ORANG
MODERN HANYA OLAH 2 NIKMAT ALLAH YAITU AKAL DAN INDRA
Oleh:
Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.
ADA
4 PENYAKIT ORANG MODERN, YAITU:
1.
Benci
kebijaksanaan
2.
Ilmu
pengetahuan tak disakralkan.
3.
Peran
akal dibatasi hanya rasio dan empiris.
4.
Menghilangkan
metafisika.
1.
Benci
kebijaksanaan
Penyakit
orang modern adalah misosophia.
Yaitu
benci kebijaksanaan.
Orang
modern mendewakan kebenaran.
Tapi
anti terhadap kebijaksanaan.
Kebenaran
orang modern hanya berdasar logika.
Yaitu
1 + 1 = 2.
Misosophia
lawannya philosophia.
Philosophia
artinya cinta kebijaksanaan.
Peradaban
orang modern dibangun berdasar kebencian terhadap kebijaksanaan.
Jika
ada orang membahas tentang rohani.
Maka
disebut kebatinan, klenik, dan primitif.
Orang
modern hanya paham hal yang eksak dan pasti saja.
Hal
yang tak pasti dan metafisik tak disukai orang zaman modern.
Sains
orang modern bersifat positifisme.
Yaitu
hanya menerima yang rasional dan empiris.
2.
Ilmu
tak disakralkan.
Orang
modern membuat jarak dengan ilmu pengetahuan.
Manusia
modern menjadi subjeknya.
Dan
ilmu pengetahuan dijadikan objek.
Ilmu
pengetahuan tak sakral lagi.
Sakral
artinya suci dan keramat.
Orang
modern menjadikan ilmu pengetahuan hanya bersifat instrumental.
Ilmu
pengetahuan hanya sebagai alat untuk menguasai dunia.
Orang
modern tak bisa menghubungkan ilmu pengetahuan dengan ketuhanan.
Orang
modern bersifat sekuler.
Yaitu
memisahkan urusan dunia dan akhirat.
Masalah
agama itu urusan kelak.
Sekarang
masih hidup di dunia hanya mengurusi dunia saja.
Orang
modern memisahkan sains dengan spiritual agama.
Orang
modern melihat manusia seperti mesin.
Dan
melihat alam semesta seperti mesin raksasa.
Padahal
agama memerintahkan manusia mengembangkan ilmu setinggi-tingginya.
Sampai
puncaknya.
Yaitu
manusia dengan ilmunya akan ketemu Tuhan.
3.
Peran
akal dibatasi hanya rasio dan empiris.
Orang
modern menganggap bedanya manusia dengan makhluk lain hanya akalnya.
Orang
modern menyamakan intelejensi dengan rasio.
Padahal
manusia masih punya kemampuan lain , yaitu:
1.
Nurani.
2.
Naluri.
3.
lmajinasi.
4.
Instuisi.
5.
Dan
lainnya.
Nurani
adalah lubuk hati paling dalam.
Naluri
adalah dorongan hati atau nafsu yang dibawa sejak lahir.
Naluri
adalah pembawaan alami yang tidak disadari mendorong untuk berbuat sesuatu.
Naluri
adalah insting.
Naluri
adalah perbuatan atau reaksi yang sangat majemuk dan tidak dipelajari yang
dipakai untuk mempertahankan hidup, terdapat pada semua jenis makhluk hidup.
Naluri
adalah serangkaian kegiatan refleks terkoordinasi, masing-masing terjadi
apabila yang sebelumnya telah diselesaikan; reaksi yang tidak bergantung pada
pengalaman.
Imajinasi
adalah daya pikir untuk membayangkan (dalam angan-angan) atau menciptakan
gambar (lukisan, karangan, dan sebagainya) kejadian berdasarkan kenyataan atau
pengalaman seseorang.
Imajinasi
adalah khayalan.
Intuisi
adalah daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan
atau dipelajari.
Intuisi
adalah bisikan hati atau gerak hati.
Tapi
yang diolah orang modern sekarang hanya 2 saja, yaitu:
1.
Akal.
2.
Pancaindra.
Orang modern bisa disebut tak mensyukuri nikmat Allah.
Karena
nikmat intelejensi manusia yang hebat.
Hanya
direduksi menjadi 2 saja.
Yaitu
akal dan pancaindra saja.
Orang
modern tak canggih dalam mengolah naluri, nurani, imajinasi, dan intusisi.
Karena
tiap peristiwa hanya diolah dengan akal dan pancaindra saja.
Orang
modern itu ibarat punya HP modern yang canggih.
Tapi
HP canggih itu hanya dipakai 2 hal saja,
yaitu:
1.
Menelepon.
2.
SMS.
Tapi
tak bisa memanfaatkan fungsi canggih lainnya.
4.
Menghilangkan
metafisika.
Orang
modern hanya memakai akal dan pancaindra.
Yang
tak bisa menjangkau metafisik
Maka
metafisik dianggap ilmu spekulasi.
Metafisik
dinilai sebagai ilmu yang tak berdasar kenyataan.
Spekulasi
adalah pendapat atau dugaan yang tidak berdasarkan kenyataan.
Spekulasi
adalah tindakan yang bersifat untung-untungan.
Padahal
mestinya metafisik itu ilmu filsafat paling tinggi.
Ilmu
puncak itu seharusnya metafisik.
Dan
ilmu filsafat adalah bagian dari metafisik.
Tapi
karena diolah dengan akal dan pancaindra.
Maka
metafisik diturunkan menjadi cabang ilmu filsafat.
(Sumber
Ngaji Filsafat Dr Fahrudin Faiz)
0 comments:
Post a Comment