SEJARAH NABI MUHAMMAD
(Seri ke-5)
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A. Rasulullah
berumur 45 tahun.
1. Kaum
Quraisy mengancam Abi Thalib.
1) Pembesar
Quraisy berkata,”Wahai Abi Thalib, engkau adalah orang yang paling tua,
terhormat, dan berkedudukan dalam lingkungan kami.”
2) “Kami
sudah memintamu untuk menghentikan anak saudaramu, tetapi engkau tidak
melakukannya.”
3) “Demi
Allah, kami sudah tidak sabar lagi menghadapi masalah ini.”
4) “Siapa
pun yang mengumpat bapak-bapak kami, membodohkan harapan kami, mencela
sesembahan kami, maka hentikan dia!”
5) “Atau
kami menganggapmu berada dalam pihaknya, hingga salah satu dari kita akan
binasa.”
2. Ancaman
ini cukup menggetarkan hati Abi Thalib.
1) Abi
Thalib berkata kepada Rasulullah,”Wahai anak saudaraku, kaummu telah
mendatangiku, mereka berkata begini dan begitu kepadaku.”
2) “Maka
hentikan demi diriku dan dirimu. Janganlan engkau membebaniku sesuatu yang di
luar luar kesanggupanku.”
3) Rasulullah
bersabda,”Wahai pamanku, demi Allah. Andaikan mereka meletakkan matahari di
tangan kananku dan bulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan agama ini. Maka
aku tidak akan meninggalkannya, hingga Allah memenangkanku atau aku ikut binasa
karenanya.”
4) Abi
Thalib berkata sambil berurai air mata,”Pergilah wahai anak saudaraku, katakan
apa pun yang engkau sukai.”
5) “Demi
Allah, aku tidak menyerahkan kamu kepada siapa pun.”
B. Rasulullah
berumur 46 tahun.
1. Hamzah
bin Abdul Munththalib masuk lslam.
1) Abu
Jahal mencaci maki dan melecehkan Rasulullah, tetapi Rasulullah diam saja.
2) Abu
Jahal memukul kepala Rasulullah hingga berdarah dan Rasulullah tidak
membalasnya.
3) Budak
wanita milik Abdullah bin Jad’an mengabarkan peristiwa yang terjadi kepada
Hamzah bin Abdul Munththalib yang baru datang dari berburu.
4) Hamzah
bin Abdul Munththalib mencari Abu Jahal dan barkata,”Wahai orang berpantat
kuning, apakah kamu berani mencela anak saudaraku, padahal aku di atas agamanya?”
5) Hamzah
bin Abdul Munththalib memukul kepala Abu Jahal dengan tangkai busur hingga luka
menganga.
6) Orang-orang
kampung Abu Jahal (Bani Makzum) bangkit berdiri, begitu juga orang-orang kampung
Hamzah (Bani Hasyim).
7) Abu Jahal
berkata,”Biarkan saja Abu Ammarah (Hamzah) karena memang aku telah mencaci maki
anak saudaranya dengan cacian menyakitkan.”
2. Umar
bin Khattab masuk lslam.
1) Umar
bin Khattab orang yang sangat menjaga kehormatan dirinya dan wataknya keras.
2) Rasulllah
pernah berdoa,”Ya Allah, kokohkan lslam dengan salah 1 dari 2 orang yang paling
Engkau cintai, yaitu Umar bin Khattab atau Abu Jahal bin Hisyam.”
3) Ternyata
yang masuk lslam adalah Umar bin Khattab.
4) Umar
bin Khattab menghunus pedangnya ingin membunuh Rasulullah.
5) Di jalan
Umar bin Khattab berpapasan dengan Nu’aim bin Abdullah.
6) Nu’aim
bin Abdullah bertanya,”Wahai Umar, kamu akan ke mana?”
7) Umar
bin Khattab menjawab,”Aku akan membunuh Muhammad.”
8) Nu’aim
bin Abdullah berkata,”Apa yang menjamin keamanan dirimu dari pembalasan Bani
Hasyim dan Bani Zuhrah?”
9) Umar
bin Khattab berkata,”Apakah kamu telah masuk lslam?”
10) Nu’aim
bin Abdullah berkata,”Apakah kamu tidak tahu bahwa adikmu Fatimah dan suaminya
telah masuk lslam.”
11) Umar
bin Khattab dengan terburu-buru menuju rumah adiknya (Fatimah bin Khattab).
12) Khabbab
bin Art sedang membacakan lebaran ayat Al-Quran di depan Fatimah dan suaminya.
13) Ketika
Umar bin Khattab datang, Khabbab bin Art bersembunyi di ruang belakang dan Fatimah
menyembunyikan lembaran ayat Al-Quran.
14) Sebelum
masuk ke rumah adiknya, Umar bin Khattab sempat mendengar bacaan ayat Al-Quran.
15) Umar
bin Khattab bertanya,”Aku tadi mendengar suara berbisik-bisik, apakah yang kalian
bicarakan?”
16) Mereka
menjawab,”Hanya sekedar obrolan biasa.”
17) Umar
bin Khattab berkata,”Aku pikir kalian sudah keluar dari agama.”
18) Suaminya
Fatimah berkata,”Wahai Umar, apakah pendapatmu jika kebenaran terdapat dalam agama
selain agamamu?”
19) Umar
bin Khattab melompat ke arah adik iparnya (suami Fatimah) dan menginjaknya
dengan keras.”
20) Fatimah
datang menolong suaminya, tetapi Umar bin Khattab menonjoknya dengan keras, hingga
wajah Fatimah berdarah.
21) Fatimah
berkata dengan berang,”Wahai Umar, jika kebenaran ada dalam selain agamamu,
maka bersaksilah tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah.”
22) Umar
bin Khattab menyesal melihat darah meleleh dari wajah adiknya.
23) Umar
bin Khattab berkata,”Berikan lembaran kitab yang tadi kalian baca!”
24) Fatimah
menjawab,”Engkau orang yang najis. Kitab ini hanya boleh disentuh orang yang suci. Mandilah jika engkau mau.”
25) Umar
bin Khattab segera mandi dan membaca kitabnya.
26) “Bismillahir
rahmanir rahim, Thaha, ….”
27) Hingga
berhenti pada firman Allah:
إِنَّنِي
أَنَا اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدْنِي وَأَقِمِ الصَّلَاةَ لِذِكْرِي
Sesungguhnya
Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku
dan dirikan salat untuk mengingat Aku.
27)
Umar bin Khattab berkata,”Alangkah indah dan mulianya
kalam ini. Tunjukkan padaku tempat di mana Muhammad berada saat ini!”
28)
Khabbab muncul dari belakang,”Wahai Umar,
terimalah kabar gembira. Karena aku berharap doa Rasulullah jatuh kepadamu.”
29)
“Rasulullah berada di suatu rumah dekat bukit
Safa.”
Daftar
Pustaka
1. Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.
2006.
2. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment