SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-7)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A. Rasulullah
berumur 50 tahun.
1. Rasulullah
didampingi pembantu beliau (Zaid bin Haritsah) berjalan kaki ke Thaif.
1) Thaif
berjarak sekitar 80 km dari Mekah.
2) Setiap
bertemu kabilah, Rasulullah mengajak mereka masuk lslam.
3) Tetapi
tidak ada seorang pun yang memenuhi ajakan Rasulullah.
4) Rasulullah
menjumpai pemimpin Bani Tsaqif, mengajak mereka masuk lslam, dan agar bersedia
menolong lslam.
5) Pemimpin
Thaif menolak ajakan Rasulullah dengan kasar.
6) Pemimpin
Thaif berkata,”Apakah Allah tidak mendapatkan orang lain menjadi utusan Allah,
selain dirimu.”
7) Rasulullah
tinggal di Thaif selama 10 hari untuk mengajak mereka masuk lslam.
8) Tetapi
tidak ada seorang pun yang masuk lslam.
9) Pemimpin
Thaif mengusir Rasulullah disertai cacian dan lemparan batu.
10) Kaki
Rasulullah berdarah membasahi terumpah beliau.
11) Kepala
Zaid bin Haritsah banyak terluka, karena melindungi Rasulullah dari lemparan
batu.
12) Setelah
berjalan sekitar 6 km, Rasulullah istirahat di kebun anggur yang rimbun milik
Utbah dan Syaibah.
13) Rasulullah
berdoa,”Ya Allah, aku mengadukan kelemahan, kekurangan, dan kehinaanku di depan
manusia.”
14) “Ya Allah
Yang Maha Pengasih lagi Penyayang. Kepada siapa Engkau hendak menyerahkan
diriku. Aku tidak peduli asalkan Engkau tidak marah kepadaku.”
15) “Ya Allah,
Enggkau yang berhak menegurku hingga Engkau rida. Tidak ada daya dan kekutan
selain dengan-Mu.”
16) Penjaga
kebun anggur (bernama Addas) yang beragama Nasrani, masuk lslam karena dakwah Rasulullah.
17) Rasulullah
balik ke Mekah dengan murung, sedih, dan hati teriris.
18) Malaikat
Jibril mendatangi Rasulullah di Qarnul Manazil.
19) Malaikat
Jibril berkata,”Allah mengetahui apa yang dilakukan oleh kaummu kepadamu.”
20) “Allah
menyuruh malaikat penjaga gunung, agar mengerjakan perintah yang kamu
kehendaki, apakah kamu ingin meratakan penduduknya?”
21) Rasulullah
menjawab,”Aku ingin agar Allah membuat keturunan mereka orang-orang yang
menyembah Allah dan tidak menyekutukan Allah.”
2. Rasulullah
merasa tenang karena mendapatkan pertolongan gaib dari Allah.
3. Rasulullah
tiba dan menetap di Wadi Nakhlah beberapa hari.
1) Sekumpulan
jin mendengar ayat Al-Quran yang dibaca oleh Rasulullah.
2) Rasulullah
mengetahui ada sekumpulan jin yang datang, setelah turun ayat Al-Quran ini.
3) Al-Quran
surah Al-Jin (surah ke-72) ayat 1-2.
قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ
اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا
يَهْدِي
إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ ۖ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا
Katakan (hai Muhammad), “Telah diwahyukan
kepadaku bahwa sekumpulan jin telah mendengarkan (Al-Qur'an), lalu mereka
berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al-Qur'an yang menakjubkan, (yang)
memberi petunjuk kepada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami
tidak akan pernah menyekutukan seorang pun dengan Tuhan kami.”
Daftar
Pustaka
1. Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.
2006.
2. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment