuk seluruh umat manusia, di mana saja hingga akhir zaman, sehingga mukjizat Nabi Muhammad harus bersifat universal, kekal, dapat dipikirkan dan dibuktikan kebenarannya oleh akal manusia, inilah fungsi Al-Quran sebagai mukjizat.
        Hal-hal yang dapat menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad, sekaligus menjadi bukti bahwa seluruh informasi atau petunjuk yang disampaikan benar-benar  bersumber dari Allah adalah berikut ini.
      Pertama, Nabi Muhammad tidak pandai membaca dan menulis, serta hidup dalam lingkungan terbelakang, seandainya Nabi Muhammad pandai membaca dan menulis, pasti akan dipakai sebagai alasan untuk meragukan kenabian beliau.
     Al-Quran surah Al-Ankabut (surah ke-29) ayat 48.

وَمَا كُنْتَ تَتْلُو مِنْ قَبْلِهِ مِنْ كِتَابٍ وَلَا تَخُطُّهُ بِيَمِينِكَ ۖ إِذًا لَارْتَابَ الْمُبْطِلُونَ

         Dan kamu tidak pernah membaca sebelum Al-Quran sesuatu kitab dan kamu tidak (pernah) menulis suatu kitab dengan tangan kananmu. Seandainya kamu pernah membaca dan menulis, akan ragu orang yang mengingkarimu.”
      Kedua, Aspek keindahan dan ketelitian redaksi yang digunakan dalam Al-Quran. Orang yang tidak paham bahasa Arab, sulit memahami keindahan Al-Quran karena keindahan adalah tentang perasaan bukan pikiran, tetapi hal berikut dapat membantu menjelaskan keindahan Al-Quran, yaitu sering kali Al-Quran diturunkan secara spontan untuk menjawab pertanyaan atau mengomentari peristiwa.
     Nabi menjawab langsung pertanyaan tersebut dan jawaban yang spontan tidak memberikan peluang untuk berpikir dan menyusun dengan redaksi bagus, indah, dan teliti, tetapi setelah Al-Quran rampung diturunkan dan dilakukan analisis ditemukan hal-hal yang luar biasa dan menakjubkan.
      Contohnya dijumpai keseimbangan yang sangat serasi antarkata yang digunakannya, misalnya terdapat keserasian jumlah dua kata yang bertolak belakang.
     Ketiga, terdapat keseimbangan antara jumlah kata dengan antonimnya (kata yang berlawanan makna dengan kata lain).
      Keempat, Ditemui keseimbangan antara jumlah kata dengan jumlah kata yang menunjuk kepada akibatnya.
     Kelima, Dijumpai keseimbangan antara jumlah kata dengan kata penyebabnya.
    Keenam, Terdapat keseimbangan khusus, mislanya kata “yaum” artinya “hari” dalam bentuk tunggal ditemukan sejumlah 365 kali, sebanyak hari-hari dalam setahun.
      Sedangkan kata “hari” bentuk plural “ayyam” atau “dua” “yaumaini”, jumlah seluruhnya 30, sama dengan jumlah hari dalam sebulan.
      Kata “syahar” yang artinya “bulan” terdapat 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam setahun.
    Al-Quran menjelaskan langit ada “tujuh” dan kata ini diulangi sebanyak 7 kali, yakni dalam ayat Al-Baqarah (2:29), Al-Isra' (17:44), Al-Mu'minun (23:86), Fushshilat (41:12), Al-Thalaq (65:12), Al-Mulk (67:3), dan Nuh 15.
      Kata yang menunjuk kepada utusan Tuhan, yaitu rasul, nabi, atau basyir (pembawa berita gembira), atau nadzir (pemberi peringatan), semuanya berjumlah 518 kali, jumlah ini seimbang dengan jumlah penyebutan nama-nama nabi, rasul dan pembawa berita, yakni 518 kali.
      Ketujuh, Pemberitaan gaib dalam Al-Quran terbukti benar.
     Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) ayat 92.

فَالْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ آيَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ عَنْ آيَاتِنَا لَغَافِلُونَ

      “Pada hari ini Kami selamatkan badanmu (Fir’aun) agar menjadi pelajaran bagi orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan manusia lengah dari tanda kekuasaan Kami.”
     Sebelumnya, tidak ada yang mengetahuinya karena terjadi ribuan tahun sebelum Masehi. Pada 1896 Masehi, ahli purbakala Loret menemukan di Lembah Raja Luxor Mesir, sebuah mumi mayat Firaun yang bernama Maniptah yang pernah mengejar Nabi Musa.
     Pada 8 Juli 1908, Elliot Smith membuka pembalut mayat Fir'aun dan menemukan satu mayat utuh seperti yang diberitakan oleh Al-Quran.
      Kedelapan, Isyarat ilmiah Al-Quran sesuai dengan sains modern, misalnya cahaya matahari bersumber dari dirinya sendiri, sedangkan sinar rembulan adalah pantulan.
      Al-Quran surah Yunus (surah ke-10) surah ayat 5.

هُوَ الَّذِي جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ اللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِالْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

      Dia menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya tempat bagi perjalanan bulan itu, agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tak menciptakan demikian, melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.
     Al-Quran surah Al-Baqarah, ke-2 ayat 223 yang menjelaskan jenis kelamin bayi ditentukan sperma ayahnya, sedangkan ibunya bagaikan ladang.

نِسَاؤُكُمْ حَرْثٌ لَكُمْ فَأْتُوا حَرْثَكُمْ أَنَّىٰ شِئْتُمْ ۖ وَقَدِّمُوا لِأَنْفُسِكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ مُلَاقُوهُ ۗ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

      Istri-istrimu (seperti) tanah tempat kamu bercocok-tanam, datangi tanah tempat bercocok-tanammu bagaimana saja kamu kehendaki. Kerjakan (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan kamu kelak akan menemui-Nya. Beri kabar gembira kepada orang-orang yang beriman.
      Masih banyak bukti lainnya yang sesuai dengan sains modern, Nabi Muhammad mengetahui semuanya berasal dari Allah Yang Maha Mengetahui, dan sungguh Al-Quran terbukti benar-benar berasal dari Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang.
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
3. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
5. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
6. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
7. Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.
8. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.
9. Tafsirq.com online

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment