Sunday, July 8, 2018

949. MAUDHUI

TAFSIR AL-QURAN METODE “MAUDHUI”(TEMATIK)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Tolong dijelaskan tentang tafsir Al-Quran metode “maudhui” (tematik)?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.
      Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang dikehendaki, sedangkan tafsir metode “maudhui”(tematik) yaitu suatu metode penafsiran Al-Quran dengan cara para mufasir berupaya mengumpulkan ayat Al-Quran dari berbagai surah yang memiliki  tema yang sama, sehingga mengarah kepada pengertian dan tujuan yang sama.
      Para ulama memberikan urutan langkah dalam menafsirkan ayat Al-Quran dengan  metode “maudhui” (tematik) berikut ini.
      Ke-1, Menetapkan tema, topik, atau masalah yang akan dibahas. Ke-2,   Menghimpun ayat Al-Quran yang berkaitan dengan tema, topik, atau masalah yang dibahas. Ke-3, Menyusun runtutan ayat Al-Quran sesuai waktu turunnya, dan “asbabun nuzulnya” (penyebab turunnya).
      Ke-4, Memahami korelasi ayat Al-Quran dalam surahnya. Ke-5, Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna (outline). Ke-6, Melengkapi pembahasan dengan hadis yang relevan dengan tema atau pokok bahasan.
      Ke-7, Mempelajari ayat Al-Quran secara keseluruhan dengan menghimpun ayat yang mempunyai pengertian sama. Ke-8, Mengkompromikan ayat Al-Quran yang “am” (umum) dan yang “khash” (khusus), ayat yang “mutlak” (utuh) dan “muqayyad” (terikat), atau ayat yang pada lahirnya bertentangan, sehingga  bertemu dalam satu muara, tanpa perbedaan atau pemaksaan.
      Keunggulan tafsir metode “maudhui” (tematik) adalah berikut ini.
      Ke-1, Menghindari problem atau kelemahan metode lain. Ke-2, Menafsirkan ayat Al-Quran dengan ayat Al-Quran atau dengan hadis Nabi yang merupakan cara terbaik dalam menafsirkan ayat Al-Quran.
      Ke-3, Menghasilkan kesimpulan yang gampang dipahami, karena membawa kepada petunjuk Al-Quran, tanpa pembahasan yang bertele-tele. Ke-4, Dapat membuktikan Al-Quran mampu memberikan pedoman dalam mengatasi masalah kehidupan sehari-hari.
    Ke-5, Mampu membuktikan dan menunjukkan keistimewaan Al-Quran. Ke-6, Menunjukkan tidak ada ayat-ayat Al-Quran yang saling bertentangan. Ke-7, Membuktikan Al-Quran sesuai dengan perkembangan sains dan teknologi serta tidak bertentangan dengan perkembangan zaman.  
Daftar Pustaka
1. Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2. Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
3. Al-Mubarakfury, Syaikh Shafiyurrahman. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
4. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2004.
5. Ghani, Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2004
6. Al-Kandahlawi, Maulana Muhammad Zakaria. Himpunan Fadhilah Amal. Penebit Ash-Shaff. Jogyakarta. 2000.
7. Hisyam, Ibnu. Sirah Nabawiyah. Sejarah Lengkap Kehidupan Rasulullah.
8. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.
9. Tafsirq.com online

Related Posts:

  • 608. SALAMSALAM AKHIR SALAT Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang cara meng… Read More
  • 609. ULANGSALAT TIDAK TUMA’NINAH Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 609. ULANGSALAT TIDAK TUMA’NINAH Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 609. ULANGSALAT TIDAK TUMA’NINAH Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More
  • 609. ULANGSALAT TIDAK TUMA’NINAH Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M       Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentan… Read More

0 comments:

Post a Comment