Monday, March 18, 2019

2013. AL-QURAN MASA KINI





AL-QURAN MASA KINI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelsakan tentang cara memahami Al-Quran di zaman sekarang?” Profesor Quraish Shihab menjelaskannya.  
1.    Apabila umat Islam tidak boleh membenarkan suatu teori ilmiah atau penemuan sains terbaru dengan ayat Al-Quran, akan muncul pertanyaan.
2.    “Apakah Al-Quran harus dipahami sesuai dengan paham para sahabat atau orang tua kita zaman dahulu? Jawabnya,”Tidak!”
3.    Para ulama mewajibkan umat Islam memahami dan mempelajari Al-Quran yang diyakininya.
4.    Sebagian ulama menghukumi fardu ain (kewajiban perorangan)  bagi setiap umat Islam untuk mempelajari tafsir Al-Quran.
5.    Setiap umat Islam wajib mempelajari dan memahami Al-Quran, tetapi bukan berarti harus memahami sesuai dengan pemahaman orang terdahulu.
6.    Umat Islam diperintahkan Al-Quran untuk menggunakan akal pikirannya.
7.    Umat Islam tidak boleh hanya mengikuti pendapat, sikap, dan perilaku orang tua dan nenek moyang mereka tanpa memperhatikan yang mereka lakukan.
8.    Hal ini, bukan berarti semua umat Islam boleh berpendapat mengenai ayat Al-Quran apabila belum memenuhi syarat yang dibutuhkan.
9.    Umat Islam yang memenuhi syarat, wajib berusaha memahami Al-Quran, karena ayat Al-Quran tidak diturunkan khusus untuk orang Arab pada zaman Nabi saja.
10. Al-Quran diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai pedoman manusia sampai akhir zaman.
11. Umat Islam diajak berdialog oleh Al-Quran, dan diperintahkan untuk memikirkan isi Al-Quran sesuai dengan akal pikirannya.
12. Akal pikiran ialah anugerah dari Allah, tetapi cara penggunaannya setiap orang berbeda-beda disebabkan perbedaan latar belakang pendidikan, lingkungan, kebudayaan, dan pengalaman lainnya.
13. Para ulama berkata,“Umat Islam berkewajiban memahami Al-Quran pada masa kini sebagaimana wajibnya orang-orang Arab yang hidup pada zaman Nabi Muhammad.
14. Umat Islam harus berpikir kontemporer (berpikir sesuai dengan situasi dan kondisi masa kini).
15. Berpikir secara kontemporer tidak berarti menafsirkan Al-Quran sesuai dengan teori ilmiah atau penemuan mutakhir.
16. Kita dapat menggunakan pendapat para ilmuwan untuk membantu memahami ayat Al-Quran secara fair dan adil.
17. Misalnya, pada zaman dahulu dan bahkan hingga kini, para ulama menafsirkan arti kata “al-'alaq” dalam ayat Al-Quran yang menerangkan proses kejadian janin dengan “al-dam al-jamid” atau “segumpal darah yang beku”.
18. Penafsiran seperti ini terdapat dalam semua  kitab tafsir terdahulu.
19. Bahkan terjemahan dalam bahasa Inggrisnya pun adalah “the clot” artinya “darah setengah beku”.
20. Al-'alaq adalah periode kedua dari kejadian janin.
21. Al-Quran surah Al-Mukminun (surah ke-23) ayat 12-14 menurut terjemahan Prof. M. Hasby Ashiddieqi dalam tafsirnya An-Nur.
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ سُلَالَةٍ مِنْ طِينٍ
 ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
   ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
      “Dan sesungguhnya telah Kami jadikan manusia dari tanah yang bersih, kemudian Kami jadikannya air mani yang disimpan dalam tempat yang kukuh, kemudian Kami jadikan air mani itu segumpal darah, lalu Kami jadikannya sepotong daging. Dari daging itu Kami jadikan tulang, tulang itu Kami bungkus dengan daging, dan kemudian Kami menjadikannya makhluk yang baru (manusia yang sempurna). Maha berbahagia Allah Tuhan sepandai-pandai yang menjadikan sesuatu.”
22. Menurut ilmu kedokteran modern sekarang, dapat disimpulkan proses kejadian manusia terdiri atas lima periode, yaitu:
1)    “Al-Nuthfah”.
2)     “Al-Alaq”.
3)    “Al-Mudhghah”.
4)    “Al-'Idzam”
5)    “Al-Lahm”.
23. Orang yang mempelajari embriologi modern dan yakin akan kebenaran Al-Quran, maka dia sulit menafsirkan kalimat “al-'alaq” dengan “segumpal darah yang beku”.
24. Menurut ilmu embriologi modern, proses kejadian manusia terbagi tiga periode.
1)    Ke-1: Periode Ovum.
a.    Mulai dari fertilisasi (pembuahan) karena adanya pertemuan antara sel kelamin bapak (sperma) dengan sel ibu (ovum), yang kedua intinya bersatu dan membentuk struktur atau zat baru yang disebut zygote.
b.    Setelah fertilisasi berlangsung, zygote membelah menjadi dua, empat, delapan, enam belas sel, dan seterusnya.
c.    Selama proses pembelahan, zygote bergerak menuju kantong kehamilan, kemudian melekat dan akhirnya masuk ke dinding rahim. Peristiwa ini dikenal dengan nama implantasi.
2)    Ke-2: Periode Embrio.
a.    Yaitu periode pembentukan organ.
b.    Kadang kala organ tidak terbentuk dengan sempurna.
c.    Apabila hasil pembelahan zygote tidak bergantung atau berdempet pada dinding rahim.
d.    Hal ini dapat mengakibatkan keguguran atau kelahiran dengan cacat bawaan.
3)    Ke-3; Periode Foetus.
a.    Yaitu periode perkembangan dan penyempurnaan organ.
b.    Dengan perkembangan amat cepat dan berakhir pada waktu kelahiran.

25. Kesimpulannya, semua umat Islam yang memenuhi syarat, wajib berusaha memahami Al-Quran sesuai dengan perkembangan zaman, karena ayat Al-Quran tidak diturunkan khusus untuk orang Arab pada zaman Nabi.
26. Al-Quran diturunkan Allah melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad sebagai pedoman manusia sampai akhir zaman.

Daftar Pustaka
1.    Shihab, M.Quraish. Lentera Hati. Kisah dan Hikmah Kehidupan. Penerbit Mizan, 1994.  
2.    Shihab, M. Quraish Shihab. Wawasan Al-Quran. Tafsir Maudhui atas Perbagai Persoalan Umat. Penerbit Mizan, 2009.
3.    Shihab, M.Quraish. E-book Membumikan Al-Quran.
4.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2,
5.    Tafsirq.com online.      



Related Posts:

0 comments:

Post a Comment