SEJARAH
NABI MUHAMMAD
(Seri
ke-10)
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.

A.
Rasulullah berumur 53 tahun.
1. Rasulullah
dan para sahabat membangun Masjid Quba.
1) Rasulullah
ikut terlibat langsung dalam pembangunan Masjid Quba, sehingga badan beliau
penuh debu dan pasir.
2) Masjid
Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah pada tahun ke-1 Hijriah (622 Masehi).
3) Masjid
Quba terletak di dekat telaga Quba, sekitar 5 km di selatan Masjid Nabawi
Madinah.
4) Masjid
Quba contoh model bangunan fisik masjid pertama, dengan bangunan masjid
sederhana yang memenuhi syarat pendirian masjid.
5) Masjid
Quba berbentuk persegi panjang dikelilingi tembok, kebersihan masjid terjaga,
sinar matahari lancar, ventilasi udara bagus, dan perputaran udara dapat keluar
masuk dengan bebas.
6) Di
sebelah utara masjid terdapat serambi, bertiang pohon kurma, beratap datar yang
terbuat dari pelepah dan daun kurma bercampur tanah liat.
7) Di
tengah masjid terdapat ruang terbuka, yang disebut “sahn” dan terdapat sebuah
sumur untuk bersuci.
8) Rasulullah
bersabda, ”Barang siapa keluar rumah, mendatangi Masjid Quba, salat 2 rakaat di
dalamnya, sebanding dengan orang yang melakukan umrah.”
9) Ali
bin AbiThalib masih di Mekah, mengembalikan semua harta dan barang yang
dititipkan kepada Rasulullah kepada orang yang berhak.
10) Hal
ini, menunjukkan bukti yang sangat meyakinkan bahwa Rasulullah adalah orang
sangat tepercaya.
11) Meskipun
kaum Quraisy masih kafir, tetapi mereka
tetap menitipkan harta kekayaannya kepada Rasulullah.
2. Rasulullah
masuk kota Madinah.
1) Semua
penduduk Madinah berkerumun dengan meriah menyambut kedatangan Rasulullah.
2) Orang-orang
Ansar di Madinah banyak yang belum pernah melihat wajah Rasulllah.
3) Abu
Bakar segera memayungi Rasulullah dengan mantelnya, sehingga orang-orang
Madinah mengetahui Rasulullah.
4) Ketika
Rasulullah tiba di Madinah, anak-anak gadis mendendangkan bait-bait syair
karena hatinya riang dan gembira.
a. Thala’al
badru ‘alaina (Bulan purnama muncul pada kita)
b. Min
saniyyatil Wada’ (Dari bukit Tsaniyatil Wada’)
c. Wajaba
syukru ‘alaina (Syukur wajib kita
haturkan)
d. Mada’a
lil ahida (Atas apa yang diserukan penyeru pada Allah)
5) Meskipun
penduduk Ansar bukan termasuk orang sangat kaya, tetapi setiap orang berharap agar
Rasulullah singgah di rumahnya.
6) Rasulullah
bersabda,”Berilah jalan unta ini, karena dia adalah unta yang sudah diperintah.”
7) Unta Rasulullah
berhenti di Bani Najar, yang termasuk tanah keluarga ibu Rasulullah.
8) Tempat
tersebut sekarang menjadi Masjid Nabawi Madinah.
9) Rasulullah
beristirahat di rumah Abu Ayyub di Madinah.
10) Beberapa
hari kemudian, Saudah (istri Rasulullah), Ummu Kulsum dan Fatimah (putri Rasulullah),
keluarga Abu Bakar dan rombongan tiba di Madinah.
11) Rasulullah
berdoa,”Ya Allah, buatlah kami mencintai Madinah seperti kami mencintai Mekah. Sebarkan
kesehatan di Madinah, singkirkan penyakitnya dan sisakan air padanya.”
Daftar
Pustaka
1. Syaikh
Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta.
2006.
2. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Masjid Nabawi. Madinah 2017.
3. Ghani,
Muhammad Ilyas Abdul. Sejarah Mekah. Mekah 2017.
4. Al-Quran
Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.2.
5. Tafsirq.com
online.
0 comments:
Post a Comment