IKHTILAF PARA SAHABAT NABI
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M
Kata “khilaf” dan “ikhtilaf” bisa
diartikan “adanya perbedaan” atau “terdapat perbedaan”.
Sebagian ulama berpendapat bahwa kata
“khilaf” dan “ikhtilaf” mengandung makna yang sama.
Tetapi sebagian ulama lain berpendapat:
Khilaf adalah “perbedaan tanpa dalil”.
lkhtilaf adalah “perbedaan dengan
dalil”.
Ungkapan, “Dalam masalah ini terdapat
khilafiah.”
Artinya para ulama tidak satu pendapat
dalam masalah itu.
Atau pendapat para ulama berlainan dalam masalah itu.
Ibnu Umar berkata,
“Rasulullah bersabda kepada kami ketika beliau
kembali dari Perang Ahzab,
“Janganlah kalian salat Asar kecuali di
Bani Quraizhah”.
Dalam perjalanan ke Bani Quraizhah,
waktu Asar telah masuk.
Sebagian pasukan Islam berkata,
“Kami tidak akan melaksanakan salat Asar
hingga kami sampai di Bani Quraizhah”.
Sebagian pasukan Islam lain berkata,
“Kami melaksanakan salat Asar sebelum
sampai di Bani Quraizhah’.
Peristiwa itu diceritakan kepada
Rasulullah.
Ternyata beliau tidak menyalahkan satu
pun dari mereka.”
(HR. Bukhari).
Hal itu membuktikan bahwa para sahabat
pada zaman Nabi masih hidup juga mengalami “ikhtilaf” (perbedaan pendapat).
Sebagian sahabat berpendapat bahwa salat
Asar mesti dilaksanakan di Bani Quraizhah.
Sebagian sahabat lain berpendapat salat Asar dilaksanakan ketika
waktunya telah tiba, meskipun belum sampai di Bani Quraizhah.
Satu kelompok berpegang pada teks
perintah Nabi.
Kelompok lain berpegang pada makna teks.
Inilah cikal bakal “ikhtilaf” (perbedaan
pendapat).
Rasulullah ternyata membenarkan keduanya
dan tidak menyalahkan satu pihak pun.
Karena pendapat mereka tidak keluar dari
tuntunan sunah.
Setelah Rasulullah wafat pun para
sahabat mengalami “ikhtilaf” (perbedaan pendapat) dalam masalah tertentu.
Daftar Pustaka
1. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 77
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
2. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 99
Tanya-Jawab Seputar Salat, 2017.
3. Somad, Abdul. E-book Tafaqquh 37
Tanya-Jawab Masalah Populer, 2017.
4. Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital
Qur’an Ver 3.2
5. Tafsirq.com online
0 comments:
Post a Comment