GUS
BAHA WASILAH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

1. Wasilah
adalah perantara atau sarana.
2. Mbah
Moen pernah cerita begini, "Zaman sekarang, banyak orang yang anti
wasilah.”
3. Wasilah
adalah meniru guru-gurunya.
4. Wasilah
adalah langsung meniru Kanjeng Nabi atau langsung meniru Tuhan.
5. Itu
Mbah Moen.
6. Saya
masih ingat betul, dalilnya:
"اهْدِنَا
الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ, صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ"
Jalan yang lurus
adalah mengikuti orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.
7. Mengapa
Allah tidah berfirman: "صِرَاطكَ"
8. Yang artinya
jalan Kamu, jalan Engkau.
9. Allah
itu tidak makan.
10. Bagaimana
cara kita meniru Allah makan?
11. Padahal,
Allah tidak makan dan Allah nggak tidur.
12. Bagaimana
kita meniru Allah tidur?
13. Meniru
itu ya orang, kata Mbah Moen.
14. Karena
manusia itu "Hadits", sedangkan Allah itu "Qadim".
15. Jadi, tidak
ada hubungannya antara barang "Hadits" dengan barang "Qadim".
16. Sehingga
kalau kita ingin meniru, ya meniru manusia.
17. Manusia
itu siapa?
18. Ya
tentu meniru kepada masternya itu Rasulullah.
19. Tapi,
tanpa ulama kita nggak tahu Nabi melakukan apa.
20. Karena
ini butuh sanad.
21. Masyhur
itu: "ولولا المربي لما عرفنا ربي"
Tanpa murabbi, kita nggak tahu Rabbi"
22. Ini
penting saya utarakan.
23. Sehingga
di Al Qur'an, setiap orang baik itu disebutkan orang-orang baik itu siapa?
"أُولَٰئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ
عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ
وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا"
24. Selalu,
orang baik itu diceritakan orangnya dan mengikuti orang juga.
"اولئك الذين هدى الله فبهداهم اقتده"
25. Kenapa?
26. Karena
kita tida bisa meniru Allah.
27. Karena
Allah itu tidak makan, tidak minum, tidak tidur, dan tentu tidak menikah.
28. Tapi,
sekarang orang itu geger.
29. Kemudian
muncul ucapan,"Jangan meniru guru, karena guru juga manusia yang tidak
selalu benar"
30. Yang
bilangin kaidah "Guru tidak selalu benar" itu kita.
31. Padahal,
kita setiap mengajar di Lirboyo, di Sarang sering bilang, "Selain
Rasulullah Muhammad, yang lain tidak ma'shum".
32. Jadi
mereka ketinggalan kalau ngomong, "Kiai tidak selalu benar".
33. Padahal,
kita sejak kecil sudah diajarkan bahwa selain Nabi itu tidak ma'shum.
34. Orang yang
baru dapat ilmu baru saja, sudah bilangin yang dari bayi sudah alim, kan lucu.
35. Kita
mulai sejak dahulu sudah tahu bahwa manusia selain Rasulullah tidak ma'shum.
36. Sudah
tahu, kalau kiai tidak selalu benar.
37. Yang jelas
bahwa jika kiai tidak pasti benarnya, tetapi kamu pasti tidak benarnya.
(Sumber:
internet Gus Baha)
0 comments:
Post a Comment