ADA 7 MACAM JENIS BERTAPA
Oleh: Drs. H. M.
Yusron Hadi, M.M.
Dalam tradisi Hindu dan Budha adalah
istilah semadi.
Semadi adalah meditasi.
Semadi adalah pemusatan pikiran dan
perasaan.
Tapa dalam bahasa Urdu India artinya enerji.
Tapa adalah upaya menaklukkan enerji.
Dan menguasai enerji hidup.
Tapa adalah latihan untuk menaklukkan
diri sendiri.
Bertapa adalah mengasingkan diri dari
keramaian dunia.
Dengan menahan hawa nafsu (makan, minum,
tidur, birahi).
Untuk mencari ketenangan batin.
Macam macam jenis tapa.
1.
Tubuh.
2.
Hati.
3.
Nafsu.
4.
Nyawa (Roh).
5.
Rasa (lntuisi).
6.
Cahaya (Nur).
7.
Atma (Hayu).
Dalam bertapa ada aspek zakatnya.
Bertapa itu ke dalam.
Zakatnya itu keluar.
1.
Tubuh.
1)
Tapanya: berlaku sopan
santun.
2)
Zakatnya: gemar
berbuat kebaikan.
Jika berhasil, maka akan menguasai enerji jasmani tubuh.
2.
Hati (Budi, Akhlak)
1)
Tapanya: rela dan
sabar.
2)
Zakatnya: bersih dari
prasangka jelek kepada orang lain.
3.
Nafsu.
1)
Tapanya: berhati
ikhlas karena nafsu selalu ingin menuntut.
2)
Zakatnya: tabah
menghadapi cobaan sengsara dan mudah memaafkan kesalahan orang lain.
Nafsu akan tangguh, jika tak mudah tergoda dan
bisa pemaaf.
Sehingga tak punya dendam.
Orang dendam itu merusak diri sendiri.
Jika ada orang berkata,
“Saya sudah memaafkan.
Tapi urusan hukum jalan terus.”
Hal itu artinya dia tak memaafkan.
4.
Nyawa (Roh).
1)
Tapanya: bertindak
jujur.
2)
Zakatnya: tak mengganggu
orang lain dan tak mencela.
Orang yang suka mencela orang lain.
Dengan memfitnah dan membuat hoaks.
Maka rohnya keruh dan tak suci lagi.
5.
Rasa (lntuisi)
1)
Tapanya: mengutamakan berbuat
kebajikan.
2)
Zakatnya: diam, menyesali
kesalahan dan bertobat.
6.
Cahaya (Nur).
1)
Tapanya: mengutamakan
berbuat yang suci.
2)
Zakatnya:berhati
ikhlas.
7.
Atma (Hayu)
1)
Tapanya: berlaku awas.
2)
Zakatnya:selalu ingat.
Dalam bahasa Jawa disebut: “Eling lan waspodo.”
Jika orang berhasil dalam bertapanya.
Maka hidupnya bermutu.
Ada 7
tapanya (diet) anggota tubuh, yaitu:
1)
Mata.
2)
Telinga.
3)
Hidung.
4)
Lisan.
5)
Aurat.
6)
Tangan.
7)
Kaki.
Banyak penyakit muncul karena aspek psikis.
Bukan aspek fisik.
1.
Mata.
1)
Tapanya: Mengurangi tidur
dan tak melihat yang jelek.
2)
Zakatnya: Tak ingin merebut
punya orang lain. Tak tamak.
2.
Telinga.
1)
Tapanya: mencegah hawa
nafsu.
2)
Zakatnya: tak mendengar
ucapan jelek.
Telinga mudah kemasukan hal jelek dan disimpan
dalam alam bawah sadar.
3.
Hidung.
1)
Tapanya: mengurangi
minum.
2)
Zakatnya: tak suka
mencela jeleknya orang lain.
4.
Lisan (mulut).
1)
Tapanya: mengurangi
makan.
2)
Zakatnya: hindari ucapan
jelek.
5.
Aurat.
1)
Tapanya:menahan
syahwat.
2)
Zakatnya: menjauhi zina.
6.
Tangan.
1)
Tapanya: tak mencuri.
2)
Zakatnya: tak menyakiti
orang lain.
7.
Kaki.
1)
Tapanya: tak berjalan
untuk berbuat jahat.
2)
Zakatnya: evaluasi
diri.
(Sumber Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)
0 comments:
Post a Comment