Thursday, October 4, 2018

1073. MABIT

















MABIT DI MINA
Oleh: Drs. H. M. Yusron Hadi, M.M.


      Beberapa orang bertanya,”Mohon dijelaskan tentang mabit di Mina dalam ibadah haji?” Berikut ini penjelasannya.
1.    Mabit adalah bermalam atau istirahat meskipun sejenak.
2.    Mina adalah sebuah lembah di padang pasir yang terletak sekitar 7 kilometer sebelah timur kota Mekah, Arab Saudi.
3.    Mina yang terletak di antara Mekah dan Muzdalifah mendapatkan julukan “kota tenda”, karena berisi jutaan tenda tempat mabit jamaah haji seluruh dunia, tenda-tenda itu tetap berdiri, meskipun musim haji tidak berlangsung.
4.    Di Mina terdapat jamarat, tempat dilaksanakannya kegiatan lempar jamrah dalam ibadah haji
5.    Mina didatangi oleh jamaah haji pada tanggal 8 Zulhijah (sehari sebelum wukuf di Arafah), jemaah haji mabit ( tinggal) sehari semalam,  melakukan salat Zuhur, Asar, Magrib, Isya dan Subuh,dan setelah salat Subuh tanggal 9 Zulhijah, jemaah haji berangkat ke Arafah untuk wukuf.
6.    Mina juga tempat penyembelihan hewan kurban dan terdapat  Masjid Khaif (tempat Rasulullah mengerjakan salat dan berkhutbah) ketika berada di Mina saat melaksanakan ibadah haji.
7.    Mabit di Mina adalah bermalam/istirahat di Mina pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah).
8.    Kata “mina” (menurut KBBI V) dapat diartikan “tempat di pinggir kota Mekah sebagai tempat bermalam, melempar jamrah, dan menyembelih ternak kurban bagi orang yang sedang melaksanakan ibadah haji”.
9.    Mabit di Mina adalah bermalam di Mina pada hari tasyrik (tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah).
10. Dinamakan Mina karena bangsa Arab biasanya menyebut tempat manusia berkumpul dinamakan Mina.

11. Hukum mabit (bermalam) di Mina.
a.    Sebagian besar ulama berpendapat hukumnya WAJIB (sehingga orang yang meninggalkan terkena dam).
b.    Sebagian ulama yang lain menyatakan hukumnya SUNAH.

12. Waktu mabit di Mina.
a.    Bagi yang nafar awal, malam hari tanggal 11 dan 12 Zulhijah.
b.    Bagi yang nafar sani, malam hari tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah.
c.    Lamanya mabit di Mina tidak harus dimulai sejak Magrib, tetapi cukup melebihi separuh malam, misalnya sejak pukul 20.00 sampai 03.00 WAS (7 jam).

13. Tanggal 8 Zulhijah (hari Tarwiyah/Perbekalan).
a.    Calon jemaah haji dari seluruh dunia dengan kain ihram berangkat untuk mabit (bermalam/istirahat) di Mina sebagai persiapan esok harinya wukuf di Arafah.
b.    Calon jemaah haji Indonesia memakai kain ihram naik bis dari hotel di Mekah langsung ke Padang Arafah.

14. Tanggal 9 Zulhijah.
a.    Calon jemaah haji  melaksanakan wukuf di Arafah (sejak Zuhur sampai Magrib).
b.    Setelah Magrib, jemaah haji berpindah dari Arafah ke Muzdalifah.
c.    Jemaah haji mabit (bermalam) di Muzdalifah.
d.    Boleh mengambil/menerima batu kerikil sebanyak 49 biji (nafar awal) atau 70 biji (nafar sani).

15. Tanggal 10 Zulhijah.
a.     Setelah pukul 24.00 WAS berpindah dari Muzdalifaah ke Mina.
b.    Melontar jamrah Aqabah (tugu ke-3) sebanyak 7 kali lontaran, dengan  melontarkan batu kerikil sebesar kelereng satu per satu.

16. Tanggal 11 Zulhijah.
a.     Mabit di Mina.
b.    Melontar jamrah Ula (tugu ke-1), Wusta (tugu ke-2) , dan Aqabah (tugu ke-3) masing-masing sebanyak 7 kali lontaran, dengan  melontarkan batu kerikil sebesar kelereng satu per satu.

17. Tanggal 12 Zulhijah.
a.    Mabit di Mina.
b.    Melontar jamrah Ula (tugu ke-1), Wusta (tugu ke-2) , dan Aqabah (tugu ke-3) masing-masing sebanyak 7 kali lontaran, dengan  melontarkan batu kerikil sebesar kelereng satu per sa
c.    Sebelum Magrib, berpindah dari Mina ke Mekah (nafar awal).

18. Tanggal 13 Zulhijah.
a.    Mabit di Mina.
b.    Melontar jamrah Ula (tugu ke-1), Wusta (tugu ke-2) , dan Aqabah (tugu ke-3) masing-masing sebanyak 7 kali lontaran, dengan  melontarkan batu kerikil sebesar kelereng satu per satu.
c.    Sebelum Magrib, berpindah dari Mina ke Mekah (nafar sani).

19. Mabit di wilayah perluasan Mina.
a.    Sebagian besar ulama berpendapat hukumnya sah, karena darurat dan masih bersambung dengan perkemahan Mina.
b.    Bagi yang berpendapat hukum mabit di Mina wajib dan tidak sah mabit di wilayah perluasan Mina, maka sewaktu mabit harus berpindah ke wilayah Mina, setelah mabit kembali ke dalam tendanya.

20.  Al-Quran surah Al-Baqarah (surah ke-2) ayat 203.

۞ وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ ۚ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلَا إِثْمَ عَلَيْهِ ۚ لِمَنِ اتَّقَىٰ ۗ وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

      Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tidak berdosa baginya. Dan barangsiapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak berdosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
21. Rasulullah bersabda,” Aku menyembelih kurban di Mina, dan seluruh Mina adalah tempat menyembelih hewan kurban, maka sembelihlah kurban dalam perjalanan kalian.”
22.  Di Mina terdapat Gua Mursalat, tempat Al-Quran surah Mursalat diturunkan kepada Rasulullah.
Daftar Pustaka
1.    Rasjid, Sulaiman. Fikih Islam (Hukum Fikih Lengkap).  Penerbit Sinar Baru Algensindo, cetakan ke-80, Bandung, 2017.
2.    Tuntunan Manasik Haji dan Umrah, 2018, Departemen Agama RI
3.    Doa dan Zikir Manasik Haji dan Umrah, 2018, Departemen Agama RI
4.    Doa-Doa Pilihan Manasik Haji dan Umrah, 2018, Departemen Agama RI
5.    Haji, Umrah, dan Ziarah, 1425 H, Dicetak dan diterbitkan oleh Kerajaan Arab Saudi.
6.    Al-Quran Digital, Versi 3.2. Digital Qur’an Ver 3.
7.    Tafsirq.com online Daftar Pustaka
Keterangan gambar
1.    Mina
2.    Jamarat





 







  

Related Posts:

0 comments:

Post a Comment