KISAH
AISYAH ISTERI NABI DITUDUH SELINGKUH
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
Keuntungan
belajar Sirah Nabawi.
Sejarah
hidup Nabi Muhammad.
1.
Paham pribadi Nabi Muhammad.
Dalam segala sisi kehidupan.
2.
Mengenal fisik dan perilaku Nabi.
3.
Pedoman hidup sehari-hari.
Dalam keluarga dan masyarakat.
Menyebarkan Islam.
4.
Pedoman dalam perang.
5.
Pedoman atasi masalah.
6.
Tahu
para sahabat Nabi.
Sahabat ialah orang melihat
Nabi.
Berinteraksi dengan Nabi.
Membela dan melindungi
Nabi.
Meninggal dalam kondisi Islam.
7.
Tahu “Asbabun Nuzul”.
Penyebab turunnya Al-Quran.
“Asbabun Nuzul” yaitu peristiwa, ucapan, atau perbuatan pada
masa tertentu.
Jadi jadi penyebab turunnya
ayat Al-Quran.
8.
Tahu “Asbabul Wurud”.
Penyebab munculnya hadis.
Hadis yaitu ucapan, perbuatan,
atau ketetapan Nabi Muhammad.
Diriwiyatkan atau diceritakan
oleh sahabat.
Untuk menjelaskan dan
menetapkan hukum.
9.
Mengenal orang kafir.
ialah orang tak percaya pada
Allah dan Rasul-Nya.
10. Mukmin yaitu orang beriman pada Allah dan Rasul-Nya.
11. Orang
mukmin harus percaya semua Rasul Allah.
Orang
Islam tak yakin Isa anak Maryam.
Sebagai
Rasul Allah, maka dia kafir.
Siapa
pun tak yakin Muhammad sebagai utusan Allah.
Maka
dia kafir.
12. Mengenal
orang munafik.
Orang bermuka dua.
Orang bepura-pura beriman pada
Islam. Tapi, sebenarnya dalam hatinya tidak.
Kisah Aisyah,
isteri Nabi.
Dituduh
selingkuh.
Nabi Muhammad
keluar daerah.
Dalam perjalanan,
perang, aau kegiatan lain.
Nabi ajak
salah satu isterinya.
Mendampingi
selama perjalanan.
Nabi siap berangkat perang.
Aisyah
giliran mendampingi.
Aisyah
ikut rombongan.
Selama perjalanan.
Aisyah
duduk dalam keranda.
Tempat
berlindung selama perjalanan. Dinaikkan di atas seekor unta.
Perang
selesai.
Nabi beri
tanda.
Rombongan
akan kembali ke Madinah.
Aisyah
pergi agak jauh dari rombongan. Untuk melepaskan hajat.
Setelah
selesai, Aisyah kembali.
Mendekati
unta tunggangannya.
Ternyata,
kalungnya hilang.
Aisyah kembali ke tempat buang hajat.
Mencari kalung yang terlepas.
Saat Aisyah
kembali ke rombongan.
Pasukan
meninggalkan lokasi. Kerandanya sudah dinaikkan di atas unta.
Pengawal
menduga.
Aisyah sudah di dalamnya.
Aisyah
ketinggalan rombongan.
Tubuh Aisyah
sangat ringan.
Para
pengawal tak tahu.
Kerandanya
kosong.
Aisyah bertahan.
Di
tempat semula.
Dengan
harapan.
Pasukan
akan kembali menjemputnya.
Shafwan
bin Muaththal, anggota pasukan “pembersih”.
Bertugas
menyisir pasukan.
Bertanggung
jawab membawa benda apa pun yang
tertinggal.
Dia tahu
Aisyah, isteri Nabi.
Di
padang pasir sendirian.
“Inna lillahi,
“kata Shafwan.
Dia
merendahkan untanya.
Aisyah
naik di atasnya.
Shafwan
menuntun untanya.
Mereka
tak bicara apa pun.
Shafwan
mengejar rombongan.
Rombongan
berteduh.
Di
tengah hari yang terik.
Shafwan
dan Aisyah menyusul datang.
Abdullah bin Ubay, tokoh munafik Madinah.
Dapat kesempatan
emas.
Dia sebar
isu.
Aisyah,
isteri Nabi.
Selingkuh
dengan Shafwan.
Kaum
muslim gempar.
Nabi
Muhammad hadapi masalah pelik.
Selama
1 bulan wahyu tak turun.
Nabi tak
ambil putusan apa pun.
Siapakah Abdullah bin Ubay?
Dia
kepala suku Khazraj.
Sebelum
Nabi Muhammad hijrah ke Madinah. Abdullah bin Ubay akan dinobatkan jadi “Raja
Madinah”.
Menjadi
orang nomor 1 di Madinah.
Nabi
datang di Madinah.
Abdullah
bin Ubay kalah pamor.
Dia
batal jadi “Raja Madinah”.
Sejak saat itu.
Abdullah
bin Ubay jadi tokoh munafik.
Dia tak
berani melawan Nabi.
Tapi,
selalu bekerja sama dengan musuh Nabi.
Menjadi
musuh dalam selimut.
Dia jadi
tokoh munafik.
Penduduk asli Madinah.
Yaitu:
1)
Suku Aus.
2)
Suku Khazraj.
Saad
bin Muadz.
Kepala
suku Aus.
Abdullah
bin Ubay.
Kepala
suku Khazraj.
Suku Aus dan suku Khazraj.
Nantinya
jadi kaum Ansar.
Pendatang
dari Mekah.
Disebut
kaum Muhajirin.
Di
Madinah juga bermukim kaum Yahudi.
Yaitu:
1)
Bani Nadhir.
2)
Bani Qaynuqa.
3)
Bani Quraizhah.
Sejarah
masuknya orang Yahudi di Madinah.
Kaisar
Romawi mengusir kaum Yahudi. Mereka menuju
Madinah.
Menurut
Taurat.
Kitab yang mereka yakini.
Akan
datang seorang rasul.
Di
daerah perkebunan kurma.
Kaum Yahudi merasa lebih cerdas daripada penduduk Arab asli.
Mereka
menguasai ekonomi.
Kaum
Yahudi terdiri atas 3 suku utama.
1)
Nadhir.
2)
Qaynuqa.
3)
Quraizhah.
Penduduk asli Madinah.
Terdiri atas 2 kabilah bersaudara.
1)
Bani Aus.
2)
Bani Khazraj.
Bani
Khazraj bersahabat dengan suku Qaynuqa.
Bani
Aus berteman dengan suku Quraizhah.
Kelompok
Yahudi sering adu domba Bani Aus dengan Bani Khazraj.
Kaum
Yahudi sampaikan pada Bani Aus dan Bani Khazraj.
Rasul baru akan muncul di Madinah.
Mereka
akan mengakui rasul baru.
Menjadi
pengikut rasul baru.
Berperang
melawan suku Aus dan suku Khazraj.
Rasul yang ditunggu benar-benar datang. Namun,
kaum Yahudi mengingkarinya.
Mereka
tak mengakuinya.
Tak
seperti digembar-gemborkan dulu.
Mengapa?
Hanya
satu sebabnya.
Rasul
baru tak berasal dari bangsa Yahudi.
Aisyah masuk rumah.
Nabi duduk
sendirian.
Aisyah
belum tahu kabar beredar.
Aisyah
dituduh selingkuh.
Aisyah
merasa gundah.
Sikap
Nabi berubah padanya.
Aisyah
hendak bicara.
Nabi malah
berpaling.
Aisyah sakit 1 bulan.
Minta
izin pada Nabi.
Untuk
pulang ke rumah orang tuanya.
Aisyah
tahu berita tersiar.
Aisyah
mengurung diri.
Di
rumah orang tuanya.
Nabi berkunjung
ke rumah mertuanya. Disambut baik oleh keluarga Abu Bakar.
Aisyah
masih bersedih.
Nabi
bersabda,
“Wahai
Aisyah, berita itu rupanya telah sampai padamu.
Jika
engkau masih suci, niscaya Allah akan membersihanmu.
Tapi, jika
engkau berbuat dosa.
Bertobatlah
dengan penuh penyesalan.
Niscaya
Allah akan mengampuni dosamu.”
Aisyah menjawab sambil menangis,
“Demi
Allah, aku tahu engkau telah mendengar kabar ini.
Ternyata
engkau mempercayainya.
Seandainya
aku katakan bahwa aku tetap suci.
Niscaya
Allah tahu kesucianku.
Tentunya
engkau tak akan mempercayaiku.”
Aisyah melanjutkan,
“Tapi,
jika aku mengakuinya.
Sedangkan
Allah tahu bahwa aku tetap suci.
Maka engkau
akan mempercayai perkataanku.
Aku
hanya dapat mengatakan yang disampaikan Nabi Yusuf.
Bahwa bersabar
itu lebih baik’.”
Beberapa saat kemudian.
Wahyu
turun kepada Nabi.
Aisyah
dinyatakan tidak bersalah.
Umar
bin Khattab berkata,
“Wahai
Nabi, wahyu sudah datang.
Izinkan
saya menebas leher Abdullah bin Ubay.
Dia
menyebarkan berita bohong.”
Nabi
menjawab,
”Wahai
Umar, janganlah kamu membunuh orang munafik itu.
Nanti akan beredar kabar Muhammad membunuh
sahabatnya.“
Daftar
Pustaka
1.
Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury.
Sirah Nabawiyah. Pustaka Al-Kautsar. Jakarta. 2006.
0 comments:
Post a Comment